
Pernikahan Justin Jesslyn yang diadakan tiga hari lagi, membuat kesibukan Revan semakin bertambah. Selain harus mengurus perusahaan, ia juga bertanggung jawab untuk mengamankan jalannya prosesi pernikahan sahabatnya itu. Mulai malam ini, ia menyebar anak buahnya di sekeliling rumah Justin. Serta bergabung dengan anggota The Black Hole untuk menyebar pengawal bayangan dengan jumlah yang tak sedikit.
Mengingat Felix sangat licik dan berbahaya, Revan, Vino, dan Vano harus selalu waspada dengan kemungkinan serangan dadakan yang dilakukan Felix. Mereka juga memeriksa satu persatu anggota Rex Guard maupun The Black Hole untuk menghindari peluang penyusupan. Aktifitas mereka di pantau secara ketat. Bahkan Vano menanamkan chip di tubuh masing masing anggota untuk memantau geraka secara langsung.
(Kalau masih merasa nggak nyambung, silahkan baca di Novel My Surgeon My Hubby By Alcha)
Aktifitas 21+ berlanjut...kalau belum waktunya skip dulu ya...
"Mas..malam ini kamu di rumah kan?"tanya Leni.
"He'em sayang..Aku hanya memantaunya dari rumah saja..kenapa hm?"tanya Revan. Ia pun meletakkan laptopnya dan mendekati Leni. Dan membiarkan Leni menyandarkan kepalanya di bahu Revan.
"Nggak apa apa..aku cuma kangen kamu aja Mas...."kata Leni sambil menusuk nusukkan jari lentiknya di dada bidang Revan.
"Kamu pengen aku gimana,hm?"tanya Revan menggoda.
Tanpa basa basi, Leni bangkit dan duduk di pangkuan Revan yang sedang bersandar di headboard kasur. Ia mengalungkan tangannya di leher Revan dan menyambar bibir suaminya.
Ciuman yang awalnya lembut, berubah menjadi panas saat tangan Leni menelusup di celana kolor yang digunakan Revan. Kemudian memainkan bagian bawah tubuh bawah Revan.
"Eeeegghhmmm....sayang....kamu makin nakal sekarang...eehhmm..."geram Revan menikmati rasa nikmat yang begitu sulit diartikan. ia kembali memagut,menyesap dan me**mat bibir Leni. Kali ini tangan Revan juga tak mau diam. Ia me**mas dua buah gundukan favoritnya dan memainkan puncaknya. Tak peduli bagaimana Leni menggelinjang dan terus bergerak.
Revan yang semakin berkabut gai*rah membaringkan Leni dengn kondisi kaki masih terbuka. Ia memasukkan jarinya ke sarang anaconda yang lembab dan membuat gerakan didalamnya dengan lembut hingga membuat Leni benar benar terlena dengan perlakuan Revan. Hingga sesuatu yang basah menyembur keluar.
"Masss....Revan..."erang Leni saat pelepasan pertama. Ia menjambak rambut Revan. Bukannya Revan merasa kesakitan, ia malah semakin bersemangat meluluhlantakkan sarang anaconda miliknya. Entah berapa ledakan gaiš„°rah yang dialami Leni. Hingga ia benar benar merasa sangat lemas. dan hanya pasrah saat Anaconda Revan masuk ke dalam sarangnya yang hangat dan menyemburkan cairan cintanya di sana.Hingga membuat keduanya terkulai lemas.
Fight end. Bocil boleh balik baca lagi ya...
"Mas Revan...."panggil Leni.
"Iya...Dalem sayang..."jawab Revan dengan menggunakan bahasa jawa.
__ADS_1
"Hah...?sejak kapan Mas jawabnya sehalus itu...?"tanya Leni.
"Aku sudah biasa kalau pas berkunjung ke Jogja sayang walaupun nggak bisa 100 persen bahasa Jawa, paling nggak aku bisa jawab sedikit sedikit..hehe..."jawab Revan.
"Kirain Oppa Oppa kaya Mas Revan nggak bisa bahasa daerah..hehe..."ledek Leni.
"Enak aja...aku dibesarkan oleh dua budaya yang beda..Daddy asli orang Jawa dan Mommy yang asli orang Seoul, Mereka mendidikku dengan budaya masing masing. Jadi walauoun sedikit sedikit aku bisa mengerti budaya dan kebiasaan mereka. Walaupun kalau di presentasekan mungkin lebih banyak dari Daddy..karena Mommy juga cinta banget sama budaya Indonesia..tapi aku bangga punya orangtua seperti mereka,.."kata Revan sambil mengusap perut buncit Leni.
"Sejujurnya,Aku iri denganmu Mas...kamu bisa merasakan kasih sayang yang lengkap dari orangtuamu tanpa kekurangan apapun..sedangkan aku...,"sebelum Leni menyelesaikan kalimatnya, Revan lebih dulu meletakkan jari telunjuknya di bibir Leni yang membuatnya terdiam.
"Ssttt....kamu punya aku, punya mbah kakung sama mbah uti, punya Loey, ada Mommy sama Daddy juga..jadi jangan pernah merasa kesepian ya sayang...aku akan selalu ada buat kamu."kata Revan.
Leni yang mendengarnya jadi terharu. Ia semakin membenamkan kepalanya di dada Revan yang membuatnya lebih nyaman.
"Mas...kita keluar yuk..cari snack..aku pengen ngemil....stok camilan kamu di kulkas ruang kerja kayanya juga hampir habis.."kata Leni.
"Oke..aku pakai sarung aja ya..males ganti celana.Biar nanti kalau pengen nambah tinggal dinaikin aja..."kata Revan sambil terkekeh.
"Siapa itu.....?"tanya Revan.
"Tanya sama Loey...dia sering kok muter lagu itu..Dah yuk berangkat keburu malem ..."jawab Leni.
"Pakai jaketmu Sweety...."kata Revan mengingatkan.
"Iya Mas...."jawab Leni.
Revan pun melajukan mobilnya ke salah satu supermarket milik keluarga. Sepanjang perjalanan, Revan terus menggenggam tangan Leni sambil sesekali mengecupinya.
"Berasa lama banget ya kita nggak kaya gini Len.."kata Revan.
"He'em Mas....semenjak kamu sibuk terus kan,sering berangkat pagi waktu aku masih tidur terus pulangnya malem,aku udah tidur lagi..."kata leni.
__ADS_1
"Maafin aku ya Len...kamu jadi suntuk dirumah...setelah pernikahan Justin kita baby moon yuk...kamu pengen kemana?Paris, Korea, Lombok, Bali?"tawar Revan.
"Aku pengen ke Batu aja Mas...terus kita beberapa hari nginep di rumah kakung..sekalian nengokin kebun kamu..."jawab Leni.
"Hmm....boleh..apapun yang buat kamu bahagia Sweety...."kata Revan.
Tak lama kemudian, mereka pun sampai di depan supermarket. Seperti biasa, kedatangan Revan selalu disambut oleh pegawai di sana. Walaupun saat ini penampilan mereka berdua, sama sekali jauh dari kata fashionable layaknya seorang Boss.
Revan yang hanya mengenakan sarung kotak kotak berwarna coklat dan hitam dengan atasan hoodie hitam kesayangannya. Dan Leni yang hanya mengenakan daster batik warna coklat muda dibalut dengan jaket tipis berwarna Baby Pink dan rambut dicepol seadanya. Namun tak mengurangi rasa hormat para pegawai di supermarket itu.
"Selamat malam Pak Revan ada yang bisa kami bantu?"tanya salah satu pegawai senior.
"Hmm..saya hanya mencari beberapa snack..bagaimana hari ini?ada masalah..?"tanya Revan berbasa basi dengan nada datarnya.
"Untuk hari ini seperti biasa Pak..Ramai lancar..."jelas pegawai itu.
"Hmmm..baiklah saya menemani istri saya dulu..siapkan satu orang untuk membantu kami."kata Revan.
"Silahkan Pak...."kata Pegawai toko.
Revan pun segera menyusul Leni ke tempat display snack snack kesukaan mereka berdua, tak lupa ia juga mengambil beberapa jenis minuman untuk mengisi kulkas khusus minumannya. Mereka dibantu salah seorang pegawai.
Saat Leni mengikuti pegawai di kasir, sedang Revan masih ada yang dicari tiba tiba ada yang menabraknya dari belakang.
"Maaf...tak sengaja..."kata perempuan itu sambil membereskan barangnya yang terjatuh.
"Revan..."panggil perempuan itu.
"Rossa...!"
siapakah Rossa??
__ADS_1