
Flashback on.
Sore itu Leni yang selesai bekerja sebagai Cleaning Service bersiap untuk pulang. Kemarin, ibunya baru saja keluar dari rumah sakit setelah menjalani rawat inap selama beberapa hari. Ia ingin cepat cepat pulang, karena ia di rumah ibunya hanya sendirian, dan kondisi kesehatannya juga belum terlalu pulih.
Saat ia akan keluar, ia melihat beberapa perawat dan dokter jaga yang berada di UGD terlihat panik. Tak seperti biasanya, Leni begitu ingin tahu apa yang terjadi. Padahal biasanya ia selalu cuek, mungkin karena sudah terbiasa.
"Mbak Della, itu di UGD kok semua pada ribut?ada apa?"tanya Leni pada salah seorang perawat bernama Della, yang kebetulan tetangga dekat Leni .
"Ada pasien korban kecelakaan Len..dia kehilangan banyak darah, dan golongan darahnya sangat langka...AB rhesus negatif. Sedangkan di rumah sakit tak ada stok golongan darah tersebut."jawab Della.
"Mbak boleh aku donorkan darahku?kebetulan golongan darahku sama dengan korban kecelakaan itu...."kata Leni. Entah kenapa ia merasa iba dengan korban kecelakaan itu.
"Tapi Len..." Della sedikit ragu dengan tawaran Leni mendonorkan darahnya, mengingat langkanya golongan darah yang dimiliki Leni.
"Mbak...kasihan orang itu..aku akan merasa bersalah kalau sampai ada apa apa dengan dia,padahal aku bisa menolongnya. Aku ikhlas mendonorkan darahku padanya..."kata Leni. Della hanya menghela nafas panjang mendengar permintaan Leni.
"Baiklah, akan aku sampaikan pada dokter..kamu tunggu disini sebentar."kata Della.
Setelah melewati prosedur pemeriksaan, akhirnya Leni pun berbaring di sebuah ruangan.
"Sudah siap?"tanya seorang perawat.
"Siap...."jawab Leni.
Jarum pun ditusukkan di lengan Leni. Ada rasa nyeri dan ngilu yang menjalar, namun rasa kepeduliannya terhadap korban kecelakaan itu mengalahkan segalanya. Perlahan cairan merah yang berada si tubuh Leni perpindah ke kantung yang terhubung dengan selang.
Leni merasa tubuhnya sedikit limbung setelah mendonorkan darahnya. Dengan muka pucat dan rasa lemas yang melanda, Leni meninggalkan rumah sakit tempatnya bekerja. Saat berjalan keluar tak sengaja ia bertabrakan dengan seseorang hingga ia terjatuh.
Brruukk.
"Ma..maaf Pak..saya tidak sengaja."kata Leni sambil berusaha berdiri.
"Lain kali jalanlah hati hati..apa kamu sedang sakit?"tanya pria itu seraya membantu Leni bangkit dan melihat wajah Leni yang pucat.
"Tidak Pak...terimakasih sudah membantu. Dan maaf saya tidak memperhatikan jalan tadi."kata Leni dengan tulus.
"Hati hatilah...."kata pria itu sambil tersenyum.
"Semoga kita bertemu lagi...."batin pria berparas tampan itu.
Leni pun segera meninggalkan tempat itu berharap segera sampai rumah dan beristirahat. Ia memesan ojek dari aplikasi ponselnya dan tak lama kemudian ojek yang ditunggunya datang dan membawanya pulang ke rumah.
__ADS_1
Flashback off.
Leni hanya memandangi sarapan yang dibuat Bi Siti untuknya dan Revan. Entah kenapa bayangan 2 tahun silam muncul begitu saja. Dan ia baru menyadari, hari itu juga ia pertama kali bertemu dengan pria yang kini menjadi suami dan calon ayah dari anak yang dikandungnya.
"Leni....."panggil Revan yang melihat Leni sedang melamun.
"Sayang....."Panggilnya lagi.Namun Leni masih tetap bergeming.
"Sweety....."kali ini Revan menggoyangkan tangan Leni dan hal itu membuat Leni tersadar dari lamunannya.
"Eh..iya..maaf Mas..kurang fokus..."kata Leni yang masih belum sepenuhnya menghilangkan rasa kagetnya.
"Kamu ngelamun terus dari tadi?Ada yang dipikirkan?"tanya Revan.
"Nggak Mas...cuma keinget kejadian dua tahun lalu waktu aku habis donorkan darahku...."jawab Leni.
"Di hari itu pula, ternyata aku ketemu calon bapaknya anakku untuk pertama kali...hehehe..."lanjut Leni sambil terkekeh.
"Eh...baru sadar dia...aku malah selalu ingat momen itu..kamu jalan sempoyongan dengan muka pucat pasi...tapi benar aku baru nyadar sekarang kalau kamu habis donor darah..aku kira kamu sakit waktu itu..."kata Revan.
"Ah..masa..berarti Mas Revan cinta pada pandangan pertama dong?"goda Leni.
"Ya nggak tahu juga...cuma setelah itu aku selalu berharap ketemu kamu terus..."jawab Revan.
"Nggak tahu juga....seneng aja lihat muka cemberut kamu..tambah imut.."kata Revan.
"Ih...biasanya kalau orang jatuh cinta itu selalu berusaha bikin pasangan seneng atau gimana lah cari cara buat lebih dekat...eh malah yang satu ini punya hobi marah marah..kan aneh..."
"Iya..maaf maaf bumil cantik...sekarang Bunda Keiko makan dulu ya...mau Daddy suapi?"tawar Revan yang sebenarnya ingin mengalihkan perdebatan.
"Nggak...aku nggak selera malan Mas...aku tiba tiba pengen masakan ceker Mommy Yoo Ra.."pinta Leni sedikit merengek.
"Sekarang?"tanya revan.
"He'em..pengen ke rumah Mommy....terus lihat Mommy masak ceker bareng Daddy Keiko, terus makannya disuapin sama Daddy Eric.."rengek Leni.
"Oh My God...bisa minta yang lain aja nggak sayang?"tanya Revan sedikit frustasi dengan permintaan sang istri. Pasalnya ia dan Eric sama sama geli jika berurusan dengan kaki ayam tersebut.
"No....aku cuma pengen makan itu...kamu jahat banget sih Mas...kalau kamu nggak sanggup jadi suami siaga bilang aja dari sekarang..malam ini kamu bobo aja diluar rumah...hiks..hiks..."omel Leni yang mulai menangis.
"Oke..oke..aku telepon Mommy atau Daddy dulu ya..takutnya mereka masih di rumah sakit, jagain Valine..."kata Revan yang lebih memilih mengalah dari pada ia harus tidur di luar.
__ADS_1
Revan pun segera menelepon Yoo Ra. Dan pagi itu juga, Revan membawa Leni ke rumah utama untuk memuaskan nyidam Leni yang cukup berani.
Sesampainya di rumah utama, Revan langsung menuju dapur untuk membantu Yoo Raa menyiapkan bahan bahan yang di butuhkan. Sedangkan Leni memilih untuk menemani suami dan ibu mertuanya dengan duduk di meja makan yang ada di dapur itu sambil meminum susu segar yang baru di bawa Eric dari peternakan sapi perahnya.
"Revan..kamu cuci cekernya dulu, biar Mommy yang siapkan bumbunya..."perintah Yoo Ra.
"No...no..no...Mommy yang cuci..Revan geli..."tolak Revan.
"Kamu mau anakmu ileran gara gara bumbunya nggak sesuai dengan permintaan istrimu?Ayo cuci...."ancam Yoo Ra.
"Iya...iya....kalau bukan demi anak...walaupun dibayar mahal pun ogah..."gerutu Revan.
"Tuh tahu..lagi pula..inilah kesempatan emas buat membahagiakan istri..kamu tahu Van..nggak gampang seorang wanita itu mengandung bayi mereka...jadi wajar kalau Leni tuh benar benar Mood Swing..kamu bersyukurlah,.leni ngidamnya nggak aneh aneh dan masih wajar..."kali ini Eric ikut menimpali.
"Hah?bener itu Dad?"tanya Revan tak percaya.
"Mommy mu dulu, waktu hamil kamu, hobbynya jadi bolang..suka manjat pohon mangga terus sambil makan pencitnya di atas pohon. Gimana Daddy nggak senam jantung tiap hari..kalau nggak gitu suka banget hiking..."ungkap Eric yang mengenang saat saat Yoo Ra hamil Revan. Yang memangvmengalami ngidam tergolong ekstrem.
"Tuh..Mas..dengar Daddy..aku kan cuma nyuruh kamu masak ceker bareng Mommy.."kata Leni sambil terkekeh setelah memdengar cerita Eric.
Satu jam kemudian, setelah melewati berbagai macam drama yang menguras emosi Yoo Ra karena tingkah geli Revan, Akhirnya ceker Pedas permintaan Leni pun jadi. Matanya berbinar saat sepiring ceker pedas beserta nasi hangat tersaji di hadapannya.
"Sekarang giliran Grandy Keiko yang beraksi..."kata Eric yang menyebut dirinya "Grandy Keiko".
Dengan penuh perhatian, Eric menyuapi menantunya. Entah karena apa, rasa geli terhadap kaki ayam yang biasa menyerang saat melihat Yoo Raa makan hilang seketika. Ada rasa bahagia yang menyeruak di dadanya.Leni pun menghabiskan nasi nya sampai benar benar bersih.
"Gimana Sayang...Enak nggak masakan Mommy....?"tanya Yoo Ra.
"T.O.P B.G.T. Mom...benar benar enak..Leni jadi ngerasa punya sosok Ibu dan Ayah lagi..terimakasih banyak Dad..maaf Leni jadi kurang ajar minta Daddy suapin Leni..."kata Leni dengan air mata yang sudah berlinangan di pipi.
"No..Don't think like that...Daddy melakukannya dengan senang hati....Daddy bahagia karena bisa melakukan hal ini buat cucu Grandy...."kata Eric.
"Gimana sayang..hatinya sudah seneng?"tanya Revan.
"He'em...makasih banyak suamiku....Tapi...."kata leni tak melanjutkan ucapannya.
"Tapi apa sayang...?"tanya Revan.
"Malam ini aku pengen tidur sama Mommy...."pinta Leni.
Seketika Yoo Ra langsung berbunga bunga mendengar permintaan Leni,namun tidak dengan dua laki laki di hadapannya.
__ADS_1
Kira kira ada apa ya dengan Daddy dan Grandy Keiko?