
"Istrimu mengalami plantar faciitis,Van..lebih baik tak mengenakan high heels dulu,biar nggak memicu rasa sakit yang lebih parah lagi, apalagi Leni juga lagi hamil,jadi lebih baik pakai flatshoes saja dengan bantalan tumit yang lebih lembut. Oh ya nanti Om kirimkan link video terapi yang bisa dilakukan sendiri di rumah. Juga resep obat yang harus ditebus.."jelas Mike.
"Terimakasih banyak Om...maaf merepotkan.."kata Revan.
"Sama sama...harusnya Om yang berterimakasih,karena sudah banyak merepotkanmu untuk acara pernikahan Justin."kata Mike.
"Justin sudah Revan anggap seperti kakak sendiri Om..jadi sudah seharusnya Revan membantu Justin..."jawab Revan.
Setelah Mike meninggalkan kamar, Revan menghampiri Leni yang tengah berbaring. Ia sudah menyuruh orang untuk membelikan Leni obat obatan yang diresepkan oleh Mike.
"Gimana?apa kakimu masih sakit ,Yang?"tanya Revan sambil memijat pelan telapak kaki Leni.
"Sudah mending Mas..tapi masih sedikit sakit..."keluh Leni.
"Nanti tak usah ikut ke ballroom ya...kamu istirahat aja..."pinta Revan.
"Yaaahh..nggak bisa gitu dong Mas...Jess itu sahabatku..setelah istirahat bentar dan minum obat pasti baikan kok.."kata Leni dengan wajah cemberutnya. Revan yang gemas dengan wajah Leni langsung mencubit kedua pipinya.
"Iiihhhh....sakit Mas....aku tuh emang gemesin tapi nggak gitu juga...sakit tahu?!" omel Leni sambil membalas Revan dengan mencubit pemilik pinggang kokoh nan putih itu.
__ADS_1
"Aaaww..nanti kalau ginjalku lepas gimana,Yang?Emang kamu mau pasangin lagi..?"kata Revan sambil meringis menahan geli bercampur ngilu akibat cubitan istrinya.
"Gampang..tinggal di lem aja pakai lem serbaguna..beres."jawab Leni. Revan yang semakin gemas pun menggelitiki tubuh Leni hingga ia tertawa kegelian.
Tak lama kemudian ponsel Revan berdering. Ia pun segera mengakhiri candaannya dengan Leni dan menuju balkon untuk menerima telepon tersebut.
"Halo..ada kabar apa?"tanya Revan dengan nada datar.
"Hasil tes DNA dan seluruh pemeriksaan yang kami lakukan terhadap Nona Maylani Artika dan Dokter Alexandra sudah keluar,Tuan."jawab seseorang di seberang.
"Bagaimana hasilnya?"
"99,99% hasil tes terhadap mereka cocok.""
Ada kelegaan yang ia rasakan. Walaupun ia sendiri sudah menduganya sejak awal, namun ketika bukti itu sudah keluar dan sesuai dengan apa yang ia harapkan,Revan merasa beban yang ada dipundaknya berkurang. Revan kembali masuk ke kamarnya sambil tersenyum memandangi Leni yang sudah terlelap karena terlalu lelah.
"Sweety...kita sudah menemukan saudara kandungmu...akhirnya kamu tak merasa sendirian lagi sekarang..."kata Revan sambil mengelus wajah innocent Leni.
Ia pun segera menghubungi Loeyandra untuk memberitahukan kabar gembira ini. Sebelum mereka memberitahukan pada Kakek dan Nenek mereka, Mbah Purwo dan Bu Fatma serta Leni tentunya.
__ADS_1
"Apa ini benar benar nyata?Gue bener bener nggak nyangka kalau selama ini ternyata adik gue yang satunya ternyata benar benar dekat dengan kita.."ucap Loey dengan mata berkaca kaca saat membaca file di ponsel Revan yang ia dapat dari anak buahnya.
"Sebenarnya udah sejak lama gue udah punya feeling kalau Alexa itu kakak kandung Leni yang selama ini dicari cari oleh Mbah Kakung. karena terlalu banyak kesamaan di antara mereka. Tapi gue nggak bisa menyimpulkan begitu saja tanpa ada bukti bukti yang akurat."kata Revan. Sambil menyeruput kopi hitam yang ada di hadapannya.
Mereka langsung memutuskan untuk bertemu di kafe hotel. Karena Loey sendiri juga sudah sangat penasaran tentang kakak kandung Leni.
"Gue nggak tahu mesti gimana lagi ngucapin makasih ma loe..Makasih banyak..selama ini loe dan keluarga selalu bantuin gue disaat gue ngalamin kesulitan..gue nggak tau gimana harus balas semua kebaikan kalian.."kata Loey tergugu.
"Loe tuh udah gue anggap kakak sendiri begitupun Justin. Kalian yang selalu ngingetin gue kalau gue udah mulai kelewat jalur yang bener, loe yang nggak bosen bosen ngingetin gue dan Justin untuk selalu bersyukur dan berdamai dengan keadaan..yang gue lakukan ini nggak sebanding dengan kasih sayang kalian ke gue.."kata Revan yang juga ikut berkaca kaca.
"Itulah gunanya sahabat harus selalu bisa mengingatkan apalagi waktu kita jauh dari keluarga masing masing. Kalau nggak ada loe ma Justin, gue nggak tahu lagi gimana nasib gue di negeri orang. Apalagi gue juga cuma mahasiswa yang beruntung dapat beasiswa buat nimba ilmu di sana. Secara loe kan tahu gimana keadaan ekonomi keluarga gue yang nggak ada apa apanya dibanding kalian." kata Loey.
"Justru itulah yang bikin kita saling melengkapi satu sama lain..."ucap Revan lagi. Mereka mengobrol hampir satu jam lamanya. Mungkin bisa lupa waktu kalau tidak diingatkan Justin untuk segera bersiap.
Di dalam President Suite Room milik Revan dan Leni.
Leni membaca dengan seksama hasil tes DNA antara dirinya dan Alexa. Entah apa yang harusnya Leni rasakan saat ini saat ia membaca isi map yang baru saja diantar oleh salah satu orang suruhan Revan. Karena ia penasaran dengan isinya, Leni pun langsung membukanya tanpa menunggu Revan terlebih dahulu. Dan menemukan fakta yang membuatnya bahagia, terharu namun juga sedih dan cemas.
Ceklek.
__ADS_1
Revan membuka pintu kamarnya dan mendapati Leni sedang membaca berkas tersebut dengan ekspresi yang sulit diartikan.
"Sweety....."