Jebakan Cinta CEO Baru

Jebakan Cinta CEO Baru
Pernyataan isi hati


__ADS_3

Revan lega karena tak ada flek yang keluar. Ia langsung menghubungi Justin saat itu juga. Dan bisa dipastikan Leni pingsan memang hanya karena kelelahan. Saat ini mereka sedang berada di perjalanan menuju tempat yang dijanjikan Revan. Revan terlihat diam dan sedikit dingin saat mengendarai mobilnya. Sedangkan Leni lebih memilih membuang pandangannya ke luar Jendela. Menikmati segaenya udara khas pegunungan.


Flashback.


"Mas..lupa ya sama janji kamu...?"tanya Leni.


"Ya nggak lah Len..tapi kan kamu semalem baru aja pingsan, perut kamu kram juga. Kita tunda sampai benar benar sehat ya..."kata Revan sambil melepas jarum infus Leni dengan hati hati.


"sakit?"tanya Revan.


"iya..hati aku yang sakit.."jawab Leni.


"Why do you say like that?"tanya Revan.


"You promised to take me some where...but you broke it..."kata Leni yang sudah mulai kembang kempis seperti akan menangis.


"Oh my God Leni..aku cuma nggak pengen kamu dan Keiko kenapa napa...ok kalau kamu mau kita kesana. Segera bersiap siap.aku tunggu di mobil!" kata Revan sembari meninggalkan Leni. Ia menutup pintu apartemen dengan keras.


Flashback end.


Setelah 2 jam perjalanan, mereka berdua sampai di sebuah tempat yang berada jauh dari kota. Tempat itu begitu asri dengan banyak pepohonan. Hawa dingin terasa menusuk hingga ke tulang. Sangat jauh berbeda dengan hiruk pikuk kota. Membuat hati siapa saja terasa damai. Mood Revan yang semula burik mendadak menjadi baik ketika ia berada disini.


"Do you like it..?" Tanya Revan sambil memakaikan jaket dibahu Leni.


"I like it...seperti di kampung Mbah..."kata Leni.


"Ayo kita ke villa dulu..kamu harus banyak istirahat Leni...Kasihan Keiko nya..."kata Revan. Leni pun mengangguk. Karena sejujurnya ia juga merasa lelah setelah perjalanan yang memakan waktu cukup lama.


Saat tiba di depan kamar, Revan menyuruh Leni untuk.menutup matanya sampai ia menyuruhnya untuk membuka mata.


"Ayo buka mata kamu Len...."kata Revan saat mereka sampai di dalam kamar.

__ADS_1


Terlihat dekorasi bernuansa mawar putih di dalam kamar itu. Di ranjang yang juga berwarna putih, bertaburan kelopak bunga lambang kesucian dan ketulusan. Kamar yang berukuran sekitar 6 x 7 meter tersebut berhadapan langsung dengan kebun bunga yang ada di belakang villa.


"Mas...ini semua kamu yang menyiapkan?" tanya Leni dengan mata berkaca kaca.


"Hmmm...sebenarnya sudah dari kemarin aku siapkan semua ini, tapi karena ada urusan mendadak di markas, jadi aku siapkan lagi pagi ini..untung gardeners nggak libur hari ini."jawab Revan.


"Kamu suka?"lanjut Revan.


"Suka pakai banget dan pol Mas..."jawab Leni.


"Len..sebenarnya ada yang ingin aku sampaikan sama kamu..."kata Revan.


"Mas Revan mau ngomong apa?"tanya leni.


"Leni..walaupun pernikahan kita terjadi karena sebuah kesalahan, dan awalnya aku sama sekali tak menyadari perasaanku sendiri. Namun entah kenapa, aku begitu nyaman saat kamu ada di dekatku. Ada rasa bahagia yang begitu sulit diartikan saat kamu menunjukkan rasa cemburu padaku. Entah mulai kapan rasa itu hadir namun yang jelas saat ini aku ingin mengatakan, aku telah jatuh cinta padamu Len..Aku mencintaimu istriku..."kata Revan dengan terus menatap Leni yang ssudah berlinangan air mata haru.


"Aku...aku...juga mencintaimu Suamiku..."jawab Leni sambil terisak. Entah apa mungkin karena hormon kehaamilannya atau memang Revan sudah meluluh lantakkan hatinya, Leni menjadi sangat sensitif saat ini. bahkan kata kata Revan yang sebenarnya jauh dari kata romantis, sudah membuatnya menangis sesunggukan karena terharu.


Revan yang mendengar jawaban Leni langsung memeluknya dengan erat, tangis Leni semakin kencang saat Revan memeluk tubuhnya. Revan yang sedikit heran,perlahan melwpas pelukannya.


"Nggak tahu Mas..tiba tiba pengen nangis keras..rasanya nggak mau berhenti..."jawab leni yang masih sesunggukan. seketika membuat Revan keheranan.


"Udah..udah....jangan nangis lagi...nanti perutmu kram lagi..."kata revan sambil mengusap air mata di pipi Leni dan kemudian mengecup seluruh wajah Leni.


"Mas..kita nanti tidur dimana?"tanya Leni tiba tiba


"Ya disini lah...emang mau dimana?"tanya Revan balik.


"Kan sayang Mas bunganya..kalau dirusak...sulit tahu bikinnya.."kata Leni.


"Ya kan ini memang sengaja dibuat untuk kita sweety...Tapi ingat, malam ini anaconda ku aku kurung dulu ya...sampai kandungan kamu benar benar kuat. Bisa kan?Demi Keiko...."kata revan dengan hati hati.

__ADS_1


"Iya...."jawab Leni.


"Nggak apa apa kan kalau ditahan dulu...bukan apa apa..cuma semua demi.kebaikan kamu..."kata Revan memberi pengertian.


"Iya..."jawab Leni.


"Ya sudah kita makan siang dulu habis ini istirahat."kata Revan. sambil mengecup dahi Leni.


Mereka pun makan siang bersama di villa dan memutuskan untuk langsung beristirahat. Mungkin karena dinginnya udara dan faktor kelelahan, membuat mereka begitu nyaman untuk benar benar beristirahat.


Leni terbangun saat menjelang petang. Itupun karena pelayan di villa itu yang membangunkan. Ia melihat suaminya masih kelihatan pulas dalam mimpinya.Namun bagaimanapun Leni harus membangunkan Revan. Ia masih percaya dengan pesan yang disampaikan neneknya. Tidur saat menjelang maghrib atau petang itu bisa mendatangkan hal buruk. Entah benar entah tidak tapi sampai saat ini Leni patuh dengan nasehat itu.


"Mas....bangun Mas..udah mau malam..."kata Leni sambil menggoyangkan tubuh Revan. Tapi tak juga bergerak. Namun tiba tiba ia teringat cara Mommy Yoo Ra membangunkan anak laki lakinya itu. Leni pun mencolek telapak kaki Revan. Dan benar saja, tak lama kemudian Revan mulai menggeliat bangun.


"Eeewweeuuuugggghhhh.....Jam berapa Len?"tanya Revan dengan suara seraknya. Dan masih dalam mode mengumpulkan nyawa.


"Hampir jam setengah enam mas...nyenyak banget ya tidurnya...."kata Leni sambil mengecup pipi Revan.


"Lagi...di sini..."pinta Revan sambil menunjuk bibirnya agar dicium oleh Leni.


Cup.


Kecupan Leni mendarat lagi di bibir Revan.


"Lagiiiii......"rengek Revan.


"Sudah...aku mau mandi dulu..jangan tidur lagi..pamali!"kata Leni.


Malam ini, Revan dan Leni hanya menghabiskan waktu di dalam villa. Mulai menonton drakor bersama, memainkan permainan anak anak, hingga saat ini mereka sedang bermain catur. Revan yang baru tahu kalau Leni begitu pandai main catur harus beberapa kali menerima coretan di wajahnya.


"Skak mat!" pekik Leni lagi lagi ia menang dari Revan.

__ADS_1


"Nggak bisa...nggak bisa kamu pasti curang!" kata Revan tak terima. selama ini ia selalu menang jika bermain catur bersama sang ayah. Namun kali ini, meremehkan Leni benar benar keputusan yang salah.


"Mas kalah berarti besok Mas Revan harus tepati janji.Oke...Leni mau tidur dulu...bye bye pak su...Muach..."kata Leni seraya mencium kening Revan dan berlalu meninggal kan Revan yang tengah kesal.


__ADS_2