Jebakan Cinta CEO Baru

Jebakan Cinta CEO Baru
Sableng-nya seorang Revan


__ADS_3

Setelah makan siang, Revan dan Leni langsung berangkat ke butik milik Nyonya Anne untuk melakukan Fitting baju pengantin sekaligus membicarakan konsep apa yang akan mereka pakai saat resepsi nanti.


Saat mereka masuk ke galeri, ternyata ayah dan ibu Revan sudah datang terlebih dahulu. Leni yang merasa tak enak langsung meminta maaf pada Yoo Ra dan Eric.


"Mom..Dad..maaf kami berdua membuat kalian menunggu." Kata leni yang merasa bersalah.


"Tidak sayang..kami juga baru saja sampai disini." kata Yoo Ra seraya memeluk calon menantunya itu.


"Eonnie...ini calon menantuku...namanya Leni..cantik kan?"kata Yoo Ra memperkenalkan Leni pada sepupu iparnya itu.


"Menantumu cantik sekali Yoo Ra..ia juga sangat sopan...pintar sekali bocah tengil itu mencari pendamping..."Ledek Anne sambil melirik Revan. Sedangkan Revan hanya mencibir bibinya itu.


"Anakmu satu itu memang tak pernah berubah...." kata Anne menggelengkan kepalanya.


"Emang aku Power Rangers,bisa berubah?" kata Revan dengan santai.


"Dasar bocah sontoloyo!" kata Anne sambil memukul bahu revan dengan penggaris panjang.


"Dad....Aunty jahat..." adu Revan pada sang ayah.


"Ya...nanti Daddy cubit..." kata Eric dengan cuek sambil membolak balik katalog konsep pernikahan. Revan dan Anne memang tak pernah akur jika bertemu, Anne suka sekali menggoda keponakan tampannya itu. Saat masih Revan masih kecil, Anne tak akan berhenti menggoda Revan kalau ia belum menangis keras.


"Bagaimana kalau resepsi nanti kalian pakai adat Jawa saja? Kalian sama sama berdarah Jawa, kenapa tidak pakai adat leluhur kita saja...untuk pemberkatannya saja pakai tema International Wedding. Tapi resepsinya menurut Aunty lebih bagus kalau pakai adat Jawa?"kata Anne sambil menunjukkan sebuah katalog bertemakan pernikahan dengan konsep adat daerah.


"Menurutmu gimana Yoo Ra?"tanya Anne.


"Aku sih setuju setuju saja Eonni...asal putra putriku bahagia..lagipula itu sesuatu yang langka dan akan dikenang banyak orang. Kau kan tahu aku dari dulu tergila gila dengan adat Jawa.." kata Yoo Ra yang menyetujui usul anne dan ditimpali anggukan oleh Eric.


"Bagaimana menurut kalian berdua?" tanya Anne pada Revan dan Leni.

__ADS_1


"Apa tidak terlalu kuno Aunty...?"tanya Revan sambil mengernyitkan dahi tanda tak terlalu setuju.


"Keponakanku yang tampan kalau dilihat dari lubang sedotan bengkok....siapa yang bilang kuno? Hayo..katakan pada Aunty..."tanya Anne sambil memukulkan penggaris ke meja di depannya. Revan yang terkejut sontak terlonjak sambil memegangi dadanya.


"Kalian yang muda, sudah seharusnya melestarikan budaya leluhur kita..Mommy mu saja yang orang Korea Asli tergila gila dengan budaya Jawa sampai dia nekat pergi dari negaranya demi belajar budaya Jawa. Eh..punya anak malah pikirannya sableng kaya gitu..Gusti..Gusti..."'omel Anne pada Revan. Revan yang diomeli hanya menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Sedangkan Eric sedari tadi diam sambil menahan tawanya.


"Kalau kamu piye,Nduk?" kata Anne pada Leni dengan nada yang lembut.


"Saya nurut saja Aunty..." kata Leni.


"Pinter...dengar kamu Revan..calonmu saja cerdas...ngimpi apa Leni semalam sampai punya calon suami sableng kaya kamu..."kata Anne sambil menjewer telinga Revan dengan pelan.Yoo Ra dan Eric terkekeh mendengar perdebatan absurb dua orang beda generasi itu.


"Mbak..kalau aku boleh usul, gimana kalau waktu resepsinya itu, panjenengan saja yang jadi pemandu tradisi temu temanten?" usul Eric.


"Boleh juga Ric...nanti sekalian aku sendiri yang merias Leni waktu resepsi, karena ada doa doa jawa yang harus dirapalkan waktu merias pengantin wanitanya." kata Anne.


"Iya...aku juga setuju Eonni...aku dari dulu memang sangat suka dengan tradisi jawa yang masih sangat kental di keluarga kalian..." kata Yoo Ra.


"Kamu pilih yang mana,Nduk?" tanya Anne pada Leni.


"Saya pilih yang menurut kalian bagus, karena selera fashion saya lumayan jelek,Aunty..."kata Leni.


"Leni punya badan yang lumayan tinggi sepertinya tinggimu hampir 170cm ya..?Kamu lebih cocok pakai yang ini." kata Anne yang memperlihatkan sebuah gaun dengan model Shoulderless yang memamerkan bahu dan punggung Leni yang putih bersih.


"Jangan yang itu!" tukas Revan yang tidak setuju jika Leni memamerkan bahu dan punggungnya.


"Kenapa Van..ini kan cantik, Leni mempunyai tubuh yang proporsional,gaun ini akan sangat cocok..?" kata Anne dengan senyum penuh arti.


"Nggak....Revan nggak setuju! Leni bukan model Aunty....Dia calon istriku...enak saja mau pakai gaun terbuka kaya gitu.!"kata Revan ketus. Kedua orangtuanya hanya menggelengkan kepala.

__ADS_1


"Yang itu saja....Revan mau Leni pakai yang itu.." kata Revan sambil menunjuk gaun pilihannya.


...Gaun pilihan Revana...



"Kalian...ayah dan anak benar benar punya sifat yang sama.."kekeh Anne mengomentari Revan yang sama posesifnya seperti Eric.


"Itu lebih cocok untuk Leni...karena yang tertutup itu lebih enak dipandang." kata Revan membela dirinya.


"Bilang saja kamu tak rela punggung istrimu kelihatan...Jujur lebih baik.." goda Anne.


"A..aku jujur Aunty...." kata Revan.


"Iya..iya...dasar keras kepala. Kamu mau pakai stelan model yang bagaimana, Le?" tanya Anne yang memang sering menggunakan aksen jawa saat berbicara dengan kerabat dekatnya.


Revan memilih setelan jas slim fit warna putih dengan suit warna senada dan dipadukan dengan dasi berwarna broken gold. Revan dan Leni mencoba gaun dan setelan jas mereka di ruang ganti. Dan saat bersamaan mereka keluar dari ruang ganti tersebut.


Revan begitu terpana saat melihat Leni memakai gaun pengantinnya walaupun rambutnya hanya dicepol seadanya. Begitupun sebaliknya, Leni kagum dengan ketampanan Revan yang berlipat ganda setelah memakai setelan jas pengantinnya. Untuk sesaat mereka begitu terpesona saat memandang satu sama lain. Yoo Ra diam diam memotret sepasang calon mempelai yang sedang berpandangan tersebut dan membagikannya ke sosial medianya. Tak lama kemudian banyak notifikasi yang muncul di ponselnya.


"Eh...sudah sudah jangan lama lama lihatnya...nanti bosan.."goda Anne yang tak tahan dengan tingkah Revan dan Leni. Tak dipungkiri Anne juga kagum dengan kecantikan alami yang dimiliki oleh Leni.


"Eh..Aunty...." kata Leni yang tergagap karena kaget.


"Untuk tradisi temu temantennya kalian Aunty buatkan model Kanigaran saja ya...Karena kalau pakai Basahan nanti Revan bisa ngamuk..."kata Anne sambil melirik Revan.


" Memang kenapa kalau basahan Aunty?" tanya Revan dengan wajah polosnya.


"Kamu pengen tahu aja apa pengen tahu banget?" tanya Eric yang sedari tadi hanya menyimak.

__ADS_1


"Pengen tahu banget lah Dad...." jawab Revan. Eric pun langsung menunjukkan contoh gambar pengantin model Basahan. Revan langsung membayangkan jika Leni yang memakai baju pengantin model seperti itu. Ia berusaha menelan salivanya dengan susah payah.


"Yang Aunty sebut tadi aja lah...Revan lupa namanya apa..." Semua orang di sana hanya tepok jidat dengan kelakuan Revan.


__ADS_2