
Alunan musik jawa,Kebo Giro, mengalun saat Revan diapit oleh dua orang kerabatnya dan diikuti Loey dibelakangnya memasuki ruangan Ball Room hotel Rex Carlton. Dari dalam Leni juga berjalan perlahan sesuai dengan alunan musik klasik tersebut. Ia diapit oleh dua orang wanita yang masih kerabat dengannya. Dan diikuti Valine yang membawa rangkaian daun kelapa muda di belakangnya.
Jantung keduanya seakan berloncatan ingin keluar saat langkah mereka semakin dekat. Suara pemandu acara dengan bahasa jawa menambah syahdu acara resepsi itu. Suasana mendadak riuh saat Revan dan Leni saling melempar buntalan daun sirih.
Saat prosesi ngidak endog atau menginjak telur, Revan sedikit mengernyit karena merasa geli dan jorok. Namun tatapan tajam dari aunty Anne sukses membuatnya patuh seketika. sedangkan Loey dan Valine yang ada di belakang kedua mempelai, sekuat tenaga menahan tawa mereka demi kelangsungan acara tetap berlangsung dengan Khidmat.
"Sumpah Val..perut gue sakit...gara gara nahan tawa lihat ekspresi bego Revan.."kata Loey pelan.
"Ya sama kak..secara Mas Revan tuh bersih banget orangnya terus suruh nginjak telor.."kata Valine dengan muka yang memerah karena menahan tawa.
Akhirnya, ritual demi ritual yang panjang dilalui Revan dan Leni. Pernikahan mereka sontak menjadi trending topik di berbagai laman media online dan televisi. Bahkan ada beberapa saluran televisi yang menyiarkan secara langsung pernikahan putera pertama pemilik salah satu kerajaan bisnis di negara tersebut.
Banyak orang yang salut dengan pengusaha sukses seperti Eric Aditya yang mau memilih menantu dari kalangan biasa. Namun tak sedikit juga yang merasa iri dan menyebarkan hoax bahwa Leni lah yang menggoda Revan, hingga ia mau menikahinya.
Di atas panggung pernikahan, kedua mempelai sedang sibuk menyalami para tamu undangan yang hadir.
"Kok nggak habis habis ya Mas tamunya...?"kata Leni yang sudah merasakan pegal dikakinya. Mungkin lareba kehamilannya membuat ia merasa cepat lelah.
"Kenapa Len..perut mu kram?"tanya Revan khawatir sambil memegang perut Leni.
"nggak Mas...cuma pegel aja...."kata Leni.
"Sabar ya Len...bentar lagi udah selesai kok..."kata Revan.
Pukul 22.00 tepat resepsi pernikahan Revan dan Leni berakhir, semua tamu sudah meninggalkan ball room hotel bintang lima tersebut. Revan dan Leni pun naik ke kamar pribadi mereka untuk beristirahat.
Sesampainya di dalam kamar, Leni yang masih mengenakan pakaian adat lengkap tak bisa langsunh merebahkan badannya.
__ADS_1
"Mas..bisa panggil aunty nggak...Leni kesulitan kalau harus lepas semuanya sendiri."kata Leni.
"Hmm....kamu nggak percaya sama aku Len...?"tanya Revan.
"Mas bisa lepasin konde aku...?udah berat banget ini..."kata Lenj.
"Bisa lah..kamu duduk gih.."perintah Revan.
Revan pun mulai melepas aksesoris di kepala Leni. Namun karena ia juga belum berpengalaman hal itu malah membuat Leni berteriak kesakitan, karena ulah Revan.
"Aaauuuu...Mas...sakit..pelan dong...bisa kecabut semua rambutku..."pekik Leni.
"Sabar Len..bentar lagi nggak sakit kok...sulit ini keluarnya..."kata Revan.
"Aaauuu.....sshhhh....tuhkan..bengkak..."keluh Leni.
Aunty Anne yang bermaksud akan membantu melepaskan sanggul dan aksesoris Leni, memilih mengurungkan niatnya setelah mendengar teriakan Leni dari dalam kamar mereka.
"Eonnie...kok cepat sekali bantu Leni nya?"tanya Yoo Ra.
"Nggak jadi Yoo..kayanya mereka berdua lagi memanfaatkan hak pakainya..."kata Aunt Anne.
"Hah?maksudnya...?"tanya Yoo Ra yang belum mengerti.
"Ya gitu deh...masa nggak tau sih..ih...."kata Aunty Anne sewot.
"Ne..ne...aku ngerti Eonnie...ya sudah aku mau temui keluarga dari Korea dulu..Eonnie langsung istirahat saja..." kata Yoo Ra sambil berlalu meninggalkan kakak iparnya itu.
__ADS_1
Setelah drama melepas tusuk konde itu berakhir, Leni memutuskan untuk langsung mandi setelahbia berusaha melepaskan baju pengantinnya. Karena ia sudah merasa sangat lengket dan pusing.
30 Menit berlalu namun Leni belum juga keluar dari kamar mandi. Revan mengetuk pintu kanar mandi berkali kali namun tak ada sahutan. Revan khawatir jika kejadian di apartemennya dulu terulang kembali.Ia langsung mencari kunci cadangan kamar mandi itu,membukanya dan bergegas masuk.
Saat ia masuk, ia melihat Leni sedang menutup matanya, sementara separuh wajahnya terendam air, Revan yang terkejut langsung menghampiri Leni,karena menyangka Leni tengah pingsan. Revan langsung mengangkat tubuh Leni dan...
"Aaaaaakkkkkkhhhhh.......MAS REVAN APA APAAN SIH!Dasar MESSSUUUMMM!!" pekik Leni yang terkejut dengan aksi Revan. Ia masih t*elanjang saat Revan mengangkatnya.
"Oh My God Leniii....kamu buat aku jantungan tahu nggak!Aku kira kamu pingsan tadi..."kata Revan yang tak kalah terkejut dengan teriakan Leni. Ia pun kembali menurunkan Leni di bath up dengan pelan karena tak mau menyakiti calon anaknya.
"Bohong...kalau gitu ngapain mas masuk ke kamar mandi?Mas kan tahu aku lagi mandi."kata Leni ketus.
"Ya habis..tadi aku tuh panggil panggil kamu, tapi nggak nyahut..aku cuma khawatir kejadian diapartemen dulu terulang lagi Len..kalau sampai terjadi apa apa sama kamu dan Keiko,aku nggak bisa memaafkan diri aku, Leni..Maafin aku udah ganggu momen mandi kamu..."kata Revan.
"Maaf Mas..aku kira kamu..."kata leni yang tak melanjutkan kata katanya.
"Mesum gitu?Kan nggak salah juga mesum sama Istri sendiri."kekeh Revan sembari meninggalkan kamar mandi itu.
Leni pun memakai bathrobe yang tergantung di sampingnya. Ia menyudahi acara mandi yang ber-ending memalukan tersebut.
"Mas Revan mandi sana gih...biar capeknya ilang..."kata Leni sambil berjalan menuju walk in closet di kamar hotel itu.
"Iya Len..aku mandi dulu..."kata revan.
Leni yang seakan terbiasa menyiapkan segala keperluan Revan langsunh menyiapkan,piyama untuknya, Setelah ia berganti baju. Ia sengaja memilih piyama dengan motif yang sama dengan Revan. hanya warnanya saja yang berbeda.
15 menit kemudian, Revan keluar kamar mandi hanya mengenakan handuk yang di lilitkan di pinggangnya. Padahal biasanya ia selalu memakai bathrobe setelah keluar dari sana. Hal itu, sontak membuat Leni tak berkedip memandang orang yang baru setengah hari itu menjadi suaminya.
__ADS_1
Entah karena tergoda atau karena hormon kehamilannya yang bekerja, Leni perlahan mendekati Revan yang masih berlilitkan handuk putih. Entah kenapa pesona Revan seketika membutakan Leni. Revan yang melihat reaksi istrinya itu mendadak heran. Namun ia tak menolak ataupun menjauh. Revan ingin melihat sejauh mana Leni akan beraksi.
Leni yang sudah berada si hadapan Revan, langsung berjongkok di hadalan suaminya dan secara tak terduga, ia melepas handuk yang menutupi bagian bawah tubuh Revan.