Jebakan Cinta CEO Baru

Jebakan Cinta CEO Baru
Kepalanya nanti berat,Kasihan


__ADS_3

45 menit kemudian, Aunty anne datang bersama pihak hotel, karena berkali kali ia mengetuk pintu tapi tidak ada yang menyahut di dalam. Jadi ia terpaksa memanggil pihak hotel untuk membuka pintunya dengan kunci cadangan. karena waktu yang baik untuk prosesi panggih tinggal 2 jam lagi. Dan ia harus segera kembali merias Leni.


Saat pintu hotel terbuka, ia langsung masuk. Aunty Anne hanya geleng geleng melihat keponakan dan menantunya itu sedang tidur nyenyak. Sedang Revan memeluk perut rata sang istri. Ia hanya tersenyum dan langsung memotret keduanya, lalu mengirimkan hasil jepretannya ke Yoo Ra.


"Ommo.....Eonnie...mereka so sweet sekali...."balas Yoo Ra kemudian.


"Tapi aku harus bangunkan Leni. Dia kayanya belum mandi juga."jawab Aunty Anne.


"Iya Eonnie..tapi pelan pelan...putriku pasti kelelahan."balas Yoo Ra.


"Iya"balas Aunty singkat.


Aunty Anne pun menggoyang goyangkan tubuh Leni pelan.


"Len..Leni..sayang..bangun dulu yuuk...."kata Aunty Anne.


Leni perlahan mengerjab ngerjabkan mata. Ia teringat bahwa ia belum mandi. Saat menolehh, ia melihat Aunty Anne sedang tersenyum.


"A..aunty..maaf Leni ketiduran."kata leni.


"Gak apa apa Nduk..buruan mandi sana udah hampir sore, kamu harus di paes dulu..Biar Revan nanti aja dibangunkan"kata Auntu Anne.


"Iya Aunty..Leni mandi dulu."kata Leni. Ia pin beranjak dari tempat tidurnya dan langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya yang sudah sangat Lengket.


Aunty Anne memandangi wajah polos keponakannya yang sedang tertidur itu. Tangan Anne mengusap rambut hitam Revan penuh kasih sayang. Walaupun ia sangat suka menggoda Revan hingga membuatnya kesal, Anne sangat menyayangi keponakannya itu. Sejak kecil Revan selalu di titipkan padanya jika Eric dan Yoo Ra sedang pergi ke luar kota untuk pekerjaan.

__ADS_1


"Kamu sudah besar Le...rasanya masih kemaren Aunty gendong kamu kemana mana buat ngrias orang, ngantar jahitan, kalau Mommy sama Daddy mu ke luar kota. Eh..sekarang malah sudah mau nikah, ninggal Aunty..."kata Aunty Anne sembari mengecup kening keponakan tampannya itu. Lalu ia membenarkan selimut Revan hingga sebatas punggungnya.


10 menit berlalu, Leni akhirnya keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai bathrobe.


"Sini Nduk..dirias dulu...."kata Aunty anne. Leni pun mendekat ke arah meja rias. Segera Aunty Anne memegang pucuk kepala Leni dan merapalkan doa doa sebelum merias pengantin.


"Sekarang kamu berdoa dalam hati ya Nduk.. agar semuanya lancar hingga akhir." Leni pun menutup matanya sembari berdoa. Dan Anne mulai merias Leni sesuai dengan adat jawa yangbakan dikenakan.


Tak lama kemudian, Yoo Ra dan Eric masuk ke kamar Leni dan Revan. Yoo Raa telah selesai dirias,Ia terlihat cantik mengenakan kebaya merah hati yang kontras dengan kulit putihnya. Eric juga terlihat gagah dengan beskap warna yang sama dengan sang istri.


Mereka berdua hanya geleng gelengbketika melihat Revan yang masih tidur nyenyak. Sedangkan mereka semua sudah siap.


"Mbak ini gimana mantennya kok malah masih tidur?"tanya Eric.


"Biarin Ric..sengaja,biar nggak ngribetin..hehe..lagipula revan ganti bajunya cepet,kasihan kalau dibangunkan.."jawab Aunty Anne.


"Yang bangunin Revan...masa yang lain sudah siap dia masih muka bantal gitu."kata Eric pada sang istri.


"Iya...sebentar..."jawab Yoo Ra. Ia pun membangunkan anak laki laki nya itu.


"Van..bangun sayang....Leni udah siap tuh..."kata Yoo Ra sambil menggoyang goyangkan tubuh Revan. Karena tak bangun juga, akhirnya ia mencolek telapak kaki puteranya tersebut. Dan tak lama kemudian Revan langsung menggeliat.


"Ternyata kebiasaan dari kecil Revan nggak berubah ya Yoo?"tanya Aunty Anne.


"Hehe..masih tetap dia Eonnie..."jawab Yoo Ra.

__ADS_1


"Len...kalau Revan susah dibangunkan tinggal colek kaya Moomy mu tadi aja pasti bangun..Tuh kan..melek dia..."kata Aunty Anne pada Leni.


"Iya Aunty..."jawab Leni sambil menunduk malu.


"Mommy...Dad...udah disini semua..?"tanya Revan dengan suara serak khas bangun tidur.


"Iya...tinggal nunggu kamu tuh..Leni aja sanggulnya udah hampir selesai..."kata Eric sambil melirik sang menantu yang sedang dirias.


"Iya Revan cuci muka dulu..."jawab Revan.


"Nggak mandi sekalian?" tanya Eric.


"Sudah mandi tadi waktu pulang dari gereja."jawab Revan sembari menuju kamar mandi untuk mencuci mukanya.


Tak lama kemudian, Revan keluar dari kamar mandi. Matanya langsung tertuju pada Leni yang sedang di sanggul menggunakan konde besar dan banyak sekali hiasan rambut yang biasa disebut Cunduk Mentul yang berjumlah sekitar 7 buah yang ditusukkan pada sanggulnya. Harum roncean bunga melati segar pun langsung menyeruak di kamar tersebut.


"Aunty..itunya yang goyang goyang jangan banyak banyak dong...kasian Leni berat..."kata Revan dengan polosnya. Dan membuat orang yang ada disana terkekeh.


"Ckckck...kamu itu pinter bahasa Inggris, pinter bahasa Korea, pinter ngurus perusahaannya Bapakmu,tapi kok yow sableng tenan...Yang goyang goyang itu namanya "Cunduk Mentul", jumlahnya memang harus ganjil. Ini yang Aunty pasang jumlahnya ada 7, itu juga ada maknanya. Maknanya tujuh itu bahasa jawanya pitu berarti pitulungan atau bahasa Indonesianya pertolongan. Jadi dimanapun kamu mendapat kesulitan disitu diharapkan ada pertolongan dari Tuhan. Mengerti Le..cah ngganteng?"kata Aunty Anne. Revan hanya manggut manggut sambil mengerucutkan bibir seperti berpikir sesuatu.


"Terus itu juga jangan item item Aunty...mending kaya kemarin aja tipis tipis..lebih cantik..."kata Revan mengomentari "pidih" yang dilukiskan Anne di dahi Leni.


"Kamu tau dari mana?ngumpet ngumpet ke sini?"tanya Anne dengan tatapan menyelidik.


"Dikirimin Loey..heheh" jawab Revan terkekeh.

__ADS_1


"ERRRIIIIIIIIIICCCCC.....anakmu gowoen ngalih mumet aku(Erik..bawa anak mu pergi..pusing aku!)"teriak Aunty Anne.


__ADS_2