
Hampir dua minggu Leni tinggal di rumah utama, Revan yang akhir akhir ini sangat sibuk dengan urusan perusahaan maupun persiapan pernikahan sahabatnya, merasa tidak tega jika meninggalkan Leni di rumah mereka sendirian. Kaburnya Felix dari penjara, membuat Justin kalang kabut hingga meminta bantuan anak buah Revan.
Malam itu, Revan pulang ke rumah dengan wajah lelahnya, seharian tadi, kantor di handle oleh Leni. Sedangkan Ia berada di markas, sesekali menghubungi Leni menanyakan kondisi perusahaan.
Leni yang sedang duduk santai di teras tersenyum dan langsung menghampiri Revan yang terlihat lesu. Ia langsung memeluk suami tampannya itu.
"Sayang..malam malam gini kok diluar?tidak baik untuk kesehatan...ayo masuk..."ajak Revan setelah mengecup kening Leni.
"Aku kangen kamu Mas...."bisik Leni tepat di telingan Revan.
"Kamu pengen?"tanya Revan sambil menggigit lembut tellinga Leni. Leni pun mengangguk kecil dengan wajah yang memerah.
"As you wish Sweety...."kata Revan seraya mengangkat tubuh Leni ala Bridal Style.
"Revaaaaaan.....mau kamu bawa kemana puteri Mommy....??"terdengar teriakan Yoo Ra dari dapur.
"Oh my God sweety..kayanya semakin lama kita disini status kepemilikanku semakin tidak jelas..."gerutu Revan pada Leni. Leni yang mendengar hanya terkekeh.
"Reeevaaaaaaannnn........!" teriak Yoo Ra lagi, karena Revan belum menjawabnya.
"Sayang..kamu kenapa sih teriak teriak gitu?"tanya Eric saat keluar dari kamar mandi yang ada di dapur.
"Itu...Revan baru datang seenaknya aja bawa Leni pergi..Mommy kan kesepian..Valine belum pulang juga dari Surabaya."keluh Yoo Ra.
Revan pun kembali turun untuk menyapa Yoo Ra.
"Mommy.....aku pinjam Leni dulu ya....sudah dua minggu kami hampir tidak pernah bertemu...aku berangkat saat Leni masih tidur, pulang pasti sudah larut malam..kadang malah nggak pulang..Revam kan kangen sama Mommy nya Keiko...."kata Revan sambil mengecup pipi Yoo Ra.
"Ya sudah..malam ini kamu tidur sama Leni..tapi ingat jangan sampai bikin mantu kesayangan Mommy kecapean...kalau kamu nggak mau jadi camilannya Rossi sama Pedrossa."ancam Yoo Ra.
"Ck....sebenarnya aku tuh anak kandung Mommy bukan sih..."kata Revan kesal.
"Kamu dulu ditemuin tukang kebun dibawah pager rumah...hehehhe...."kali ini Eric ikut menimpali sambil tertawa.
"Pantes...mungkin Mommy kasih makan aku terus sampai gendut biar jadi makanannya piaraan Daddy..."gerutu Revan. Yoo Ra yang mendengar gerutuan Revan langsung mendapat lemparan serbet dari Yoo Ra. Sedangkan Eric juga tak lolos dari jeweran Yoo Ra.
"Hmm...gitu ya...terus tuh ghibahin orang tua..Daddy juga..anak bukannya diajari yang benar malah dikomporin..!"omel Yoo Ra.
__ADS_1
"Ampuunn...sayang....jangan marah marah gitu...kamu mau tas keluaran terbaru kan?besok aku temenin beli yaaa..."tawar Eric sambil meringis.
"Tasku udah banyak...Revan..Mommy tadi bikin pudding untuk Leni kamu bawa sekalian..!" jawab Yoo Ra seraya melepas jewerannya dan meninggalkan Eric.
"Sayaaaang....."panggil Eric sambilbtetus mengikuti istrinya.
Revan yang melihat puding yang dibuat Yoo Ra untuk Leni, mengambilnya dan membawanya ke kamar.
Aroma lembut dari parfum yang digunakan Leni sungguh membangkitkan ga*rah kelelakian Revan. Dengan nafas yang mulai memburu, Revan mendekati Leni dan menciumi tulang selangkanya. Leni yang merasakan gelayar memabukkan pun melenguh nikmat.
"Sweety....aku merindukanmu..."bisik Revan.
"Aku juga rindu sama kamu Mas..."jawab Leni berbisik lembut. Ia merogoh celana pendek yang dipakai Revan dan mengelus bagian dalamnya yang membuat anacondanya seketika bangkit.
Leni yang lebih agresif sejak awal hamil, membuat Revan menikmati setiap permainan yang dipimpin Leni. Ia merasakan kenikmatan yang tak bisa di ungkapkan dengan kata kata setiap kali Leni menyentuh titik titik sensitifnya.
"Sweety..."panggil Revan dengan pandangan meredup.
Karena tak sabar Revanpun merobek pakaian jaring yang dipakai Leni itu. Dan terjadilah permainan hangat pelepas rasa lelah tersebut. Dan setelah beberapa putaran,mereka berduapun tumbang karena kelelahan.
...****************...
Ya..pagi ini Revan mengajak Leni ke markas REX Guard karena tidak ada pekerjaan penting di kantor dan Revan pun memiliki waktu setengah hari untuk bersantai. Ia ingin menepati janjinya pada Leni tempo hari.
Saat melihat kedatangan Revan, sepasang macan tutul itu mendekat. Seperti kucing yang sedang ingin bermain main, Rossi dan Pedrossa sesekali berdiri dengan dua kaki belakangnya untuk memeluk Revan. Mereka juga rampak girang dengan kedatangan tuannya.
"Len..masuklah..."ajak Revan yang sudah berada di dalam kandang.
"Nggak mau..aku disini aja Mas..takut..."jawab Leni sambil bergidik.
"Mereka jinak Yang...."kata Revan meyakinkan.
"Sejinak jinaknya mereka, tetaplah bunatang buas..."jawab Leni. Revan pun keluar kandang lagi untuk meyakinkan Leni.
"Percayalah...nggak apa apa"kata Revan sambil manarik tangan Leni.
"Tapi...."
__ADS_1
"Uadah..kalau nggak dicoba nggak tahu gimana rasanya selfie sama macan tutul..."kata Revan.
"Kamu aneh tahu nggak...masa selfie ma macan tutul...!"omel Leni.
Ketika mereka berdua sudah berada di dalam kandang, Revan langsung mengajak kedua kucing besar itu bermain main layaknya bermain dengan anak kucing.
Leni bergidik ngeri saat Rossi mendekat dan mengendus endus Leni yang berdiri di pinggir kandang. Namun tak lama kemudian Rossi malah membaringkan tubuhnya dengan manja sambil mengusap usapkan wajahnya ke kaki Leni.
"Yang..Rossi menyukaimu...coba kamu elus kepalanya.."kata Revan.
Leni dengan ragu membungkuk dan mengelus kepala Rossi yang sedang berbaring. Dan kelihatannya Rossi sangat menikmatinya. Ia Pun memejamkan matanya sambil sesekali menggeliat manja. Lama kelamaan Leni menjadi terbiasa. Ia juga merasa rileks saat membelai bulu lembut Rossi.
"Bagaimana?"tanya Revan.
"Aku jadi lebih rileks Mas...Kamu sering becanda sama mereka Mas?"tanya Leni.
"He'em...buatku mereka berdua adalah penghilang stress.."jawab Revan.
"Apa Rossi nggak punya anak?"tanya Leni.
"Beberapa tahun lalu Rossi menjalani.prosedur histerektomi. Karena dia punya kista di indung telurnya. Jadi dia nggak akan punya anak."kata Revan.
"Ohh....."jawab Leni ber oh ria. Entah mengapa Leni merasa suaminya itu bertambah tampan saat berinteraksi dengan kucing besar nan buas itu.
"Mas...."panggil Leni.
"Hmm..ada apa sayang?"jawab Revan.
Leni memasang ekspresi yang membuat Revan mengerti apa yang di inginkan Leni.
"Kamu mau sekarang?"tanya Revan. Leni pun mengangguk malu.
"Ok...kita lanjut di ruanganku ya...."kata Revan. Revan pun menggandeng Leni menuju ruangannya.
Kira kira Leni pengen apa ya...???🤔🤔🤔
...****************...
__ADS_1
Maaf ya gengs...akhir akhir ini othor kelamaan up...entah apa yang terjadi pada.mood ku..terus juga ada perubahan rules dari NT, yang bikin gregetan...up diatas jam kerja nggak bisa lulus review...sedangkan kesibukan di RL mengharuskan aku hanya bisa nulis di jam jam malam setelah para perbocilanku bobo...jadi ane tambah fusying gimana ngaturnya...