Jebakan Cinta CEO Baru

Jebakan Cinta CEO Baru
Alexa atau Sinta


__ADS_3

"Kak Alexa ikut juga?"tanya Leni dengan binar bahagianya.


"Iya..kebetulan jatah cutiku tahun ini belum aku ambil Len...nggak apa apa kan kalau aku ikut kalian?Vino nih yang maksa banget. Katanya pengen lihat gunung sama pantai..."kata Alexa dengan antusias.


"Ish...ada hal lain kok selain itu...kamu bakal tahu setelah disana.."kata Vino memandang lekat mata Alexa.


"Pesawat udah siap kita berangkat sekarang yuk..keburu siang nanti..."ajak Revan.


Mereka pun segera masuk ke bandara melalui jalur khusus. Mengingat mereka tidak menggunakan pesawat komersil. Revan begitu posesif menjaga Leni. Ia terus menggandeng tangan istrinya dan mengingatkan untuk jalan secara perlahan. Karena bumil satu itu sangat bersemangat dan tidak sabar agar segera sampai di kota tujuan.


Setelah 2 jam penerbangan, akhirnya sampailah mereka di kota tujuan. Alexa yang pertama kali mengunjungi salah satu kota di Jawa Timur itu takjub dengan pemandangan kota yang dikelilingi gunung dan perbukitan dengan cuaca yang cukup dingin.


"Len...bagus banget pemandangannya..."kata Alexa sambil merangkul lengan Leni.


"Kakak suka nggak kota ini?"tanya Leni.


"Suka banget...sejuk...terus nggak terlalu padat juga..ini masih jauh kalau ke rumah kakek sama nenek kamu?"tanya Alexa.


"masih sekitar 2 jam perjalanan lagi Kak.."jawab Leni yang di balas anggukan oleh Alexa.


"Lumayan jauh ya...tapi pemandangannya bagus banget...beneran healing deh kalau lihat yang ginian hehehe.."kata Alexa.


Alexa dan Leni duduk di jok belakang. Sedangkan Revan duduk di kursi kemudi dan Vino di sampingnya. Mereka berdua hanya diam mendengarkan celotehan dua kakak beradik itu di jok belakang. Namun belum ada setengah jam perjalanan, rupanya Alexa dan Leni sudah tertidur dengan posisi Leni bersandar pada bahu Alexa. Vino pun langsung memotret keduanya.


"Lihat deh Van...bener bener mirip pantes banget disebut kakak beradik..nanti gimana ya kira kira reaksi Lexa waktu ketemu kakek sama neneknya?"kata Vino sambil menerawang.


"Gue juga nggak tahu Bang..moga aja dia bisa menerima semuanya...bagaimanapun Alexa harus tahu kalau dia masih punya keluarga."jawab Revan.


"Loe bener Van..."jawab Vino sambil sibuk mengabadikan pemandangan hijau yang terhampar di luar jendela mobil. Daerah pegunungan yang masih asri serta jalanan yang berkelok kelok dan langsung berbatasan dengan jurang membuat mata Vino begitu dimanjakan.


Tak terasa perjalanan darat yang memakan waktu hampir 2 jam itu berakhir. Dan kini mereka berempat sudah sampai di depan rumah Mbah Purwo dan Nenek Fatma, kakek nenek Leni maupun Alexa. Revan membunyikan klakson mobilnya. Dan seperti biasa para tetangga sepasang kakek nenek itu keluar rumah, ingin tahu siapa yang datang.

__ADS_1


"Eh..Sri sopo to sing mandek nek ngarepan omah e Pak Purwo?kok montor e jan nggilap pol,apik tenan..."kata seorang ibu ibu drngan daster bercorak batik.


(eh..Sri siapa sih yang berhenti di depan rumah Pak Purwo?kok mobilnya mengkilap,bagus banget..)


"Lah Yu Lam..piye to sampean ki..kuwi putune Mbah Purwo,anak e sergine Sinta kae loh..bocah e rabi oleh wong sugih ko ibu kota kono..jare rabi karo bos e ngono loh.."jawab seorang wanita yang bernama Sri.


(Mbak Lam..gimana sih..itu cucunya Mbah Purwo,anaknya almarhumah Sinta. Dia sudah menikah dengan orang kaya dari ibukota sana..sama bosnya.)


"Oalah...lah aku ora ngerti wong sek seminggu balik teko Hongkong.." jawab Lam.


(aku tidak tahu kan aku baru seminggu pulang dari Hongkong.).


Sementara itu di dalam mobil, baik Revan maupun Vino masih sibuk membangunkan pasangan masing masing yang sama sama sulit dibangunkan kalau sudah jamnya tidur.


"Sweety...bangun sayang..udah sampai di rumah mbah.." Revan sambil menunjuk nunjuk pipi chubby Leni. Sedangkan Leni masih menggeliat malas.


"Eeeuugghh...masih ngantuk Mas..."rengek Leni masih dengan mata terpejam


"Iya..nanti lanjut lagi bobonya..bangun dulu yuk..." Dengan kecupan bertubi tubi dari Revan, akhirnya Leni pun terbangun.


"Yang...bangun ih...udah kaya kebo aja kesayangan abang..."ucap Vino yang masih sibuk membangunkan Alexa.


"Hm...."dehem Alexa.


"Sayang..udah sampai di rumah Mbah..bangun yuk..ntar aku cium nih..."bujuk Vino.


"Cium aja...aku masih wangi kok..walaupun tadi pagi nggak mandi..."jawab Alexa yang disambut kekehan oleh Revan dan Leni. Vino hanya geleng geleng kepala dengan tingkah sang pacar. Akhirnya ia pun menggunakan jurus terakhirnya.


"Sayang awas di paha kamu ada cacing..!!."teriak Vino.


"Aaaakkkhhhhh....mana cacingnya..??!" pekik Alexa yang spontan terkejut.

__ADS_1


"Tapi bo'ong..hahahha...."Alexa yang kesal langsung menjewer telinga Vino.Leni dan Revan pun tergelak melihat tingkah pasangan itu.


"Nyebelin banget sih..."gerutu Alexa.


"Habis susah banget di bangunin...udah nyampe di depan rumah Mbah tuh..."kata Vino.


"Hah..udah ya..kok aku nggak dibangunin sih...?"kata Alexa tanpa rasa bersalah. Vino pun hanya meraup wajahnya dengan kasar. Karena jika ditanggapi, Alexa pasti akan marah. Sedangkan Leni dan Revan masih saja terus tertawa melihat pasangan beda profesi itu.


"Sabar Bro...pasal yang nggak bisa terbantahkan 'Wanita selalu benar'..."kata Revan sambil terus terkekeh.


"Ck..."decak Vino.


Leni yang melihat rumah kakek dan neneknya sepi pun bertanya pada tetangga yang sedari tadi memperhatikan kedatangan mereka.


"Budhe...kakung sama uti kemana ya..kok sepi?"tanya Leni.


"Oh..Nduk Leni...Mbah Purwo sama Mbah Uti mungkin masih di kebun Selatan..katanya mau panen.."jawab Bu Sri.


"Bawa motor tadi?"tanya Leni.


"Iya, Nduk...coba di jemput aja pakai motornya Budhe...sebentar tak ambilkan dulu kunci motornya."kata Bu Sri. Sedangkan wanita bernama Bu Lam, terus memperhatikan penampilan Leni dari atas ke bawah, yang membuat Leni merasa kurang nyaman. Dan memutuskan untuk meminta Revan yang menjemput kakek-neneknya di kebun. Karena ia enggan bila harus menanggapi ke kepoan ibu ibu yang ditemuinya di desa itu.


Setelah menunggu sekitar 20 menit, Revan pun datang dengn membonceng Bu Fatma, dan disusul Mbah Purwo di belakangnya. Leni yang langsung memekik kegirangan saat melihat sepasang orang tua yang begitu dikasihinya.


"Mbah Kung....Utiiiii....."pekik Leni sambil menghamburkan diri ke pelukan nenek dan kakeknya.


"Ooooohh...Cucuku yang cantik..tambah bunder kamu Nduk..."goda Mbah Purwo sambil mengusap surai cucunya.


"Gara gara cucu mantu Kakung tuh...yang bikin bunder...oh ya Kung..aku mau kenalin kakung sama seseorang."


"Kak Lexa...."panggil Leni sambil menggandeng tangan Alexa. Alexa pun mendekat ke arah mereka dengan senyum ramahnya.

__ADS_1


"Kek...Nek....saya Alexa.."kata Alexa sambil meraih tangan Mbaah Purwo dan Bu Fatma bergantian tak lupa ia pun mencium punggung tangan kedua orang tua itu dengan takzim.


"S-Sin-Sinta..."Mbah Fatma langsung terjatuh tak sadarkan diri.


__ADS_2