Jebakan Cinta CEO Baru

Jebakan Cinta CEO Baru
Suamiku menggemaskan


__ADS_3

"Mas....kok pakai rompi anti peluru sih?emang keadaannya gawat banget ya...?"tanya Leni sambil membantu Revan berpakaian. Sebelum memakai setelan jas formalnya, ia memakai rompi untuk melindungi dada dan punggungnya dari timah panas.


"Hanya untuk berjaga jaga Sweety...maaf hari ini aku nggak bisa duduk di samping kamu terus..aku dan Daddy harus terlibat penuh dalam penjagaan nanti..kamu sama Mommy dan Valine ya...nanti aku juga suruh orang orangku untuk menjaga kalian..."kata Revan sambil mennagkup wajah Leni.


"Iya Mas...hati hati..jaga diri kamu baik baik..semoga tidak ada kejadian yang tidak kita inginkan nanti..."kata Leni seraya memeluk Revan. Mereka pun berpelukan cukup lama, seakan saling memberikan kekuatan. Revan pun membungkukkan badannya dan memberikan kecupan dan sentuhan untuk buah hatinya di dalam perut Leni.


"Keiko..jangan nakal ya sayang...jaga Bundamu..."kata Revan sambil mengelus lembut. Seakan menjawab pesan sang ayah, janin yang masih berusia 19 minggu itu menunjukkan pergerakannya.


"Anak pintar...terimakasih sayang..."Revanpun berdiri kembali dan memeluk Leni kembali.


"Ayo Yang..mommy dan Valine- sudah menunggu. Kamu berangkat sama mereka ya..."kata Revan.


"Tapi Mas...."Leni terlihat sangat khawatir.


"Sayang....percayalah padaku...aku akan pulang dengan keadaan baik baik saja...lagian aku kan nggak sendirian, ada Loey,Vano dan Vino sekalian anak buah mereka yang jauh lebih unggul jika dibandingkan dengan Rex Guard.Daddy juga ikut membantu nanti..." kata Revan seraya memberikan kecupan di bibir Leni untuk menambah keyakinan sang istri.


"Ayo kita turun...."Revan menggandeng Leni untuk turun ke lantai bawah, karena Yoora, Eric dan Valine sudah menunggu mereka berdua.


"Sudah siap semua?"tanya Eric ketika melihat Revan dan Leni turun ke ruang tengah. Loey juga sudah disana ia terlihat tampan dengan rambut blonde hasil karya Valine kemarin sore.


"Kita berangkat sekarang Dad....Yang..aku berangkat dulu ya..kamu berangkat sama mama dan Valine..."kata Revan.


"Hati hati....jaga diri kalian baik baik Mas...Dad..."kata Leni dengan penuh kekhawatiran.


"Siap delapan enam!"jawab Revan.

__ADS_1


"Senjatamu sudah siap Son...?"tanya Eric.


"Siap Dad..."jawab Revan sambil menujukkan pintol yang sudah ia selipkan di balik jas fomalnya,untuk berjaga jaga.


"Bagus...kita berangkat bersama. Eric berjalan keluar rumah diikuti Revan di belakangnya.


Mereka pun berangkat menuju tempat berlangsungnya pemberkatan pernikahan Jess dan Justin secara terpisah. Revan dan Eric terlebih dulu menuju kediaman Michael. Sedangkan Leni, Yoo Ra dan Valine langsung menuju lokasi.


Sepanjang perjalanan, Leni tak henti hentinya berdoa agar tak terjadi apa apa pada suami dan ayah mertuanya itu. Begitupun Yoo Ra. Sebenarnya ia sangat khawatir pada Eric terlebih sejak terkena serangan jantung ringan beberapa waktu lalu sebelum 'memaksa' Revan menggantikannya sebagai CEO , ia sudah tak pernah lagi memegang senjata.


"Tenanglah Sayang....suamimu pasti bisa mengatasi semuanya dengan mudah...kasihan cucu Mommy kalau kamu ikut stress..."kata Yoo Ra sambil mengusap pundak menantunya.


"Mommy betul kak...macan sama singa aja nurut sama Revan Oppa apalagi kalau cuma penjahat teri kaya gitu..sekali mas teriak Aaauuooo...langsung kabur deh..heheh"kekeh Valine.


"Emang oppa kamu Tarzan..!"kata Mommy Yoo Ra.Dan Leni pun tergelak. Bersama dua wanita kesayangan Revan itu membuat rasa tegangnya sedikit berkurang.


"Ehm....selamat pagi Tuan Muda..."dehem Revan sambil terkekeh.


"Somplak!"umpat Justin.


"Biasa aja kali Pak Dokter...nggak udah gemeteran gitu...hehehe...kaya mau perang aja..."kata Loey menggoda Justin. Sedang Revan yang sudah pernah merasakan berada diposisi Justin hanya terkikik.


"Awas aja loe seminggu lagi kelar hidup loe..." jawab Justin membalas ledekan Loey. Karena memang seminggu lagi pernikahan Loey dan Valine juga di laksanakan.


"Just...jangan lupa persiapan senjata...kita harus siap kalau ada serangan tak terduga dari pihak musuh."kata Revan mengingatkan.

__ADS_1


"Sip...!" jawab Justin.


"Persiapan dari Jess gimana?"tanya Revan.


"Kalau calon bini satu itu jangan ditanya,pasti udah mateng banget lah persiapannya. Loe belum tahu aja sisi bar barnya bini gue..."kekeh Justin. Jesslyn, calon istri Justin itu memang menguasai beberapa ilmu beladiri dan senjata. Dan krmampuan bertarungnya tidak diragukan lagi oleh Justin.


"Itu nilai plus buat loe...dapet bini yang jago bela diri, jadi gue agak tenang..hehehe...soalnya ada yang ngawal loe kemana mana..."kata Revan mengingaymt sahabatnya yang satu itu tak seberapa pandai kalau berurusan dengan para preman dan gangster.


"Sue loe..emang bener juga sih..masih jagoan dia kalau soal tendang menendang..."aku Justin sambil terkekeh.


"Ck..jangan sampai tar malem loe ditendang Jess gara gara kebanyakan gaya...hahahhaha...."Loey tertawa keras membayangkan sesuatu antara Jess dan Justin saat malam pertama mereka.


"Eh..anak kecil nggak usah ikut ikutan....!"ketus Justin yang membuat Revan ikut tertawa.


"JANGAN PANGGIL AKU ANAK KECIL PAMAN...hahahahhaha......"pekik Loey menirukan gaya salah satu tokoh kartun.


Perbincangan dan candaan mereka berakhir saat Michael menyuruh mereka bersiap siap menuju tempat pernikahan dilangsungkan. Revan segera memerintahkan seluruh anak buahnya untuk bersiap mengawal mereka. Sedang Eric ikut menemani Michael. Karena ia di dapuk menjadi saksi di pernikahan Jess dan Justin.


Leni, bersama ibu mertua dan adik iparnya sampai di tempat pernikahan sahabatnya sewaktu masih sama sama menjadi Office Girl di Ganendra Medichal Center. Ia tak menyangka, kalau sahabat yang selalu rendah hati dan sederhana itu adalah seorang pewaris dua perusahaan besar sekaligus.


Yoo Ra terlebih dulu menyapa beberapa kenalannya yang juga hadir di tempat itu. Sedang Leni dan Valine memilih langsung masuk ke dalam. Karena memang mereka berdua tak mempunyai banyak kenalan seperti para orangtua.


"Kak..kita duduk di depan yuk.."ajak Valine sambil menggandeng Leni.


"Iya..."

__ADS_1


Leni melihat Revan sedang bercakap cakap dengan salah seorang rekan bisnisnya yang juga salah satu kerabat Jess. Entah apa mungkin efek hormon kehamilannya, Leni merasa ketampanan suaminya bertambah berkali kali lipat dengan earphone yang terpasang di telinganya. Kalau tidak bersama banyak orang, mungkin Leni sudah menubruk sang suami yang sangat menggemaskan menurutnya.


"Sayang....."


__ADS_2