Jebakan Cinta CEO Baru

Jebakan Cinta CEO Baru
Ancaman Mom Yoo Ra


__ADS_3

Keesokan paginya, sepasang pengantin baru itu sedang bersiap siap kembali ke ibu kota. Bukan keinginan mereka sebenarnya untuk kembali segera. Revan mendapat kabar dari sang ibu bahwa Valine masuk rumah sakit karena penyakit jantung yang diderita sejak kecil kembali kambuh. Padahal 3 tahun yang lalu ia mendapat donor jantung dan menjalani operasinya di London.


Revan yang panik malah tidak fokus setelah mendapat kabar itu. Leni berusaha untuk tenang dan tidak ikut panik.


"Mas....tenanglah..jangan panik..Valine sudah dibawa ke rumah sakit. dia pasti sudah mendapatkan penanganan terbaik dari dokter Justin."kata Leni menenangkan. Ia pun memberi pelukan agar Revan tenang. Revan pun merasa nyaman ketika mendapat pelukan dari Leni.


"Maafkan aku Len...aku terlalu khawatir dengan adikku.."kata Revan lirih.


"Valine juga adikku Mas...ayo kita berangkat..kita pakai supir saja..aku nggak mau terjadi apa apa di jalan gara gara kamu terburu buru.


"Iya kamu benar sayang..."jawab Revan sambil mengecup kening Leni sekilas.


Mereka pun kembali ke ibukota dengan kecepatan lebih tinggi. Karena Revan ingin cepat cepat sampai di rumah sakit. Perjalan yang seharusnya ditempuh 2,5 jam jika dengan laju sedang, kali ini pejalanan hanya memakan waktu kurang dari dua jam.


Sepanjang perjalanan,mereka hanya diam dan berbicara seperlunya. Namun tangan Leni terus menggenggam tangan Revan dengan erat. seakan ingin menyalurkan energi positifnya ke tubuh Revan. agar ia tetap tenang dan berfikir jernih.


Revan dan Leni langsung menuju ke rumah sakit tempat Valine di rawat. Mereka langsung menuju ruang ICU,karena sudah diberitahu Mommy Yoo Ra ssaat di perjalanan.


"Revan....Leni...."panggil Yoo Ra langsung memeluk anak dan menantunya itu bergantian. Saat memeluk Revan, tangis Yoo Ra kembali pecah. Leni yang terharu ikut meneteskan air mata. Ia pernah merasakan di posisi Mommy Yoo Ra saat ini. Takut akan kehilangan orang yang ia sayangi.


"Mom...tenanglah...Valine pasti baik baik saja...Para dokter pasti memberikan yang terbaik untuk adikku."kata Revan saat Yoo Ra melepaskan pelukan Revan.


"Dad mana Mom?"tanya Revan.


"Dad sedang pergi ke ruang dokter bersama Justin..Untuk sementara Val masih belum bisa ditemui..tunggu kondisinya benar benar stabil.."kata Yoo Ra sambil sesekali mengusap air matanya yang terus keluar.


"Sebenarnya apa yang terjadi sebelumnya Mom?kenapa bisa kambuh? bukannya 6 bulan lalu valine sudah dinyatakan sehat waktu kita check up lengkap?"tanya Revan.

__ADS_1


"Dia memang sudah dinyatakan sehat, tapi akhir akhir ini ia banyak kegiatan yang buat dia kecapekan begitu yang Loey bilang ke Mommy. Ditambah akhir akhir ini sepertinya dia ada masalah tapi nggak mau cerita sama Mommy..."kata Yoo Ra.


Tak lama kemudian, Eric diikuti Justin dan Michael datang.


"Kalian sudah datang?"tanya Eric.


"Iya Dad..apa yang terjadi sama Valine sebenarnya?"tanya Revan.


"Adikmu mengalami masalah pengerasan dinding pembuluh arteri atau biasa disebut vaskulopati alograf. Hal ini umum terjadi pada pasien pasca transplantasi jantung. Namun juga tidak bisa diremehkan karena cukup berbahaya jika Valine tak bisa jaga gaya hidup sehatnya" kali ini Justin yang menjawab.


"Aku ngerti maksud kamu Just...dan aku tahu apa yang harus kami lakukan untuk Valine."kata Revan.


"Kamu nggak usah khawatir, dia sudah baik baik saja. Tapi kami perlu memantau secara detail untuk penanganan ke depan, mengingat dia pasien pasca transplantasi yang lebih rentan terhadap penyakit dan efek obat obatan."kata Justin.


"Iya terimakasih just..."kata Revan.


"Emang Leni kenapa Justin?"tanya Yoo Ra yang menangkap gelagat mencurigakan dari Revan.


"Kemaren Leni sempat pingsan di apartemen Revan Mom..karena faktor kelelahan tapi untungnya nggak sampai parah.."jawab Justin.


Dan bisa di tebak oleh Revan apa yang terjadi selanjutnya. Mommy Yoo Ra menghampiri Revan dan memukulkan tas mahalnya ke punggung anak laki lakinya itu. Dan bukan hanya itu telinga Revan pun tak lolos dari tangan Yoo Ra.


"Ampun Mom....sakiit....Revan kan cuma nurutin permintaan calon cucu Mommy...katanya kalau ngidam nggak diturutin jadi ileran nanti Keikonya..."kata Revan yang membuat pipi Leni merona seketika. Namun ia juga tak tega melihat Revan jadi sasaran amukan sang Mommy.


"Alasan aja terus....bilang aja memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan..awas aja kalau sampai anak Mommy kecapekan lagi gara gara kamu...Mommy mu kasih kamu ke pedrosa sama Rossi."kata Yoo Ra yang tak kunjung melepaskan jeweran di telinga Revan.


"Mommy...udah...lagian juga Leni yang salah kok Mom..."kata Leni.

__ADS_1


"Hmmm....maafkan anak Mommy ya Sayang..dia emang sudah keterlaluan..tapi gimana kamu baik baik saja kan sekarang?masih ada yang sakit?"tanya Yoo Ra sambik mengelus perut rata Leni.


"Leni baik baik aja kok Mom...Mas Revan tuh malah selalu jadi suami siaga buat Leni...jangan marah lagi ya mom.."kata leni membujuk Yoo Ra.


"Iya tapi siaganya buat kamu kecapekan kan Len.."kata Yoo Ra sambil melemparkan lirikan tajamnya buat sang putera yang kini sedang mengusap usap telinganya yang memerah.


"Sebenarnya aku tuh anak kandung apa anak tiri Mommy sih..perasaan telingaku yang jadi sasaran terus...."rengek Revan dan disambut kekehan kecil dari semua orang yang ada di sana.


"Anggap aja tuh tanda cintanya dari Mommy Yoo Ra, Bro..."kata Justin sambih terkekeh.


Belum sampai Revan membalas ucapan Justin, Team dokter yang menangani Valine berlari memasuki ruangan ICU. seketika semua orang yang ada di luar ruangan itu terkejut dan menegang.


"Apa yang terjadi pada Valine, Justin...kenapa dokter dokter itu lari ke dalam..?"tanya Mom Yoo Ra dengan nada yang panik.


"Mommy tenang ya..biar aku masuk dulu, kalian berdoa aja biar Valine nya nggak kenapa napa..."kata Justin seraya masuk ke dalam ruangan itu. Kembali ketegangan menyelimuti hati mereka masing masing.


"Mas...yang sabar ya..."kata Leni ngusap lengan Revan dengan lembut.


"Aku takut Len..."lirih Revan.


"Valine pasti baik baik saja...dia kuat sepertimu Mas.."kata Leni. Tatapan teduh dan kata kata dari Leni membuat Revan sedikit tenang. Ia pun menarik Leni kedalam pelukannya.


Tak lama kemudian, dokter yang menangani Valine keluar dari dalam ruangan tersebu.


Eric yang berada paling dekat langsung bangkit dan menghampiri dokter tersebut.


"apa yang terjadi dengan puteri saya Dokter?" tanya Eric.

__ADS_1


"Nona Valine sudah sadar Pak..kini dia akan kami pindahkan ke ruang rawat agar kalian bisa menemuinya, namun sedari tadi ia memanggil nama seseorang."kata Dokter itu.


__ADS_2