
Back to the story.
Karena takut akan ancaman sang kakak, hari ini juga Danish ditemani asistennya menuju ke kantor Rex Corp untuk meminta maaf pada Eric, Loey maupun Revan.
Di ruangan CEO, Leni yang sedang mengantar makanan untuk Revan dan Loey, ditahan sebentar oleh Revan, karena akan ada tamu. Tak lama kemudian, Loey pun masuk dan disusul oleh Eric dan Valine. Yoo Ra tidak datang karena harus bertolak ke Seoul untuk mengunjungi butiknya di sana.
"Sebenarnya ada apa Mas..?kenapa semua ada disini?"tanya Leni kebingungan. Karena tak seperti biasa mereka berkumpul.
"Nanti kita juga akan tahu..sabar dulu ya sayang.."kata Revan sambil mengecup bibir Leni. Dan dihadiahi lemparan tissue dari Loey dan cebikkan bibir dari Eric. Leni hanya menunduk menahan malu. Sedangkan Valine melongo melihat tingkah mesum sang kakak.
"Kalau mau mesra mesraan tahu tempat..woy..main sosor aja loe..kasihan mata Dedek Valine ternodai..." omel Loey.
"Bodo amat...iri?bilang boss..sosor sono yang di samping loe..."jawab Revan cuek.
"Ck...kalian bikin Daddy kangen Mommy aja...."kata Eric dengan wajah memelas.
"Ya udah...nyusul Mommy sana...minta kelon...hehehe"ledek Revan.
"Nanti sore...habis misi selesai..."jawab Eric
"Ck...beneran kangen rupanya...inget umur Dad..awas encoknya kambuh padahal belum kelar 1 ronde...hahahha...."kata Revan. Kali ini Eric menyumpalkan susi ke dalam mulut Revan agar mulutnya diam. Semua yang ada di ruangan itu pun tertawa kecuali Revan yang sedang kesal.
"Udah Mas...diem ah..kasihan Valine tuh..otaknya tercemar dengan polusi yang kamu sebar...."kata Leni menengahi.
"Tenang aja Yang...Valine tuh udah udah biasa sama yang beginian..kan dia biasa hidup di Luar Negeri..."kata Revan setelah menelan sussi nya.
"Enak aja ngomong otak Valine tercemar. Gini gini Valine masih ting ting tau.."kata Valine sambil mengerucutkan bibirnya yang membuat Loey sangat gemas hingga ia mencubit kedua pipi chubby Valine.
"Sudah sudah.....kalian ini kaya anak kecil..ribut terus kerjaannya..."kata Eric melerai kedua anaknya yang sering meributkan hal hal sepele.
__ADS_1
tok..tok..tok..
"Masuk.."seru Eric.
"Maaf Pak...Tuan Danish dari D & G Group ingin menemui bapak."kata Dilla, asisten Kevin.
"Persilahkan masuk...."perinta Eric.
"Baik Pak..."
Danish beserta asistennya pun masuk. Mereka di sambut dengan muka datar oleh Eric dan keluarganya.
"Silahkan masuk Tuan Danish...."kata Eric.
"Baik pak...."
Danish pun bersalaman dengan seluruh orang ada di ruangan itu.
"Sebelum menjawab permintaan maaf Anda, saya ingin memperkenalkan dulu anggota keluarga saya. Ini anak pertama saya Revan dan yang disampingnya adalah ISTRInya. Sedangkan ini adalah anak kedua saya, Valine dan yang disampingnya itu adalah Loeyandra calon menantu saya yang juga adalah KAKAK dari Leni, Istrinya Revan."kata Eric yang menekankan kata ISTRI Revan dan KAKAK Leni.
Danish terlihat terkejut saat mengetahui status kakak beradik itu. Namun ia berusaha untuk menguasai diri. Baik Revan maupun Loey bisa menangkap ekspresi terkejut Danish.
"Apa Anda tahu, karena perbuatan Anda, hampir saja nama baik keluarga kami tercoreng. Sebagai seorang ayah, sebenarnya saya sakit hati telah mencemarkan nama baik puteri saya karena obsesi bodoh Anda. Kalau saja Ayahmu bukan teman baik saya saat kuliah dulu , dengan satu kata saja, saya mampu menghancurkan bisnis Anda. Tapi karena saya masih mempunyai hati nurani terhadao teman baik saya, saya hanya membatalkan kerjasama perusahaan Anda. Bukan dengan perusahaan pusat milik Ayah Anda. Kalau sampai saya tahu anda berbuat curang lagi, saya tak akan memaafkan Anda."kata Eric.
Sebenarnya, Revan merasa balasan yang diberikan oleh ayahnya tidaklah membuatnya puas. Namun bagaimanapun ia tak berani menentang keputusan sang Ayah.
"Sekali lagi saya mohon maaf yang sebesar besarnya..tapi saya mohon..jangan beritahu ayah saya..karena penyakit jantungnya bisa kambuh..dan saya belum siap jika harus kehilangan beliau..."kata Danish penuh penyesalan.
"Saya minta Anda bersihkan nama Istri sekaligus calon adik ipar saya yang sudah Anda cemarkan tak peduli dengan ayah anda..itupun jika Anda masih mau hidup!" kata Revan penuh emosi.
__ADS_1
"Ba..baik Tuan Revan akan saya lakukan..saya akan membuat klarifikasi tentang berita itu..tolong maafkan saya..."kata Danish seraya berlutut.
"Saya akan memantau gerak gerik Anda. Sekali Anda berbuat curang jangan harap Anda bisa merasakan hangatnya sinar matahari lagi. Bahkan untuk bernafaspun hanya atas kemauanku. Camkan itu!Jika sudah selesai, Anda boleh keluar."kata Revan tenang namun menusuk.
"Te...terima ka..kasih a..atas kesempatan Anda Tuan..sa..saya..akan menggunakan sebaik baiknya. Ka..kalau be..begitu..sa..saya permisi dulu"kata Danish sebelum meninggalkan ruangan Revan.
Sepeninggal Danish, Eric pun juga berpamitan pada anak anaknya. Karena ingin menyusul Yoo Ra ke Seoul.
"Anak anak...teruskan pekerjaan kalian..Daddy mau menyusul Mommy kalian dulu...."pamit Eric.
"Ck...bilang aja mau pacaran...kami bukan anak kecil yang bisa dibodohi Dad.."kata Revan.
"Tuh..tahu...Van...Leni..awasi dua bocil kasmaran ini..jangan sampai mereka dewasa sebelum waktunya. Dan kamu Loey...Daady percayakan Valine sama kamu..jaga diri kalian baik baik..."kata Eric.
"Siap komandan....!"jawab mereka serempak dengan sikap hormat mengikuti cara militer.
"Ck...udah buruan berangkat..Mommy sudah telepon terus dari tadi..."kata Revan.
"Huft...dasar anak nggak ada akhlak kamu ya...sudah Daddy berangkat dulu..."kata Eric.
"Hati hati Dad....salam buat oma...Revan kangen gitu.."kata Revan.
"Iya..nanti Daddy sampaikan..."jawab Eric.
Eric pun meninggalkan putra putri mereka untuk bertolak menuju Seoul tempat kelahiran Yoo Ra dan akan kembali sebelum pernikahan Loey dan Valine.
Sementara itu suasana sebaliknya terjadi di markas Rex Guard. Bertha sedang menunggu eksekusi apa yang akan diterimanya dari Revan. Sejujurnya ia sangat menyesal dengan apa yang diperbuatnya. Namun penyesalan itu tertutup dendam yang mengakar karena penolakan Revan di masa lalu.
Sore hari setelah dari kantor, Revan menuju markas untuk memutuskan hukuman apa yabgvakan diberikan pada Bertha. Setelah 40 menit berkendara, akhirnya Revan pun sampai.
__ADS_1
"Kau ku bebaskan..namun akan ku kirim ke pulau tak berpenghuni.!"
Begitu hukuman yang diberikan Revan pada Bertha.Revan bukan tanpa alasan menghukum Bertha dengan hukuman itu. Namun selain ia bermaksud menghancurkan rumah tangga Revan, Bertha juga terlibat beberapa kasus penyelewengan dana perusahaan lewat kaki tangannya yang bekerja di perusahaan Revan sebelum restrukturisasi jabatan beberpa waktu lalu.