
Revan terus memacu mobilnya dengan kecapatan tinggi menuju rumah sakit terdekat, karena jika ia membawa Leni ke Ganendra Medichal Center akan terlalu jauh dan semakin membahayakan nyawa wanita itu. Sesekali ia melirik Leni yang tak sadarkan diri.
15 menit kemudian,akhirnya ia sampai di sebuah rumah sakit yang tak terlalu besar. Revan membopong tubuh Leni yang berbalut selimut tebal dan meletakkannya di brankar.
"Suster ia hampir tenggelam di bathtube jangan membuka selimutnya jika hanya ada perawat laki laki" kata Revan. Ia sangat tak rela jika miliknya dilihatboleh laki laki lain.
Awalnya perawat itu heran tapi akhirnya mereka mengerti dan menyuruh Revan untuk keluar dari ruang UGD.
Ia segera menelepon orang tuanya dan memberitahukan kejadiannya.Tak berselang lama, Erik dan Yoo Ra sampai di rumah sakit. Revan terus berdoa agar tak terjadi apa apa pada Leni.
"Nak..apa yang terjadi? Dimana Leni?" tanya Yoo Ra.
"Mom...dia pingsan saat berada di kamar mandi dan hampir tenggelam di bathtube.." jelas Revan.
Erik langsung melayangkan tinjunya ke arah Revan. Revan pun terhuyung karena tidak bisa menjaga keseimbangannya.
"Anak kurang ajar..apa yang kamu pikirkan..Hah?hingga kamu menghancurkan masa depannya..." tanya Erik dengan nada tinggi. Sedangkan Revan masih dengan posisi duduk dan bibirnya sedikit terluka.
"Sudah sayang...semuanya sudah terjadi, Revan hanya menyelamatkan Leni..mereka berdua hanya korban disini..." ucap Yoo Ra menenangkan suaminya.
"Maafkan aku yah...aku akan menikahi Leni secepatnya."kata Revan
"Kamu memang harus melakukannya. Berani berbuat harus berani bertanggungjawab. Keputusanmu sudah benar nak..." kata Ayah Revan sambil membantu Revan berdiri dan menepuk bahunya pelan.
Tak lama kemudian dokter yang menangani Leni keluar.
"Dokter bagaimana keadaan Leni?" tanya Revan.
"Beruntung anda tidak terlambat membawanya kemari Tuan...jika terlambat sedikit saja akan sangat fatal akibatnya. Saat ini pasien masih belum sadarkan diri akibat hipotermia yang dialaminya.Kami masih berusaha menormalkan kembali suhu badannya." kata dokter itu.
"Apakah artinya dia belum keluar dari masa kritisnya dok....?"tanya Revan.
"Untuk saat ini kami masih berusaha." kata dokter itu. yang seketika membuat Revan terduduk.
"Apa kami boleh menjenguknya dok?" tanya Yoo Ra.
"Maaf Nyonya biar pasien dipindahkan ke ruang ICU dulu." jawab dokter.
__ADS_1
"Leni pasti baik baik saja Nak...."Kata Yoo Ra menenangkan Revan.
"Mom...Ayah...aku titip Leni.Aku akan membuat perhitungan dengan Jeni." kata Revan sambil bangkit berdiri.
"Pergilah Nak..hubungi ayah jika kamu membutuhkan bantuan."kata Erik.
Revan meninggalkan rumah sakit dan menuju markas Rex Guard. Karena anak buahnya telah menyeret wanita bernama Jeni itu ke markasnya. Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
30 menit kemudian, sampailah Revan di sebuah bangunan tua yang jauh dari keramaian.Di sana ia telah disambut oleh anak buahnya.
"Dimana dia?" tanya Revan dingin.
"Di ruang bawah tanah tuan."jawab Thomson,salah satu anak biah kepercayaannya. Revan segera menuju ke tempat ia biasa menyiksa para penjahat itu.
Disana, terlihat seorang wanita cantik yang terikat dengan mulut yang tersumpal kain hingga ke tenggorokannya.
Revan mengangkat dagu wanita itu dan melepaskan sumpalannya. hingga wanita itu terbatuk.Ia mengelus kulit wanita itu dengan tangannya yang memegang silet, lalu menggoreskannya.
"Aaarrrggghh....sakit Rev..."kata Jeni.
"sakit? benarkah?" tanya revan dengan seringai devilnya.
"Rev...beri aku kesempatan sekali saja Rev..aku ingin membuatmu bahagia.." Rengek Jeni.
"Owh..begitu ya...baiklah kamu ingin membuatku bahagia kan?" tanya Revan.
"Thomson..panggil teman temanmu yang ingin kehangatan saat ini. Nikmati saja tubuh wanita tak tahu diri ini. Setelah selesai, suntikkan obat berisi virus yang membuatnya meregang nyawa pelan pelan. Dan buang mayatnya ke tempat yang penuh dengan binatang buas.!" perintah Revan.
"Ti..ti..tidak...Revan..jangan lakukan itu padaku Revan.Toloooong..lepaskan..Hmmmmppt...! teriakan Jeni seketika berhenti karena anak buah Revan menyumpalnya kembali dengan kain sebelum memulai aksi mereka.
Revan meninggalkan tempat itu untuk kembali ke rumah sakit tempat Leni dirawat.Sesampainya dirumah sakit, Revan langsung menuju ke bangsal ICU karena Leni sudah dipindahkan kesana, ia masih mendapati kedua orang tuanya menunggu didepan ruang ICU.
"Mom..Yah...lebih baik kalian pulang dan istirahat..biar aku yang menjaga Leni." kata Revan.
"Baiklah Nak..kami pulang dulu.." kata Erik.
Sepeninggal Erik, Revan masuk ke ruangan Leni dirawat. Wanita jenius yang cantik dan ceria kadang juga absurb itu kini tergolek tak berdaya dengan selang dimana mana. Wajahnya terlihat pucat pasi walaupun bibirnya tak lagi biru seperti tadi pagi saat ia menemukannya.
__ADS_1
"Len...bangunlah...jangan membuatku semakin bersalah padamu...walaupun saat ini belum ada cinta diantara kita, aku akan terus belajar mencintaimu..." kata Revan sambil menggenggam tangan Leni yang masih terasa dingin.
Ia melihat jari jemari lentik itu bergerak. Revan langsung memanggil dokter. Tak lama kemudian seorang dokter dan perawat datang dan langsung memeriksa keadaan Leni.
"Bagaiman dokter?" tanya Revan.
"Pasien sebentar lagi sadar, ia sudah melewati masa kritisnya, tapi kita harus terus memantau perkembangannya, karena suhu tubuh pasien masih dibawah suhu normal. Kami terus melakukan metode Airway Rewarming untuk meningkatkan suhu tubuh nona Leni. Dan sepertinya suhu tubuhnya mulai meningkat sedikit demi sedikit." kata dokter itu.
"Silahkan ambil langkah terbaik untuknya dok.." jawab Revan.
"Kami permisi dulu." Kata dokter itu sambil menepuk ringan bahu Revan.
Revan kembali duduk di samping brankar Leni. Karena semalam ia tidak tidur sama sekali, tanpa sadar Revan tertidur sambil terus menggenggam tangan wanita jenius itu.
Pov Leni.
Aku merasa ada yang berbicara kepadaku, tapi aku tak tau apa yang dibicarakan. Tubuhku terasa beku. Sulit sekali untuk menggerakkannya. saat ini aku membuka mata, tapi sekali lagi semua yang terlihat hanyalah gelap.Aku berteriak sekeras mungkin tapi tetap saja saja tak ada suara yang bisa keluar. apa aku berada di ruang hampa saat ini?
Ah.... aku ingin sekali menggapai terang itu, mungkin saja itu jalan keluar dari sini. Dengan sekuat tenaga aki berjalan menuju cahaya itu, sangat sulit,seakan kakiku terikat dengan sesuatu yang sangat berat. Aku hanya bisa pasrah dengan apa yang terjadi padaku.
Saat aku mulai putus asa, kulihat cahaya itu semakin membesar dan membuat silau,beberapa kali aku mengerjabkan mata hingga semuanya terlihat asing di depanku.
Ini bukan kamarku maupun kamar hotel tempatku menghabiskan malam terkutuk bersama bosku itu. Aku melihat seseorang sedang tertidur disampingku dengan menggenggam tanganku.a Akhirnya otakku mulai bekerja. Apa aku berada di rumah sakit? ya benar ini rumah sakit. ada sesuatu yang menempel di mulut dan hidungku,tapi membuatku sedikit nyaman.
POV Author.
Leni yang baru saja tersadar menarik tangannya secara perlahan. Reva yang baru tertidur sangat terkejut saat meraskan gerakan di pipinya.Ia langsung terbangun.
Revan tersenyum saat melihat Leni membuka matanya, Ia tak bisa berkata apa apa karena sangat bahagia. Revan langsung mengecup kening Leni dengan lembut.
"Oh my God..Pak Bos Sehun KW....mengapa setiap melihat wajahmu tersenyum semakin membuat jantungku seperti mau loncat..."batin Leni.
Revan yang melihat Leni terdiam dengan memandanginya tersenyum penuh arti.
" Aku memang tampan sejak dilahirkan oleh Mom Yoo Ra..Jadi aku sudah tak heran lagi kalau kamu terpana dengan ketampananku. Jadi maukah kamu menikah denganku?aku tak menerima penolakan." kata Revan dengan muka imutnya.
Seketika Leni pingsan lagi karena shock.
__ADS_1
senyumnya ini yang bikin Leni pingsan lagi.🤣🤣🤣😍😍😍😍