Jebakan Cinta CEO Baru

Jebakan Cinta CEO Baru
Keiko


__ADS_3

Jesslyn, sosok sahabat yang selalu bersedia menampung keluh kesah Leni. Sosok yang semangat, tegar, ceria dan selalu menjadi mood booster untuk para sahabatnya, kini hanya terdiam dengan tatapan mata kosong. Entah apa yang sedang di pikirkan. Tak ada sambutan pelukan atau ciuman pipi yang biasa di berukan Jesslyn pada Leni. Tubuhnya sedikit kurus dan pucat. Membuat hati siapapun yang menyayanginya tercubit.


Leni perlahan menghampiri Jess dengan berlinang air mata. Ia duduk disamping Jess sambil memeluk sahabatnya itu dari samping.


"Jess....ini aku Leni....Kamu kenapa seperti ini?harusnya kamu cerita sama aku..seperti yang kita biasa lakukan dulu..aku kangen nge ghibah sama kamu Jess..."kata Leni sambil terisak.


"Jess tau nggak week end ini aku menikah sama Mas Revan..yang kata kamu Oh Sehun abal abal yang bikin klepek klepek para cewek..dan kamu pasti juga seneng banget Jess..kamu bakal punya ponakan..aku positif hamil Jess..."lanjut Leni berusaha tersenyum saat berbicara dengan Jesslyn.Namun lagi lagi Jesslyn hanya diam, tak memberikan respon apapun. Yang membuat Leni semakin sedih.


Sementara di luar kamar Jess, Revan,Justin dan Alexa sedang serius membicarakan sesuatu yang berhubungan dengan penangkapan Felix [paman tiri Jesslyn yang terlibat kasus pembunuhan berencana, pemalsuan data, narkotika dan masih banyak lagi, author lupa. Bagi yang penasaran detail ceritanya, silahkan baca novel author My Surgeon My Hubby(tamat)].


"Just...saat ini kita hanya bisa mengikuti prosedur kepolisian, nanti disaat semua berkas dan bukti bukti lengkap, baru kita jalankan rencana kita. Biar Jesslyn sendiri yang mengeksekusi iblis itu.!"kata Revan.


"Dokter Alexa, maaf apa Anda tidak keberatan jika kami membicarakan hal ini di depan Anda?"tanya Revan yang sedikit merasa sungkan dengan Alexa.


"Tidak apa apa Tuan Revan, saya mendukung apa yang kalian lakukan, karena saya sendiri juga korban dari orangtua angkat saya"jawab Alexa.


Tak lama setelah itu, Leni terlihat keluar dari kamar Jess dan langsung bergabung dengan Revan, Justin dan Alexa. Ia duduk di samping Alexa. Revan melihat ada kemiripan antara Leni dan Alexa. Hanya saja Alexa memiliki pipi yang sedikit chubby dibanding Leni.


"Apa mungkin mereka adalah saudara kandung yang diceritakan Mbah Kakung kemarin?" batin Revan. Namun ia dengan cepat menepis perasaannya itu.


"Bro..kita langsung pamit aja ya...soalnya mau ada rapat di kantor jangan lupa datang di pernikahan gue ma Leni."kata Revan sambil menyodorkan undangan yang telah disiapkan dari rumah.


"Iya pasti aku datang..kalian hati hati...Aku juga sebentar lagi mau ke rumah sakit, masih tunggu bokap buat gantian jagain Jess."kata Justin.


" Kak...sekalian bareng kita ya...kan searah.." ajak Leni.


"Ehmmm...aku berangkat pake mobil aku aja..soalnya ntar pulangnya repot kalau nggak bawa kendaraan."jawab Alexa.


"Oh gitu ya Kak...nanti siang aku ke rumah sakit Kak buat periksa kandungan..nanti aku temuin kakak ,sekalian ngasih undangan..habisnya nggak tau kalau kakak tinggal disini..." kata Leni.


"periksa kandungan?kamu hamil Len...?kok bisa?"tanya Alexa terkejut.

__ADS_1


"Nanti aku ceritain kalau udah ketemu di rumah sakit...ceritanya panjang...dah aku berangkat dulu Kak.." kata Leni sambil memeluk dan mencium pipi kanan dan kiri Alexa.


Akhirnya, mereka pun meninggalkan rumah Justin menuju ke gedung Rex Corp, tempat Revan dan Leni bekerja. Revan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Tak ada pembicaraan berarti di antara mereka. Seakan mereka berada dalam angan masing masing. Leni memikirkan keadaan sahabatnya yang kurang baik. sedangkan Revan, memikirkan tentang kemungkinan Alexa adalah kakak kandung Leni yang dulu pernah hilang.


Setelah tiba di kantor, seperti biasa para pegawai menyambut kedatangan Boss mereka dengan membungkukkan badan. Sedangkan Revan hanya membalasnya dengan anggukan kecil dan muka datarnya. Leni yang berjalan di belakang Revan, tersentak saat Revan menarik tangannya agar posisi mereka sejajar.


"Pak Revan..." pekik Leni,namun ia tetap menggunakan panggilan formal saat di kantor.


"Len..mulai sekarang, tempatmu bukan dibelakangku, tapi disampingku.Mengerti?"kata Revan yang tak mengubah ekspresi datarnya.


"Mengerti Pak..."jawab Leni.


"Bagus...kita langsung masuk ke ruanganku aja." kata Revan sambil terus menggandeng Leni.


Para karyawan wanita berbisik bisik melihat perlakuan Revan pada Leni. Sebagian besar yang tidak menyukai Leni, menganggap Leni telah menggoda Revan agar mau menikahinya. Namun mereka tidak berani berbuat apa apa karena mereka tahu dengan resiko yang dihadapi jika berani macam macam dengan keluarga Aditya Sanjaya. Buka hanya kedudukan yang bakal terancam, namun juga nyawa mereka bisa saja di serahkan pada dua ekor Leopard peliharaan Eric dan Revan.


Sesampainya di ruangan CEO gedung Rex Corp, Leni sedikit terkejut dengan penataan ruangan yang berubah. Meja kerja yang biasa digunakan Leni kini berada di samping meja Revan.


"Mulai sekarang, kamu kerjanya satu ruangan sama aku Len..Biar kamu nggak capek bolak balik keluar masuk, waktu aku manggil kamu."kata Revan.


"Tapi Mas..kan jadi aneh dilihat karyawan yang lain..."kata Leni.


"Aku cuma nggak mau kamu kecapekan..kalau sewaktu waktu kamu lelah, kamu bisa langsung istirahat di kamar.."kata Revan.


"Tapi Mas..."


"Leni....."kata Revan dengan tatapan mata yang seolah bicara 'aku tak menerima protes'.


"Iya..iya..aku paham...makasih banyak Mas..."ucap Leni.


"sama sama Sweety...."jawab Revan sambil mencubit pipi Leni.

__ADS_1


"Jangan panggil Leni Sweety..sekali lagi Leni tegaskan Leni bukan popok bayi..." protes Leni.


"Kan kamu manis..jadi aku panggil Sweety aja..."kata Revan enteng.


"Tapi kan.."


"Kita sarapan dulu, tadi aku bikin sandwich keju sama telur. Dan ini susu kamu juga aku bawakan.."sela Revan sambil mengeluarkan dua kotak makan berisi sandwich dan satu tumbler berisi susu hamil milik Leni.


"Ini Mas Revan yang siapin?"tanya Leni.


"He.em...maaf ya cuma bisa bikin sandwich aja..."kata Revan.


"Makasih banyak Mas..."ucap Leni dengan mata berkaca kaca.


"Udah..bapernya dilanjutin nanti aja..kita makan dulu,kasian tuh Revan Junior udah kelaparan.."kata Revan.


"Iiihh..aku kan cuma terharu Mas..."kata Leni.


"Terharu nggak bikin kenyang Len...."jawab Revan. Ia kemudian menghampiri Leni dan berjongkok dihadapan perut rata Leni.


"Keiko...baik baik di perut Bunda ya Nak...jangan bikin Bunda nangis..."kata Revan sembari mengecup perut rata Leni.


"Keiko...?"kata Leni sambil mengernyitkan dahi.


"Namanya Keiko artinya kebahagiaan...aku pengen kasih nama dia Keiko.."kata Revan.


"kalau lahirnya cowok?" tanya Leni.


"Entah kenapa Aku sangat yakin dia perempuan Len...."kata Revan.


"Mau laki..mau perempuan, yang penting dia sehat Mas.."lirih Leni.

__ADS_1


"Udah..makan dulu..kasihan Keiko kalau sampai kelaperan.." kata Revan sembari bangkit. Mereka pun menikmati sarapan bersama sebelum memulai rapat hari ini.


__ADS_2