Jebakan Cinta CEO Baru

Jebakan Cinta CEO Baru
Apa Saya Boleh Jadi Istri Bapak?


__ADS_3

Pukul 10 Revan dan Leni berangkat menuju kantor. Ada yang berbeda hari ini. Jika biasanya mereka ke kantor menggunakan mobil, kali ini Leni meminta Revan untuk memboncengnya dengan motor matic milik Leni yang ia tinggal di rumah Revan.


Sebenarnya Revan enggan jika harus mengendarai motor. Bukan karena apa, tapi lebih karena mengkhawatirkan kehamilan istrinya. Namun bukan Leni namanya kalau tidak ngeyel. Motor matic yang pernah menjadi saksi kekesalan Leni pada Revan itu pun akhirnya membawa mereka ke kawasan gedung perkantoran elit. Perjalanan kali ini lebih cepat karena memang jalanan di jam jam saat ini lebih lengang.


Tak ada yang menyadari siapa dua orang yang sedang berboncengan masuk ke halaman salah satu gedung pencakar langit itu. Satpam yang berjaga di depan kantor menghentikan dua orang tersebut. Revan yang mengenakan helm fullface hitam dan jaket kulit warna mocca sama sekali tak dikenali oleh satpam. Sedangkan Leni juga mengenakan jaket parasut serta masker penutup wajah.


"Maaf mau bertemu siapa?"tanya satpam itu ketika menghentikan motor yang dikendarai Revan.


"Saya mau mengadakan meeting di kantor."jawab revan dengan nada datar.


"Maaf bisa menunjukkan ID Card perusahaan?"tanya satpam itu.


Revan pun membuka helm nya dan seketika satpam itu pun kaget.


"Apa saya harus menunjukkan ID card di perusahaan saya sendiri?"tanya Revan dengan sikap Bossy nya.


"Ma...ma..maaf Pak Bos..saya tidak mengenali Pak Bos..orang biasanya pake mobil..nah ini pakai motor..sekali lagi maafkan saya Pak Bos"kata satpam itu dengan nada penyesalan.


"Ck..."Revan hanya berdecak.


"Iya nggak apa apa Pak...Anda sudah menjalankan tugas dengan benar. Permisi..."kali ini Leni yang menjawab satpam itu.


"Silahkan Bu Bos..."kata satpam itu ramah.


Revan pun memarkirkan motornya di parkir khusus petinggi perusahaan. Tak lupa ia membantu Leni melepas helmnya dan merapikan rambut Leni yang sedikit berantakan.


"Nah..udah cantik lagi..."kata revan

__ADS_1


"Emang tadi jelek? Kamu ngatain aku jelek Mas?"tanya Leni yang kesal.


"Ya nggak gitu My Sweety Honey Bunny....kamu mau bagaimanapun tetap cantik istriku..setelah aku rapiin rambut kamu kan jadi tambah cantik..."kata Revan sambil menyubit pipi Leni yang lebih berisi.


Leni pun kembali tersenyum. Dan itu membuat Revan lega. Mood Leni yang naik turun semenjak hamil membuat sport jantungnya sedikit meningkat. Melihat senyum istrinya itu merupakan suatu kebahagiaan tersendiri untuk Revan.


"Ayo masuk..lewat samping aja.."kata revan. Ia selau lewat pintu samping perusahaan jika sedang terlambat. Agar tidak menimbulkan perhatian bagi para karyawan. Kali ini ia lewat pintu samping karena sebenarnya Revan dan leni masih dalam libur cuti menikah.


"Iya Pak..."jawab Leni.


"Kok Pak?"tanya Revan.


"Di kantor Mas...selama di kantor aku tetap jadi bawahan kamu. kita harus profesional. Tak menerima penolakan.!"kata Leni dengan tegas.


"Tapi...."


"Saya tak menerima tapi tapian dari Bapak."kata Leni.


Leni mengikuti Revan di belakangnya, sama seperti saat mereka belum menikah. Hal itu membuat Revan sedikit kesal. Revan berhenti tiba tiba dan membuat Leni menabrak punggung kokoh Revan.


Bruk.


"Apa apaan sih Pak..masa berhenti tiba tiba gitu..."kata leni sambil mengelus jidatnya.


"Walaupun kamu asisten sekaligus sekretaris pribadi saya, tapi kamu tetap istri saya. Jadi jalanlah di samping saya. Kamu mau suami sekaligus bosmu yang tampannya di atas level idol K-Pop yang namanya Bihun Bihun itu di bully karyawan?"tanya Revan dengan nada kesal.


"Sehun Pak...bukan Bihun..emang bapak yang bihun..?"kata Leni.

__ADS_1


"Alah sama aja..."kata Revan sambil menarik tangan Leni menuju ruangan mereka di lantai paling atas gedung Rex Corp.


Leni dan Revan tampak serius mempersiapkan materi presentasi yang akan mereka lakukan setelah jam makan siang. mereka mempersiapkannya sebaik mungkin karena Klien mereka kali ini sangatlah perfeksionis. Jadi Revan tak mau kerjasama yang akan mereka jalin gagal karena kesalahan kecil.


"Nanti yang presentasi kamu aja ya Yang?"kata Revan.


"Iya....Pak..apa saya boleh tanya?"tanya Leni.


"Hm..."jawab Revan singkat. Karena sejujurnya ia kesal dengan sikap formal Leni.


"Apa nanti mereka mengirim Ms. Michiko lagi?"tanya Leni.


"Sepertinya iya..emang kenapa?"tanya Revan pura pura tak tahu atas kecemburuan Leni.


"Nggak apa apa...."jawab Leni sedikit ketus.


"Kamu cemburu..hmm?"tanya Revan sambil memonyongkan bibir di dekat Leni.


"Nggak lucu.."jawab Leni langsung mengecup bibir manyun Revan.


"I love you..."kata Revan dengan tatapan sendu.


"Pak..saya boleh jadi istri bapak nggak saat ini..."tanya Leni sambil mengedip ngedipkan matanya. Revan yang melihat tatapan Leni langsung paham.


"Kamu nggak capek jadi istri saya..hmmm?"tanya Revan,sambil tersenyum jahil.


"Never...."bisik Leni di telinga Revan. Itu langsung membuat sesuatu di bawah sana bangkit. Padahal sebelum berangkat mereka sudah olahraga dua putaran. Revan pantas mengacungkan empat jempol untuk stamina istrinya yang tengah hamil itu.

__ADS_1


"As you wish..my Sweety...."kata Revan langsung membopong Leni ke kamar pribadinya.


Mereka pun melakukan apa yang bisa readers bayangkan. Kecuali readers yang masih polos atau yang lagi jauh sama pasangan. Jangan bayangin aneh aneh...bisa baper akut!!!


__ADS_2