
"Revan..?!"
"Akhirnya..ketemu juga..kangen tahu nggak..kenapa kamu nggak bilang bilang waktu pulang ke Indo..aku tuh nyariin kamu tau nggak..."kata Rossa yang tiba tiba memeluk Revan dengan mata berbinar.
"Maaf..Ros..bisa lepas pelukannya nggak..aku nggak bisa nafas.."kata Revan. Sebenarnya ia merasa risih dengan perlakuan mantan kekasihnya saat masih di London dulu.
"Oh..maaf..aku kangen banget sama kamu....kenapa juga nomor hp kamu langsung nggka aktif..harusnya kamu bilang waktu itu..jadi aku nggak bingung cari kamu..."kata Rossa panjang lebar sambil terus bergelanyut manja di lengan Revan.
"Maaf Ros...bisa lepaskan tanganmu?jujur aku merasa risih dengan tingkahmu."kata Revan to the poin.
"A...apa?risih?come on Revan..kita biasa gini dulu?"kata Rossa tak mengindahkan kata kata Revan. Ia kembali bergelanyut manja di lengan Revan.
"Rossa please....!"kata Revan tegas.
"Ma..mas....siapa dia?"Leni yang mencari Revan, terkejut melihat suaminya sedang digelanyuti seorang perempuan.
"Len....sayang..."Revan juga terkejut dengan kehadiran Leni dengan tatapan sulit diartikan.
"Maaf mengganggu..kalian teruskan dulu...aku tunggu di mobil."kata Leni sambil tersenyum namun ada raut kekesalan di sana. Leni pun berniat meninggalkan Revan dan Rossa karena kesal. Namun dengan cepat Revan mencekal pergelangan tangan Leni.
"Tunggu disini Yang..."kata Revan
"Rossa..Lepaskan!"tegas Revan. Perlahan Rossa pun melepaskan tangannya.
"Rossa..kenalkan ini Leni, istriku.."kata Revan. Leni dan Rossa pun saling berjabat tangan. Rossa melihat dari atas ke bawah penampilan Leni yang saat itu hanya mengenakan daster batik coklat dengan balutan jaket tipis dan rambut dicepol seadanya.
"Kampungan kaya gini dijadiin istri??mana kucel banget lagi..cantikan gue kemana mana lah....Revan dikasih apa sih sama nih cewek..."gumam Rossa dalam hatinya.
"Aku Rossa..mantan terindahnya Revan waktu sama sama kuliah di London...iya kan Beib...?"kata Rossa percaya diri.
__ADS_1
"Cuma mantan terindahkan...gitu aja bangga...kenalin aku wanita terindah yang selalu ada buat Revan,sekarang dan seterusnya..."kata Leni dengan ketus sambil menepis tangan Rossa.
"Sayang.....sudah ya..kita pulang yuk..."ajak Revan. Namun dibalas dengan pelototan dari Leni.
"Sayang...jangan marah marah gitu...kasihan Keiko...nanti di rumah aku jelaskan..hm..kita cari makanan buat Keiko dulu..oke?"bujuk Revan sambil menangkup wajah Leni, seperti biasa yang selalu ia lakukan saat Leni sedang merajuk.
"Awas aja kalau sampai ketahuan macem macem...tidur aja sama Rossi sono...!" ketus Leni. Revan langsung bergidik mendengar ancaman dari Leni.
Tak memperdulikan keberadaan Rossa yang semakin keki dengan kemesraan Revan pada istrinya, sepasang suami istri itupun meninggalkan supermarket.
Selama di perjalanan, Leni tetap bertahan dalam mode merajuknya. Ia hanya menjawab pertanyaan Revan dengan singkat. Namun bukannya Revan merasa kesal, ia malah semakin gemas dengan bibir Leni yang bisa di ikat karena ekspresi manyunnya.
"Sweety...aku cari karet warna warni dulu ya...."kata Revan.
"Bodo...!" jawab Leni.
"Bener nih....yakin?"goda Revan.
"Kamu nggak tanya gitu buat apa karetnya?"goda Revan.
"Gak!"
"Ihhh...gemes banget sih kalau ngambek...aku cium ya..biar tambah seksi tuh bibirnya..."kata Revan.
"Ih..nggak usah cium cium aku!mending cium nini kunti ganjen sana!"omel Leni.
"Nini Kunti Ganjen?"Revan mengernyitkan dahi.
"Itu tuh..mantan terindah kamu...enak kan tadi dipeluk peluk..?"omel Leni lagi.
__ADS_1
"Enakkan juga pelukan kamu Yang...."jawab Revan.
"Gombal!"
"Bener.....Mau langsung pulang atau beli makanan dulu...?"tanya Revan.
"Tadi janji apa?"ketus Leni lagi.
"Iya iya..kan siapa tahu kamu berubah pikiran gak jadi pengen cari jajan...."kata Revan. Ia sangat tahu bahwa istrinya saat ini sangat sensitif karena hormon kehamilannya.
"Mas..ada martabak manis tuh..berhenti dulu..."pinta Leni.
"Siap Yang Mulia Ratu...."kata Revan sambil menepikan mobilnya.
"Mas yang turun ya..aku tunggu disini aja..capek..kakiku udah mulai bengkak.."kata Leni sambil memperlihatkan kakinya yang memang sedikit membengkak.
"Iya sayang..apa sih yang nggak buat kamu..."kata Revan sambil mengecup tangan Leni.
"Ih..Daddy Keiko gombal terus ih...jangan lupa pakai masker, biar nggak dikerubutin ulat bulu sama nini kunti ganjen..."kata Leni sambil memberikan masker berwarna hitam untuk Revan.
Revan pun rela antri di kedai martabak yang memang menjadi langganan masyarakat tersebut. Selain harganya yang bisa dibilang ramah di kantong, martabak tersebut mempunyai rasa yang memang sangat enak. Setelah hampir 30 menit mengantri, ia pun kembali ke mobil dengan 5 kardus martabak aneka toping.
"Kok banyak banget Mas?"tanya Leni.
"Malam ini Loey sama Valine ke rumah...mungkin mereka nginep di rumah..soalnya besok pagi pagi ada meeting akhir bulan..jadi dia harus selesaikan laporan dari bagian keuangan."kata Revan sambil kembali melajukan mobilnya untuk pulang.
"Oh...aku besok ikut juga?"tanya Leni.
"Hmmm...boleh...kangen kantor ya...?"tanya Revan yang mengerti jika istrinya itu memang suntuk jika hanya diam di rumah.
__ADS_1
Alcha mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankannya....🥰🥰🥰
Mohon maaf lahir dan bathin...🙏🙏