Jebakan Cinta CEO Baru

Jebakan Cinta CEO Baru
Check up pertama


__ADS_3

Siang itu rumah sakit nampak sedikit lenggang Revan menggandeng tangan Leni langsung menuju ruang praktek dokter Lisa, Dokter kandungan yang direkomendasikan Justin untuk Leni. Sebenarnya dokter yang berusia sekitar 40 an tahun itu masih 30 menit sebelum jam praktek. Namun Justin meminta dokter Lisa untuk menerima Revan dan Leni secara khusus.


"Selamat siang Pak Revan Bu Leni..ada yang bisa saya bantu?"tanya dokter cantik itu dengan ramah.


"Selamat siang juga dok...saya mau memeriksakan kehamilan Leni. Kemarin kami melakukan test urine menggunakan testpack. dan hasilnya positif."jawab Revan.


"Kalau boleh tahu kapan hari pertama mens terakhirnya Mbak Leni?" tanya dokte Lisa.


"Kira kira pertengahan bulan lalu,dok..." jawab Leni.


"Jadi kalau dihitung dari hari pertama menstruasi terakhir, kandungan Anda sudah berumur 6 minggu...ada keluhan selama ini?"tanya dokter Lisa.


"Saya sering merasa pusing dok.."jawab Leni.


"Mual?"tanya Dokter Lisa.


"Tidak dok..hanya sering pusing dan berkunang kunang saja,kemarin sempat satu kali pingsan."jawab Leni.


"Hmm..itu masih tergolong wajar, biasanya kehamilan ditrimester awal memang seperti itu karena ada perubahan hormon kehamilan. Anda tidak usah khawatir, saya akan meresepkan vitamin untuk Anda. Nanti jika sewaktu waktu ada keluhan , Bu Leni atau Pak Revan bisa menghubungi saya."jelas Dokter Lisa.

__ADS_1


"Terimakasih Dok...."jawab leni.


"Sekarang silahkan naik ke bed dulu, kita akan tengok baby nya dulu ya..."kata dokter Lisa.


Leni pun naik ke atas bed dibantu oleh Revan. Kemudian perawat mengoleskan gel dingin ke perut Leni setelah blousenya dinaikkan ke atas. Dokter Lisa mulai menggeser tranduser di perut Leni.


"Lihat..sudah kelihatan ya...ada bulatan hitam sebesar kacang.Itu bayinya sejauh yang saya lihat sesuai dengan perkembangan ya..."Jelas dokter Lisa.


"Keiko...."lirih Revan sambil terus menggenggam tangan Leni.


"Baik..untuk jadwal check up lagi bulan depan ya..."kata Dokter Lisa.


"Len..kamu nggak capek?" tanya Revan.


"Aku malah nggak bisa istirahat tenang kalau pekerjaanku belum selesai Mas..."jawab Leni.


"Ya sudah terserah kamu saja..tapi kalau kamu sudah mulai capek,jangan memaksakan diri..understand?" ucap Revan.


"Siap Bos..."jawab Leni.

__ADS_1


Mereka pun kembali melanjutkan pekerjaannya. Karena besok adalah hari terakhir mereka bekerja menjelang hari pernikahan mereka. Jadi sebisa mungkin Revan dan Leni membereskan pekerjaannya agar tak menjadi beban selama mereka cuti. Mereka berdua pun pulang hingga larut malam. Dan memutuskan untuk tidur di apartemen Revan yang dekat dengan perusahaan,karena sudah terlalu malam untuk pulqng ke rumah besar. Namun sebelumnya sudah mendapat persetujuan dari kedua orang tua Revan.


"Len..tidurlah dulu..biar aku yang lanjutkan?"kata Revan yang melihat Leni sudah kelihatan mengantuk.


"Nggak apa apa Mas? "tanya Leni.


"Iya..nggak apa apa..ini tinggal sedikit aja.."kata Revan.


"Ya sudah aku istirahat duluan."kata Leni.


"loh mau kemana Len..kamu nggak ke kamar.?"tanya Revan.


"Mau bikin susu dulu Mas..sekalian minum vitamin." Jawab Leni.


"Kamu duduk sini aja,biar akubyang buatkan"kata Revan yang langsung beranjak.


"Loh..kan Mas masih kerja..nggak apa apa aku bikin sendiri."kata Leni.


"No..kamu duduk sini."kata Revan dengan tatapan yanh membuat Leni mengerti bahwa ia tak menerima bantahan. Leni pun kembali duduk dengan memainkan ponselnya.

__ADS_1


Tak berapa lama kemudian, Revan pun membawa segelas susu coklat untuk Leni dan secangkir kopi hitam untuk dirinya sendiri. Leni pun langsung meminum susu itu sampai tandas. Dan sesuai perkataan Revan ia langsung beristirahat karena hari ini memang sangat melelahkan bagi Revan maupun Leni.


__ADS_2