
"Maaasss..kok pakai daster sih?" teriak Leni dari balik ruang ganti.
"Biar nyaman di kamunya Len..." jawab Revan.
"Kan aneh juga..masa ke supermarket pakai daster..."omel Leni sambil keluar dari kamar ganti dengan wajah cemberut. Ia mengenakan daster motif batik yang biasa dipakai emak emak (kaya punya author juga🤣).
"Itu dedeknya biar nggak keplenet Len...."kata Revan.
"Kan masih kecil juga Mas...."protes Leni.
"Udah..nggak usah pake protes..kita turun makan malam dulu baru belanja ke supermarket...ok?" kata Revan.
"Mas ke supermarket pake kaya gitu juga?"tanya Leni menunjuk penampilan Revan yang memakai sarung kotak kotak dan kaos oblong warna abu abu.
"Emang kenapa Len kalau pake kaya gini? Kan biar nggak ada yang godain aku..." kata Revan.
"Ish..aneh..!" umpat Leni.
"Sekalian bawa jaket Len..habis makan malam langsung berangkat."kata Revan.
Leni dan Revan turun ke ruang makan keluarga bersamaan. Eric, Yoo Ra dan Valine telah menunggu mereka di ruang makan. Revan dan ayahnya memang sudah biasa hanya mengenakan sarung ketika sore hari di rumah, sedangkan Yoo Ra seringkali hanya mengenakan baju kebesaran emak emak alias daster batik yang longgar. Namun sama sekali tidak mengurangi kecantikannya. Sedangkan Valine lebih nyaman mengenakan setelan piyama pendek bergambar kartun.
"Kalian kok bawa jaket?memang mau kemana?" tanya Eric.
"Setelah makan malam aku sama Leni mau ke supermarket sebentar Dad..mau beli susu hamil buat Leni..." jawab Revan.
"Susu hamil...?jadi beneran, Leni hamil?"tanya Yoo Ra dengan nada antusias.
"Iya Mom...tadi sore Leni udah cek pakai testpack hasilnya positif.." jawab Leni sambil menunduk.
"Sayang...kita jadi calon opa dan oma...kita punya cucu Yang..." kata Yoo Ra dengan mata berkaca kaca karena bahagia. Eric pun tak kalah bahagia walaupun tak seheboh Yoo Ra.
"Selamat ya..Van..Leni...jaga cucu kami baik baik...terlebih kamu Van...harus jadi suami siaga..harus selalu ada kapan pun dan dimanapun Leni dan bayinya butuh kamu...Understand Son..?"pesan Eric.
"Jangan kaya Daddy kalian...tiap Mommy lahiran, berakhir sendirian di ruang bersalin..gara gara pingsan lihat darah...kan nggak lucu..iya kan sayang?"kata Mom Yoo Ra sambil melirik suamminya.
"Yang..jangan pake bongkar rahasia gitu dong..malu sama anak anak.." bisik Eric namun masih dapat di dengar anak anaknya.
__ADS_1
"Katanya ketua Rex Guard kok bisa pingsan lihat Mommy lahiran? bukannya hampir tiap hari nembakin kepala orang Mmom..?Revan aja sampai sekarang ngeri kalau harus eksekusi sendiri."kata Re-van.
"Tau tuh Daddy kamu..badannya aja yang gede,kekar giliran disuruh nunggu istri lahiran belum apa apa udah pingsan.."kata Yoo Ra dengan cueknya.
"Sayaaaang.....udah ah..malu sama menantu!" kata Eric sambil melirik calon menantunya yang sudah menahan tawa.
"Tapi walaupun begitu...Daddy kalian itu, adalah laki laki paling siaga menurut Mommy, dulu waktu Revan kecil, dia paling jago begadang, siang harinya tidur terus. Tapi Daddy kalian selalu nyuruh Mommy buat istirahat,Daddy yang jagain Revan sampai pagi, padahal pagi sampai sore dia harus bekerja, ketika malam hari masih begadang jagain Revan.."kenang Yoo Ra.
"Begitupun waktu Valine baru lahir, Valine tuh sering demam, sering sakit, dan sedikit lebih rewel dari bayi pada umumnya, tapi Daddy kalian selalu jadi orang pertama yang ada untuk Valine waktu dia rewel dan sakit. Mommy sangat beruntung punya suami seperti Daddy kalian..."kata Yoo Ra dengan tulus.
"Harusnya aku sayang yang merasa beruntung punya istri hebat sepertimu.." kata Eric sambil mengecup dahi Yoo Ra yang duduk di sampingnya.
"Mommy Daddy..mata suci ku ternodai...kalian nggak lihat ada anak kecil disini..." kata Valine kesal.
"Oh..sayang kasian anak Daddy sini sini...duduk dekat sama Daddy..mau disuapin Daddy mamamnya?" goda Eric.
"Iihh..daddy apaan..." rajuk Valine.
"Van..Daddy mau tanya sesuatu ke kamu.." kata Eric kini lebih serius.
"Ya Dad..."jawab Revan singkat.
"Iya Dad..Revan kebetulan ada tabungan dari hasil kerja sama Justin dulu..Revan beliin tanah di kampung, rencananya mau Revan bikin kebun kapulaga,kaya punya Mbah kakung Leni..hasilnya lumayan gede Dad..itung itung bisa buat lapangan kerja disana, juga buat masa depan kami nanti Dad..Mom.." jelas Revan.
"Ok..Daddy dukung usaha kamu..emang kamu udah cari orang buat ngolah tanah disana..?" tanya Eric.
"Kebetulan Mbah Kung udah cari orang..soalnya beliau yang lebih tahu.."jawab Revan.
"Iya...Dad mengerti, Daddy harap kamu nggak ngrepotin Mbah Purwo..kasihan.." kata Eric mengingatkan.
"Nggeh Ndoro...."jawab Revan dan dihadiahi lemparan kerupuk oleh ayahnya. Suasana makan malam pun berjalan dengan santai dan penuh canda.
"Mommy...Dad,aku sama Leni mau ke supermarket dulu.." ijin Revan.
"Leni ikut?"tanya Yoo Ra.
"Iya Mom...lagi kumat ngeyelnya.."jawab Revan.
__ADS_1
"Leni jangan lupa bawa jaketnya sayang..hati hati jagain Revan biar nggak jelalatan itu calon bapak." kata Yoo Ra. Dan hanya dibalas muka cemberut Revan.
"Iya Mom..hehe..Valine mau nitip sesuatu nggak?"kata Leni.
"Seblak Kak...beliin yang instan aja..."jawab Valine.
"Oke...Mommy sama Daddy mau nitip?"tanya Leni.
"Nitip calon cucu aja sayang...."jawab Yoo Ra.
"Pasti dong Mom..." kali ini Revan yang menjawab.
"Kalian mau keluar rumah pake baju kaya gitu.?"tanya Yoo Ra.
"Iya Mom..cuman deketan aja...ribet kalau musti ganti baju."jawab Revan.
"Benar benar Like daddy Like Son..."kata Yoo Ra sambil menepuk jidatnya.
Mereka berdua pun berangkat menuju ke tempat belanja yang biasa mereka kunjungi milik Eric. Revan yang hanya mengenakan sarung dan kaos oblong berbalut hoody hitam dan Leni yang hanya memakai Daster batik coklat dengan luaran bolero hitam dan rambut dicepol sederhana. Tak ada yang mengira mereka adalah putera dan menantu seorang konglomerat pemilik beberapa hotel, mall,supermarket serta beberapa gedung apartemen di ibukota dan luar daerah lainnya.
"Mas..pakai maskernya dulu..." kata Leni sambil menyodorkan masker berwarna hitam.
"Aku kan nggak lagi kena flu Len..." jawab Revan
"Buat pengaman dari ulet bulu..."kata Leni.
"Hah...?" Revan belum mengerti.
...----------------...
bab ini khusus aku tulis buat suami tercintaku, yang udah jadi silent readerku, yang sudah memberi hal hal terbaik untuk kami bertiga(Aku, Noel dan Diamond)..makasih banyak..aku tau kamu diam diam jadi silent reader ku yang paling setia...
Buat para readers makasih banyak udah ninggalin jejak like atau comment di tulisan kedua aku yang aku buat spesial buat kalian semua..
🥰🥰🥰🥰
selamat membaca kisah ini..
__ADS_1
Happy Valentine semuanya
semoga kasih sayang selalu meliputi hati kita....💝💝💝