Jebakan Cinta CEO Baru

Jebakan Cinta CEO Baru
Menjenguk Sahabat


__ADS_3

Leni dan Revan meninggalkan dapur dan naik ke lantai atas untuk beristirahat.


"Len..malam ini boleh nggak aku tidur di kamarku?"kata Revan.


"Boleh..aku yang tidur di kamar sebelah aja..."jawab Leni.


"No....kamu tidur di kamar aku juga...aku pengen peluk Revan junior...boleh nggak?"tanya Justin.


"Ehmmm....tapi jangan macam macam ya Mas...walaupun kita udah ngelakuin itu,tapi kan nggak sadar..aku belum siap melakukannya lagi..sebelum kita menikah"kata Leni.


"Len...aku bukan laki laki seperti yang kamu pikirkan..aku cuma pengen peluk Revan Junior kita.." jawab Revan meyakinkan.


"boleh kan?"lanjut Revan.


"Boleh Mas..."jawab Leni dengan muka sedikit merona.


Mereka pun naik ke tempat tidur Leni berbaring membelakangi Revan.


"Len...besok siang kita ke rumah sakit ya...aku tadi sudah telepon Justin dan dia udah daftarin kita ke dokter Lisa. Kita tinggal datang aja kesana setelah jam makan siang."kata Revan.


" Iya Mas..."jawab Leni singkat.


"Aku peluk kamu dari belakang ya...Selamat tidur.."kata Revan sambil mengelus perut Leni yag masih rata. Tak lama kemudian mereka berdua pun terlelap.


Pukul 5 pagi, alarm ponsel Leni berbunyi. Ia perlahan membuka matanya, dan menjulurkan tangan untuk mematikan bunyi alarm itu,namun ia kesulitan bergerak karena tertindih tangan kekar Revan.


"Len..jangan gerak terus..."kata Revan dengan suara seraknya.


"Mas..udah jam 5 pagi...kita harus siap siap.."kata Leni.


"Cepet banget sih..perasaan baru aja tidur..Bentar lagi Len...aku masih pengen peluk kamu..." rengek Revan.


"Mas...ntar kesiangan loh..."kata Leni.


"Biarin..kamu kan berangkatnya bareng aku..jadi nggak ada yang marahin."kata Revan yang semakin mengeratkan pelukannya. Kini mereka berdua tidur berhadapan.


Leni memandangi wajah polos Revan yang masih tertidur. Ia tersenyum, Leni pun mengulurkan jari telunjuknya untuk mengelus hidung mancung Revan. Ia juga menyusuri bibir tipis merah muda milik Revan,walaupun ia juga seorang perokok,tapi bibirnya sama sekali tak menghitam. Namun saat ia sedang asyik menyusuri bibir seksi itu,tiba tiba Revan dengan sengaja menggigit jari Leni dengan jahil.


"Aaauucchh...sakit Mas..ganggu momen aja.."pekik Leni.


"Geli tau...lagian lebay banget sih..mentang mentang punya calon suami tampan kaya aku..orang aku nggigitnya kan nggak keras..."kata Revan seraya mengemut jari Leni yang baru digigitnya.

__ADS_1


"Akunya kaget...ini kan jari yang luka kemarin.."protes Leni.


"Hah?beneran?tapi nggak berdarah lagi kan?"tanya Revan sambil memeriksa jari Leni dan membuang nafas lega karena luka Leni tak berdarah lagi.


"Kok dilepas plesternya?"tanya Revan.


"Biar cepet kering Mas..."jawab Leni.


"Bangun yuk..ntar kesiangan loh..hari ini kan ada rapat sama mnager keuangan tentang laporan yang tadi malem kita periksa Mas. Paginya kita juga harus ke rumah dokter Justin dulu.."kata Leni.


"Oke..oke..kita siap siap sekarang. Aku atau kamu duluan yang mandi?"tanya Revan.


"Mas Revan dulu aja..aku siapin dulu baju Mas Revan." kata Leni.


" Hari ini nggak usah pakai Jas Len..semi formal aja,nggak usah pake dasi juga..cukup kemeja sama celana aja."kata Revan.


"Siap Bos..."jawab Leni. Ia langsung menuju ke walk in closet milik Revan. Leni memilih kemeja biru laut,celana tartan hitam dan sepatu coklat semi formal untuk Revan. Ia juga menyiapkan aksesoris jam tangan.


"Ah...Mas Revan..kamu mau pake baju apapun atau sekalian nggak pake baju...didandanin gimanapun juga tetep ganteng..Oh My God...ngimpi nggak sih dapet calon suami yang gantengnya maksimal...?" kata Leni pada dirinya sendiri. Ia tak menyadari kalau Revan sudah bersandar di pintu ruang ganti mengamati tingkah Leni.


"Ehm...."dehem Revan.


"Mmmaas...sejak kapan disitu?"tanya Leni salah tingkah.


"Mas Revan mau ngapain?"tanya Leni terkaget.


"Menunjukkan kegantengan seorang pria..biar si wanita ngerasa kalau ini semua nyata bukan mimpi.." kata Revan yang sudah melepas bathrobenya dan kini hanya tersisa boxer yang menutupi bagian bawah tubuhnya.


"Aaaaakkhhhh.....Mas Revan Mesuuummm....."Teriak Leni sambil berlari keluar dari ruang wardrobe Revan.


"Hati hati sweety..ingat kehamilanmu..."teriak Revan sedikit panik melihat Leni berlarian. Namun sedetik kemudian ia tertawa terbahak bahak mengingat kata kata Leni tadi.


"Aku bakal buktikan kalau yang semua kamu dapatkan bukan mimpi Len..."batin Revan sambil tersenyum.


Sementara itu di dalam kamar mandi.


"Leniiiii...kemana sih otak jenius kamu..selalu aja jadi tumpul kalau berhubungan dengan Revan..."kata leni pada dirinya sendiri sambil menghentak hentakkan kaki. Mukanya kini sudah seperti udang rebus.


30 menit berlalu. Kini Leni sudah siap dengan blouse cantik biru laut senada dengan Revan dan kulot panjang warna putih,rambutnya diikat ekor kuda. Ia terlihat segar dengan penampilannya hari ini.


"Sudah siap?"tanya Revan.

__ADS_1


"Tinggal pakai sepatu aja Mas.."jawab Leni.


"Pakai flat shoes aja Len...kamu hamil"kata Revan.


"Siap Boss..."jawab Leni.


Pukul 06.30 pagi mereka berdua berangkat. Namun tak langsung ke kantor. Revan dan Leni mampir dulu di rumah Justin yang tak jauh dari rumah utama.


Justin yang baru selesai berolahraga menyambut kedatangan sahabatnya sekaligus mantan asistennya di rumah sakit.


"Bro...udah rapi aja..."kata Justin yang masih mengenakan celana training panjang dan singlet abu abu.


"Berangkat kantor sekalian mampir..." jawab Revan.


"Pagi dokter Justin..." sapa Leni dengan sopan.


"Pagi Leni...mari masuk..Jess di dalam..."kata Justin mempersilahkan Revan dan leni.


Leni dan Revan masuk ke dalam rumah, tampak Alexa kakak sepupu angkat Jess keluar dari kamar Jess dan bersiap untuk ke rumah sakit.


"Kak Alexa...." panggil Leni.


"Leni.....kapan datang?"kata alexa menghampiri Leni. Mereka pun berpelukan karena sudah cukup lama tidak bertemu.


(Kalau masih asing dengan nama nama di atas Justin,Jess, dan alexa silahkan kalian mampir di novel author yang udah tamat MY SURGEON MY HUBBY)


Entah mengapa Leni merasa sudah sangat dekat dengan Alexa sejak lama. Padahal baru sekali bertemu, saat Alexa mengakui kejahatan Orang Tuanya terhadap keluarga Jess. Namun ia selalu nyaman jika berada dekat dengan Alexa.


"Kakak sekarang kerja di GMC(Ganendra Medichal Center)?" tanya Leni.


"Iya Len..biar lebih dekat sama Jess jadi bisa sambil jagain dia..."lirih Alexa.


"Yang sabar ya Kak..aku ikut sedih dengar Jess lagi shock berat gara gara kejadian kemarin.." kata Leni dengan tulus.


"Oh ya mau ketemu Jess kan? Dia lagi dikamar baru aja selesai makan.Masuk sana gih...?" kata Alexa.


"Iya Kak..permisi Dok..."izin Leni dengan sopan.


Leni pun masuk ke kamar sahabatnya ketika masih sama sama bekerja sebagai Office Girl di GMC dulu. Saat melihat kondisi sahabatnya itu,seketika air mata Leni jatuh tak terbendung.


Buat yang penasaran sama kisah Justin dan Jesslyn silahkan mampir di karya author yang satu ini...🥰🥰

__ADS_1



__ADS_2