Jebakan Cinta CEO Baru

Jebakan Cinta CEO Baru
Transformasi King Cobra menjadi Titanoboa


__ADS_3

WARNING!!!


Mengandung unsur kegiatan pemersatu bangsa untuk kalangan dewasa. Readers berumur dibawah 21 tahun harap bijak menyikapi. Author tak akan menanggung resiko yang terjadi.


Leni yang sudah berada si hadapan Revan, langsung berjongkok di hadapan suaminya dan secara tak terduga, ia melepas handuk yang menutupi bagian bawah tubuh Revan. Dan tanpa ancang ancang terlebih dulu, Leni langsung memegang pusaka yang telah mempunyai pemilik itu. Dan tanapa di duga duga pula, Leni memainkan dengan mulutnya. Seketika, tubuh Revan seperti disengat listrik ribuan Volt. King cobranya seketika bertransformasi menjadi phyton raksasa karena sentuhan mulut Leni.


"Len...."panggil Revan


"Hmmmmm......."jawab Leni dengan manja.


"Kamu yakin...?"tanya Revan.


"entah..tapi tiba tiba aku pengen....Boleh?"kata leni dengan nada sedikit manja.


"As you wish sweety...."jawab Revan dengan suara seraknya. Ia pun ikut berjongkok dan menggendong Leni ke atas ranjang.


"Are you sure...?"tanya Revan sekali lagi. Namun Leni hanya mengangguk dengan tatapan mata nanar.


"Ok..I'll do it...Keiko daddy tengok kamu ya sayang..."kata Revan sambil mengelus perut rata Leni kemudian mengecupnya.


Revan mulai mencium kening Leni kemudian turun ke biibir dan me**matnya dengan lembut.Leni pun membalas ciuman Revan itu walaupun masih kaku. Dengan sedikit gi*gitan dari Revan, Leni membuka mulutnya. Revanpun segera menjelajahi setiap sudut mulut Leni.


Ciuman lembut itu makin lama makin menuntut dan semakin panas. Revan dengan nafas memburu membuka piyama yang dikenakan Leni. Kini tubuh pasangan suami istri itu polos tak terbalut apapun.


Revan mulai menciumi leher dan tubuh polos Leni,tak lupa ia meninggalkan beberapa kissmark disana. De**han dan Lenguhan menghiasi malam pertama tak terduga itu. Leni yang awalnya menolak, entah menggoda ia menjadi sangat menginginkan Revan. Revan sebagai lelaki normal pun tak menyia nyia kan permintaan bumil itu.


"Aku masukkan sekarang ya Len...."kata Revan dengan suara yang semakin berat.


"Sebentar Mas..aku yang diatas...."pinta Leni.


"As you wish baby...."jawab Revan


Leni pun mulai naik ke atas. Dan memimpin permainan itu.


"Oh My God my wife....aky benar benar sudah tak tahan lagi...." rengek Revan. Dengan cepat, ia membalikkan tubuh Leni dan memimpin permainan itu kembali.


Ia menghujam goa sarang phyton yang sekarang menjelma menjadi anaconda tersebut.


"Aakkhh..faster babe..."racau Leni.


Akhirnya anaconda tersebut memuntahkan laharnya. Dan keduanya pun terkulai lemas karena kelelahan. Revan menaikkan selimut Leni hingga hanya terlihat kepalanya. Berkalli kali ia mengecup kening istrinya yang tertidur nyenyak itu.

__ADS_1


Malam itu, Revan tak langsung tidur, saat ia membuka ponsel, ia sangat terkejut karena ada berita miring tentang pernikahan mereka.


"Hmmm...rupanya ada yang mengajak bermain main...baiklah dengan senang hati akan kulayani."gumam Revan dengan seringai devilnya.


Ia pun menghubungi anak buah kepercayaannya yang ahli dalam bidang IT.


"Tolong cari tahu siapa yang menyebarkan hoax itu. Dan pastikan cabut hingga akar akarnya. Ku tunggu besok pagi. Aku mau besok pagi tak ada lagi berita seperti itu."kata Revan.


"......"


Revan pun menutup teleponnya dan segera menyusul Leni ke alam mimpi.


Keesokan paginya saat membuka matanya, Leni merasakan sesuatu menindih tubuhnya. Ia langsung membalikkan badan, Revan masih pulas tertidur. Leni merasa kadar ketampanan suaminya itu tak berkurang sedikitpun walauoun sedang tidur dwngan mulut terbuka.


Pipi Leni tiba tiba merona saat ia ingat aksinya malam tadi.


"Ya tuhan...apa yang aku lakukan tadi malam...aku pasti sangat agresif..padahal sebelumnya aku nggak pernah seperti itu..."batin Leni sambil menutup mukanya dengan telapak tangan.


Tak lama kemudian, tiba tiba perut Leni terasa seperti di aduk, dengan susah payah ia berlari ke kamar mandi. Ia ingin memuntahkan seluruh isi perutnya. namun hanya cairan asam yang keluar karena perutnya memang belum terisi.


Hoeek...hooekk....


Revan yang saat itu baru membuka matanya, terkejut saat mendengar Leni sedang muntah di kamar mandi. Ia pun langsung menyusul Leni ke kamar mandi.


"Sudah....?"tanya Revan.


"He'em....."jawab Leni singkat. Seketika ia langsung terduduk lemas di lantai kamar mandi. Revan dengan sigap langsung menggendongnya kembali ke ranjang.


"Apa perlu ke rumah sakit?"tanya Revan khawatir.


"Nggak usah Mas...udah baikan..aku cuma butuh istirahat aja."jawab Leni yang masih memejamkan matanya.


" Tunggu sebentar, aku ambilkan air hangat dulu..."kata Revan sembari menuju dapur kecil yang biasa digunakan Revan membuat kopinya sendiri.


"Ini minum dulu..kebetulan masih ada wedang jahe punyaku...ini bisa mengurangi rasa mualnya Len..."kata Revan sambil membantubLeni minum jahe hangatnya.


"Udah baikan belum?"tanya Revan. Leni pun menganngguk.


"Mas..semalam......aku khilaf...."kata Leni sambil menunduk malu.


" Ternyata kamu agresif juga ya....hehehe...padahal sore harinya baru bilang belum siap..eh lihat suami te*lanjang langsung main sosor aja..." kata Revan sambil terkekeh.

__ADS_1


"Ihh...kan Keiko yang minta..."jawab Leni dengan muka tang masih memerah karena malu.


"By the way..semalam Mas yang pakein baju...?"tanya Revan.


"Iya..masih pagi tadi sih..abis kamu tidurnya kaya jarum jam, terus selimutnya kemana mana, jadi aku pakein baju kamu..."kata Revan.


Leni yang mendengar penjelasan hanya menelan salivanya dengan kasar. Karena otaknya sudah mulai membayangkan adegan Revan memakaikan bajunya.


Glek.


"Udah..nggak usah travelling kemana mana..."kata Revan yang memahami ekspresi sang istri.


"Ih...siapa juga yang travelling. Geer banget...."kata leni kesal.


"Nggak apa apa kok kalau mau traveling kan halal....hehehh"goda Revan.


"Dasar suami mesum..."kata Leni.


"Ck....kamu juga mesum...baru kali ini lhow..pengantin perempuannya nyosor dulu pas malam pertama..mana yang diserang King Cobra lagi..jelas langsung berubah wujud jadi titanoboa Lah.."kata Revan.


"Ih...Mas Revan udah udah..bikin malu aja..."ketus Leni.


"Tumben malu biasanya malu maluin...."kata Revan sambil terkikik.


"Udah ..udah..aku mau mandi dulu.."kata leni sambil beranjak menuju kamar mandi.


"Barengan aja mandinya..biar seru..."goda Revan lagi.


"Oooooggaaaaahhh..."teriak Leni. Revan pun tertawa keras.


20 menit kemudian, Leni telah menyelesaikan ritual mandinya. Ia segera menuju walk in closet untuk berganti pakaian sekaligus menyiapkan pakaian untuk Revan.


Setelah selesai, ia masih mendapati Revan bermain game di ponselnya.


"Mas Revan nggak mandi?"tanya Leni.


"Iya..sebentar Len..lagi seru ini...."jaawab Revan sambil terus memainkan ponselnya.


"Mas..udah siang ini...belum sarapan juga..."kata Leni yang mulai kesal.


"Iya..iya aku mandi...huh...!" kata Revan sedikit kesal karena kesenangannya terganggu.

__ADS_1


Lagi lagi, Revan keluar kamar mandi hanya mengenakan handuk yang dililitka di pinggangnya dan tetesan air sisa mandinya,menambah seksi pria berparas tampan itu. Leni seperti telah tersugesti untuk mendekati Revan. Revan kembali terpaku dengan ulah Leni.


__ADS_2