Jebakan Cinta CEO Baru

Jebakan Cinta CEO Baru
Lamaran Revan dan Leni


__ADS_3

Setelah dipersilahkan pemilik rumah, keluarga Revan pun masuk ke dalam ruang tamu bercat putih yang berukuran sekitar 5 x 5 meter tersebut. Kini, Revan duduk di sebelah orang tuanya bersama Anne dan Revalina. Sedangkan Leni duduk di sebelah kakek neneknya bersama Loey dan kedua orang tuanya. Mereka duduk berhadapan.


"Monggo silahkan kuenya di makan dulu...." kata Mbah Uti pada para tamunya.


"Nggeh Bu..maturnuwun..." jawab Nyonya Anne sambil mengambil sepotong kue lapis yang sudah di sajikan di meja makan.


"Len...Bapak Ibunya tolong dibuatkan minuman hangat dulu..."kata Mbah kakung mengawali basa basi mereka.


Leni pun langsung ke belakang untuk membuatkan minuman hangat untuk para tamu.Eric, ayah Revan, selaku kepala keluarga dari pihak Revan, memulai pembicaraan tujuan mereka ke rumah kakek dan nenek Revan.


"Pak Purwo...Nuwun sewu...nyuwun pangapunten....Kedatangan kami kemari sudah merepotkan panjenengan sekeluarga..terlebih Revan yang sudah beberapa hari disini, tentunya juga pasti sangat merepotkan panjenengan sedanten..." kata Eric yang banyak menggunakan bahasa jawa saat berada di rumah kakek dan Nenek Leni.


"Mboten nopo nopo Pak...kami disini sama sekali tidak merasa direpotkan. Malah kami semua merasa senang sekali dengan kedatangan panjenengan sedoyo yang sudah jauh jauh datang dari ibukota. Nak Revan disini juga sama sekali tidak merepotkan malah Nak Revan ini membantu saya kalau dipekarangan pagi pagi..." jawab mbah Purwo dengan ramah.


" Lagipula Nak Revan sudah saya anggap seperti cucu saya sendiri eh ternyata malah sahabatnya Loeyandra cucu saya ini.."lanjut Mbah Purwo sambil menepuk pelan bahu Loey yang duduk disebelahnya.


"Hahaha....mereka memang sudah lama berteman sejak masih di luar negeri,Pak..saya juga tidak menyangka kalau Loey ini kakak sepupunya Leni..sedangkan Leni ini kerja dengan anak saya, Revan.. " kata Eric.


"Mungkin Gusti Allah memang membuat segala sesuatunya itu dipermudah lo Pak hehehe..."kata Mbah Purwo sambil terkekeh. Mereka semua pun ikut terkekeh.


"Pak...sebenarnya saya sekeluarga kemari selain menjalin silahturahmi, memang ada maksud dan tujuan yang lain...Mohon maaf sebelumnya kalau saya lancang. Saya ingin meminang cucu Pak Purwo untuk anak saya, Revan."kata Eric yangengawali pembicaraan lebih serius.


"Saya menerima maksud dan tujuan Bapak sekeluarga, kemarin Nak Revan juga sudah menyampaikan kepada kami. Bahwa orang Bapak sekeluarga akan datang untuk melamar Leni,cucu saya. Tapi sebelum Leni sendiri yang menjawab lamarannya, saya rasa Bapak sekeluarga perlu tahu asal usul Leni, agar kedepannya nanti tidak ada kesalahpahaman yang terjadi. Bukan begitu to Nak Revan?" Ungkap Mbah Purwo.

__ADS_1


"Iya Mbah Kung..."jawab Revan sambil menganggukkan kepalanya.


"Begini...Bapak dan Ibu Leni itu sudah lama sekali bercerai, Ibunya meninggal satu tahun yang lalu, jadi Leni ini sendirian di Jakarta tinggal di rumah peninggalan ibunya di sana. Sedang Bapaknya, sekarang kami tak tahu di dimana. Jadi sekarang ini saya dan mbah utinya yang jadi walinya Leni. Karena Leni ini sudah seperti anak saya. Saya menyampaikan ini agar nanti tidak terjadi sebuah kesalahpahaman.Apa Bapak dan Ibu tidak keberatan dengan masa lalu cucu saya sedangkan Bapak dan Ibu ini saya rasa juga bukan orang biasa seperti kami?" tanya Mbah Purwo.


"Begini Pak..Bu...Maaf kalau saya lancang...saya sekeluarga sudah tahu asal usul Leni yang sebenarnya, dan kami sekeluarga menerima Leni apa adanya,baik maupun buruknya,karena manusia tidak ada yang sempurna. Ibunya Revan sudah sangat menyayangi Leni dan menganggap Leni seperti puteri kami sendiri...Iya kan sayang?"kata Eric.


"Benar Pak..Bu...saya yang dari awal sangat berharap Leni bisa menjadi puteri kami...Sejak pertama kali bertemu, entah mengapa hati saya sudah mantab kalau Revan dan Leni sangat cocok..." timpal Yoo Ra.


"Syukurlah kalau begitu, kami sekeluarga sangat lega mendengarnya dan kami pun ikhlas melepas Leni jika Bapak dan Ibu juga menyayangi anak itu..."kata Mbah Purwo dengan raut muka lega.


Tak lama kemudian, Leni datang bersama seorang wanita sambil membawa baki berisi cangkir minuman hangat untuk para tamu.


"Len..lungguh kene sediluk Nduk...(Len..duduk disini sebentar Nak...), Tadi Pak Eric sudah menyampaikan ke Mbah Kung, mereka ingin melamarmu untuk Nak Revan. Kowe gelem opo ora dipundut mantu Pak Eric karo Bu Yoo Ra(Kamu mau apa tidak dijadikan menantu oleh Pak Eric sama Bu Yoo Ra)?"tanya Mbah Purwo.


"Saya bersedia Mbah Kung....Saya mau menjadi istri Mas Revan dan menantu Pak Pak Eric Bu Yoo Ra..." jawab Leni dengan mantab.


"Syukurlah....lamaranmu ditrimo Le...."Kata Eric sambil memeluk tubuh anaknya. Wajah Revan yang tadinya tegang berubah menjadi lega. Ia pun menatap Leni sambil tersenyum.


"Makasih Len...." kata Revan dengan senyum tampannya.


"Sama sama Mas..." jawab Leni.


Tak lama kemudian, seserahan berupa pakaian lengkap,sepatu, alat make up, alat mandi lengkap dan 1 set perhiasan yang hampir semuanya di pesan khusus oleh Yoo Ra dari luar negeri serta beberapa kue,diserahkan kepada pihak keluarga Leni.

__ADS_1


Setelah semua seserahan tersebut diterima, Revan mengeluarkan sebuah kotak kaca dengan kain beludru berwarna merah didalamnya. Ia pun membuka kotak itu yang isinya berupa cincin emas putih bertahtakan berlian berwarna pink yang sangat mewah dan elegan. Ia meraih tangan Leni dan memasangkan cincin itu di jari kiri Leni.


"Len....terimalah ini sebagai tanda,kamu telah menerimaku menjadi calon pendampingmu..." kata Revan seraya mengecup jari Leni yang telah terpasang cincin berlian itu.


"Terimakasih Mas...." jawab Leni sambil menitikkan air mata karena terharu.


Tak lama kemudian, Loey membisikkan sesuatu pada Revan.Revan pun mengangguk.


"Len..tunggu sebentar ya...aku ada sesuatu untukmu."kata Revan. Ia pun mengambil sesuatu dari kamarnya.


"Len..bukalah.." kata revan sambil menyerahkan sebuah kotak berhiaskan pita silver. Dan Leni langsung membukanya.


"Mas..ini...."kata leni sambil menempelkan satu tangannya menutupi mulut karena keterkejutannya. Sedang tangan satunya masih memegang kotak perhiasan itu.


"Biar aku pakaikan ya..." kata Revan sambil mengambil sebuah kalung berliontin mutiara itu dan langsung memakaikan pada leher Leni tanpa menunggu jawaban sipemilik leher.


"Mas...bagus banget..." kata Leni sambil memegangi kalungnya.


"Kamu suka?"tanya Revan.


"Iya....terimakasih..."jawab Leni.


Acara dilanjutkan dengan makan makan. Eric,Mbah Purwo dan Pak Andra, ayah Loey semakin akrab ketika mereka terlihat makan bersama, walaupun menu makanan yang disajikan bukan makanan mewah, tapi suasana kekeluargaan sangat terasa. Yoo Ra, Anne,Bu Yuni dan Bu Fatma pun tak kalah seru mengobrol santai, seperti mereka sudah kenal lama. Apalagi antara Yoo Ra, Anne dan Bu Yuni memiliki usaha yang tak jauh beda di bidang fashion.

__ADS_1


Sedang Leni dan Revan sedang berhadapan dengan Revalina juga Loey. Leni dan Revan seperti ingin menginterogasi dua orang di hadapannya yang sedari tadi di sepanjang acara saling memandang satu sama lain.


__ADS_2