
"Hah?" Revan melongo.
"Itu ulet bulu seksi yang kaya di apotik tadi siang sama yang di minimarket kampung kemarin..paham?"tanya Leni.
"Aiissshhh.....rupanya emak daster satu ini lagi jiltuhaneun..ya..?"kata Revan.
"Siapa juga yang cemburu..ngapain dicemburuin..lagian kan Leni belum jadi emak emak..masih calon emak!"kata Leni kesal sambil turun dari mobil.
"Pelan pelan Sweety...."kata Revan.
Mereka pun langsung masuk ke dalam salah satu supermarket milik keluarga Revan. Leni langsung mengambil troli disana,namu Revan mendahuluinya.
"Pakai ini aja,biar aku yang dorong kamu yang milih."kata Revan.
"Kok gede banget Mas..kan kita nggak belanja banyak..cuma beli susu aja kan?"protes Leni.
" Udah nggak udah pake protes. Aku cuma pengen beli camilan aja yang banyak. Nanti malam mau aku bawa ke markas."kata Revan.
" Mas Revan nanti mau ke markas?"tanya Leni.
"Iya...ada yang harus aku urus malam ini."jawab Revan.
Entah mengapa Leni selalu saja bergidik ketika Revan menyebutkan tentang "markas Rex Guard"padahal sekalipun ia belum pernah kesana. Namun ia tahu, ia harus terbiasa dengan semua itu. Tentang kehidupan suami dan keluarganya yang memang bukan orang biasa saja.
" Mas aku boleh ikut?"tanya Leni.
"No..belum waktunya Sweety...nanti kalau sudah waktunya,kamu akan kuperkenalkan pada para anak buahku." jawab Revan dengan tegas.
"Kok Sweety lagi..aku bukan popok bayi Mas..."protes Leni.
"Biarin..suka suka aku dong..."jawab Revan.
"Terserah..."jawab Leni kesal.
Leni dan revan mendorong troli mereka ke tempat display susu, setelah memilih salah satu merk susu yang menurutnya bagus, Leni mengambil satu Box berukuran besar. Namun Revan mengambil lagi sekitar 1 lusin susu merk yang dipilih Leni dengan rasa berbeda.
__ADS_1
"Kok banyak banget Mas..." kata Leni.
"Biar kamu nggak bosen Len...ini aku beli banyak biar nggak bolak balik juga ke sini."jawab Revan. Leni pun hanya menurut dengan kelakuan calon suaminya itu.
"Kita cari titipan Valine sama camilan buat anak anak markas dulu."kata Revan.
Setelah kurang lebih 30 menit mereka berkeliling supermarket, mereka pun melakukan pembayaran di kasir. Petugas kasir sedikit kaget melihat Boss mereka bersama sang sekretaris belanja dengan outfit antimainstream tersebut. Namun mereka tetap menjaga kesopanan di depan sang pemilik supermarket.
"P..pak Revan...."kata penjaga kasir tersebut sambil menunduk. Para pelanggan pun juga sedikit heran dan bertanya tanya kenapa si penjaga kasir begitu hormat dengan pasangan pria bersarung dan wanita berdaster itu. Dua duanya juga hanya memakai sendal japit.Walaupun harga sendal japit yang dikenakan Revan dan Leni seharga sebuah sepeda motor.
"Hm....bagaimana toko selama saya tinggal?"tanya Revan.
"tetap ramai seperti biasa Pak..." jawab petugas itu.
"Hitung semua belanjaan saya" kata Revan dengan wajah datar. Walaupun belanja di toko sendiri, Revan memang tetap melakukan pembayaran seperti pelanggan lain.
"Semuanya dua juta dua ratus Pak.." kata si petugas. Revan pun menyodorkan kartu berwarna emas. Yang merupakan kartu untuk pengeluaran pribadinya. Ia tak pernah menggunakan black card jika hanya berbelanja kebutuhan kecil seperti ini.
Setelah selesai melakukan pembayaran dan memisahkan barang milik Leni dan yang akan dibawa ke markas. Revan dan leni langsung pulang ke rumah utama untuk mengantarkan Leni pulang. Sedangkan dirinya langsung menuju markas.
"Len..habis ini langsung istirahat ya..besok pagi sebelum kita ke kantor, kita ke rumah Jess dan Justin dulu,nanti aku mingkin pulang malam.."kata Revan.
"Iya Mas..hati hati ya..."kata Leni. Ia pun langsung turun dari mobil. Sedangkan Revan langsung keluar lagi dari halaman rumah utama itu.
Pelayan membawakan belanjaan Leni yang cukup berat itu walaupun hanya berisi susu dan beberapa camilan serta titipan sang adik. Ia menyusul ke dapur yang ternyata Yoo Ra juga ada di sana sedang asyik memasak.
"Mommy..sedang masak apa Mom..." tanya Leni.
"Maeun Dakball..."jawab Yoo Ra.
"Ceker?"tanya Leni, pasalnya ia tak menyangka wanita sekelas Yoo Ra bisa memakan ceker.
"Iya sayang...kalau disini namanya ceker pedas..atau ceker setan..ceker gendruwo..atau apalah banyak namanya..tapi ini Mommy bimkin bumbunya khas kampung halaman Mommy."jawab Yoo Ra.
"Nggak nyangka Mommy bisa makan ceker juga...hehehe..." kata leni terkekeh.
__ADS_1
"Mommy tuh aslinya juga orang desa sayang, Mommy orang biasa..jadi nggak seperti bayangan kamu..kalau bukan karena uang Daddymu Mommy nggak bisa seperi ini.."kata Yoo Ra.
"Kirain cuma orang indo aja yang suka ceker....enak tuh Mom..." kata leni yang tergoda dengan bau sedap masakan calon mertuanya itu.
"Nanti kita makan berdua...senengnya...akhirnya ada yang nemenin Mommy makan ceker.." kata Yoo Ra.
"Loh..memang semua nggak ada yang doyan Mom..?" tanya Leni. Yoo Ra hanya menjawab sambil menyebikkan bibir.
"Daddy, Val, sama Revan nggak ada yang doyan sama makanan kaya gini..katanya jorok. Padahal kan enak banget.Ngomong ngomong Revan kok nggak kelihatan Len?" tanya Yoo Ra.
"Mas Revan ke markas katanya Mom..." jawab Yoo Ra sambil mencomot ceker ayam yang ditaburi irisan daun bawang dan wijen itu.
"Loh sama Daddy dong..daddy juga baru aja berangkat.." kata Yoo Ra.
"Oh ya..mungkin mereka ketemuan di sana Mom...Valine mana Mom?" tanya Leni dengan mulut sedikit belepotan saus merah.
"Lagi dikamar, palingan udah tidur dia...biasa habis makan malam langsung atau belajar di kamar. Sejak kecil Valine punya kelainan jantung bawaan, untung saja 3 tahun lalu dia dapat donor jantung jadi sekarang udah baikan..walaupun nggak bisa kecapekan..."kata Yoo Ra yang membuat Leni terperanjat.
"Tapi Mommy sama Daddy kok ngizinin Valine di London sendirian Mom?" tanya Leni.
"Sebenarnya kami juga khawatir kalau Valine sendirian disana, tapi untung aja ada Loey, yang ternyata kakak sepupu kamu yang mau jagain Valine. Dia sengaja beli apartemen di sebelah tempat Valine yang dulu ditempatin Revan, biar bisa jagain Valine kalau sewaktu waktu sakitnya kambuh.."jelas Yoo Ra.
"tapi syukurlah selama 2 tahun ini nggak ada laporan dari Loey kalau sakitnya Valine kambuh..berarti tubuhnya memang sudah menerima jantung baru itu..."lanjut Yoo Ra.
"Syukur kalau gitu Mom..ikut lega dengernya...."kata Leni.
"Kami benar benar berhutang budi sama keluarga kamu Len..."kata Yoo Ra dengan mata berkaca kaca.
"Mommy jangan bilang gitu..."kata Leni.
"Loey bilang resign dari kedutaan sulit kan?sebenarnya kami tahu itu hanya alasan dia aja, biar dia bisa jagain Valine sampai lulus kuliahnya kelak..."kata Yoo ra.
"Mom..mungkin memang Mas Yandra yang pengen jagain Valine..jadi Mommy nggak usah mikir aneh aneh.."kata Leni.
Wanita dua generasi itu berbincang hingga larut malam, Karena mereka sedang keasyikan mengobrol, sampai sampai tak menyadari dua laki laki sedang menatap tajam ke arah mereka.
__ADS_1