
"Bu...mohon tunggu di luar saja..."kata salah seorang perawat saat Leni akan ikut masuk.
Leni hanya bisa memandangi Justin dan beberapa perawat yang sedang memeriksa keadaan Revan yang masih saja memejamkan mata namun sepertinya ia juga dalam keadaan setengah sadar. Air matanya mengalir deras melihat suaminya. Laki laki tampan yang biasanya selalu melindunginya, yang selalu menjaganya, kini hanya tergolek lemah dengan jarum infus yang tertancap di punggung tangannya dan selang oksigen di hidungnya.
Setelah kurang lebih setengah jam, Justin keluar dari ruangan tindakan.
"Bagaimana Dokter Justin keadaan suami saya?"tanya Leni begitu Justin keluar ruangan.
"Vertigo dan migrainnya kambuh, biasanya terjadi karena faktor stress dan kelelahan. Kamu tenang aja, tadi Revan sudah disuntik obat untuk vertigonya serta pereda nyeri di kepala. Sebisa mungkin jangan banyak bergerak untuk beberapa hari kedepan"jelas Revan.
"Apa sebelumnya Mas Revan pernah seperti ini Dok?"tanya Leni. Justin menganggukkan kepalanya tanda mengiyakan.
"Terakhir kambuh parah waktu sidang skripsi. Saya minta kamu tolong selalu ingatkan Revan untuk tidak stress dan kelelahan karena itu faktor utama penyebab vertigonya kambuh.."pinta Justin.
"Iya Dok..terimakasih..."kata Leni.
"Sama sama..saya permisi dulu."kata Justin. Sepeninggal Justin brankar Revanpun dIdorong menuju ruangrawat VIP di rumah sakit itu.
Malam harinya, Eric dan Yoo Ra diikuti Loey dan Valine datang ke rumah sakit. Eric dan Yoo Ra masih berada di luar kota saat diberitahu bahwa Revan sakit. Sedangkan Valine baru saja pulang dari surabaya bersama Loey.
Melihat kedatangan mertua, adik ipar serta kakak sepupunya Leni yang sedang mengerjakan tugas kuliah jarak jauhnya langsung mengakhiri pekerjaannya. Dan menyapa mereka terlebih dulu.
"Mom..Dad..."sapa Leni seraya mencium punggung tangan keduanya. Yoo Ra langsung menarik Leni ke dalam pelukannya. Dan Leni pun tak dapat lagi menahan air matanya. Ia menangis di pelukan ibu mertuanya.
"Maafin Leni Mom...Leni nggak bisa jaga Mas Revan, bahkan Leni sampai nggak sadar kalau Mas Revan lagi drop."tangis Leni.
"Sudah...bukan salah kamu sayang..mungkin memang waktunya Revan untuk istirahat sebentar...kamu sudah melakukan yang terbaik.."kata Yoo Ra sambil mengelus puncak kepala Leni. Setelah tenang Leni juga memeluk Valine dan Loey.
"Revan..apa yang terjadi sama kamu?"Yoo Ra nampak sangat bersedih melihat anak sulungnya tergolek lemah dengan mata terpejam. Air matanya meluncur begitu saja saat melihat Revan.
"Momm....aku nggak apa apa..cuma pusing aja..."lirih Revan dengan mata terpejam.
__ADS_1
"Len..apa.yang sebenarnya terjadi sama Revan?"tanya Loeyandra.
"Ndra...kata dokter Justin vertigonya sama migrainnya kambuh..tadi siang sehabis meeting dengan klien, tiba tiba aja dia mimisan."jawab Leni. Ia pun menceritakan keadaan Revan.
"Hmm....dia memang kaya gitu kalau stress...terakhir kambuh waktu selesai sidang skripsi..bahkan lebih parah dari ini...kamu yang sabar ya Dek...."kata Loey menenangkan Leni.
"Iya Kak...makasih ya...."kata Leni sambil tersenyum.
"Leni....."panggil Revan lemah. Leni pun menghampiri Revan.
"Iya Mas...kamu pengen apa?"tanya Leni.
"Kamu belum makan kan dari tadi siang..."tanya Revan dengan mata yang terus terpejam. Karena jika ia membuka matanya, bisa dipastikan pusingnya bertambah parah dan terasa berputar hingga menyebabkan mual.
"Aku udah makan kok Mas..."jawab Leni berbohong. Ia tak bisa makan melihat orang yang dicintainya tergolek lemah.
"Jangan bohong...kasihan Keiko kalau kamu nggak mau makan...makan dulu gih...suruh antar Loey atau Val..."kata Revan.
"Leni....."Kata Revan tanda ia tak mau dibantah.
"Ya udah..aku makan dulu....nggak apa apa kan aku tinggal sebentar?"tanya Leni sambil menggenggam tangan Revan.
"He'em...suruh antar Valine atau Loey ya....jangan sendirian..."kata Revan.
"Iya....Mom..Dad aku keluar dulu..."kata Leni pada mertuanya.
"Iya Len...tenang aja ada kami di sini.."jawab Eric sambil tersenyum.
Leni dan Loey pun menuju kantin rumah sakit untuk mencari makan. Seperti biasa, dua kakak beradik itu selalu bergandengan jika mereka jalan bersama. Loey akan menjelma menjadi kakak yang sangat posesif jika bersama adik sepupunya itu. Tak peduli Leni sudah menikah atau belum. Orang yang tak tahu hubungan mereka, akan mengira mereka adalah sepasang kekasih.
Cekrek.
__ADS_1
Cekrek.
Seorang wanita mengendap endap di balik dinding untuk mengambil foto mereka berdua. Tak lama kemudian, ia pun mengirim hasil jepretannya ke seseorang. Ia menyeringai puas.
"Saya sudah melakukan pekerjaan saya. Sepertinya pria itu adalah selingkuhan Nona Leni...ini bisa jadi bukti untuk menghancurkan rumah tangga mereka."kata perempuan tadi.
"Apa kau yakin laki laki itu selingkuhannya?"
"Saya sangat yakin. Pria itu sahabat Revan juga calon menantu di keluarga Aditya Sanjaya."kata perempuan tadi.
"lanjutkan tugasmu."
Tanpa.disadari si penguntit, Loey dan Leni sudah mengetahui ada yang mengambil foto mereka diam diam dari pengawal bayangan Revan yang tersebar di setiap sudut rumah sakit. Maka dari itu Loey lebih mengeratkan pelukannya pada Leni seakan akan mereka benar benar sepasang kekasih.
Leni dan Loey kembali melancarkan aksinya di kantin. Bahkan tak canggung mereka saling menyuapkan makanan dan saling membersihkan makanan di sudut bibir masing masing. Membuat si penguntit percaya bahwa mereka benar benar pasangan yang sedang berselingkuh.
Di kamar rawat Revan, Justin dan Michael, ayahnya juga ikut berkumpul di sana. Justin memeriksa kondisi Revan dan menyuntikkan obat untuk meredakan vertigonya. Saat justin sedang serius memeriksa Revan, tiba tiba Eric dan Michael tertawa keras. Membuat semua orang yang ada di ruangan itu terkaget.
"Ada apa sih Dad....ketawa kenceng banget nggak tahu anak lagi sakit apa...?!" kesal Revan.
"Hahahhah.....kalau kamu lihat Leni dan Loey pasti kaget..."kata Eric.
"Memang kenapa dengan mereka berdua Dad?"tanya Yoo Ra yang ikut penasaran.
Eric pun menceritakan bahwa Leni dan Loey sedang di ikuti oleh seseorang yang menginginkan rumah tangga Leni dan Revan berantakan. Beruntung dua bersaudara itu tahu dari para pengawal bayangan. Jadi Leni dan Loey semakin gencar untuk memanas manasi si penguntit.
Yoo Ra pun ternganga mendengar cerita Eric.
"Ada untungnya juga ya...kita tidak mengumumkan hubungan Leni dan Loey yang sebenarnya.hehehe...."kata Yoo Ra sambil terkekeh.
"Ish...kalian bikin aku sebel aja sih..dasar kakak ipar nggak ada akhlak..."umpat Revan,namun tak lama kemudian ia pun tertidur karena obat yang disuntikkan Justin.
__ADS_1
"