Jebakan Cinta CEO Baru

Jebakan Cinta CEO Baru
Kegiatan di dapur berujung pingsan


__ADS_3

"Sroottt....sroott"


Tiga cup besar Boba sekaligus telah Leni habiskan. Revan yang ada di depannya hanya menelan ludah dengan merelakan 1 cup miliknya dihabiskan oleh Leni.


"Buat aku nggak ada Len?"tanya Revan dengan wajah memelas.


"Loh...Mas Revan mau?kirain buat Leni semua...hehe"kata leni sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"Ya udah nggak apa apa..kapan kapan aja kan bisa beli lagi..uangku nggak akan habis kallau cuman beli Boba aja..."jawab Revan setengah sewot karena minuman mood boosternya itu telah dihabiskan sang istri.


"Ya elah...paksu lagi sewot..."goda Oeni sambil menoel hidung Revan.


"Ih siapa juga yang sewot..sudah makan tadi?"tanya Revan.


"Belum...nunggu mas Revan. Kita masak yuk buat makan malam."ajak Leni.


"Delivery aja Len..di dapur cuma sada mie instan sama telur aja.Kan kamu lagi hamil, nggak sehat kalau makan mie instan."kata Revan.


"No...sayang uangnya kalau cuma buat delivery mas..aku tadi sudah masak nasi..kita masak nasi goreng aja ya..."kata Leni.


"Iya aku bantu ya..."kata Revan.


"Boleh...."jawab Leni.


Revan pun ikut ke dapur untuk membantu Leni. Entah mengapa menurut Leni, Revan begitu terlihat seksi saat mengenakan apron hitam yang terlihat kecil saat ia pakai.


"Ihh..apaan sih yang aku pikirkan, lihat suami masak aja udah travelling...."batin Leni sambil mengusap kasar dahinya.


"Kenapa sweety?"tanya Revan saat ia selesai masak, melihat Leni mengusap usap usap dahinya.


"Eh..Ng..nggak Mas..ada nyamuk..."jawab leni gugup. Revan pun lanvsung menghampirinya.


"Hmmm...tapi kok pipinya merah gitu....?"tanya Revan.


"hehe..nggak apa apa..."Jawab Leni ia semakin merasakan gelayar aneh saat Revan menangkup pipinya. Revan yang mengerti istrinya sedang menahan "sesuatu"pun langsung paham. Ia langsung mencuci tangannya hingga bersih.


Revan langsung menarik tengkuk Leni dan meraup bibir istrinya dengan perlahan namun lama kelamaan menjadi sebuah lu**tan yang menuntut. Leni yang merasa mendapat lampu hijau melepas kancing celana jeans Revan dan menurunkannya tanpa menghentikan kegiatan di bibir mereka.


"Kita ke kamar sweety...? tanya Revan.

__ADS_1


"No..i wanna do it here...."kata Leni yang sudah mirip de**han yang menandakan ia sedang sangat menginginkan Revan.


"As you wish sweety....but I wanna play it before...."kata Revan sambil memasukkan jarinya goa sarang titanoboa milik Revan.


"Aaakkhh....mas....enak..."teriak Leni saat ia mendapat pelepasan pertamanya.


"Hmmm.....aku pengen nyicipin ini Len...." kata Revan tanpa menghentikan permainan jarinya.


"Mas Yakin....?"


"Hemmm....."Revan langsung menaikkan Leni ke meja dapur yang sebelumnya telah ia bersihkan. Dan langsung merasakan goa dengan lidah dan mulutnya sendiri.Teriakan dan racauan Leni terdengar semakin liar.


"Aaaaaakkhhhh.......Maaasssss..."teeiak Leni saat ia kembali memuntahkan cairan lava miliknya.


Revan menurunkan Leni dari meja. Ia mengubah posisi Leni menjadi membungkuk dengan tangan leni bertumpu pada kursi di kitchen bar. Dan Revan pun melakukan serangan puncaknya. Akhirnya mereka berdua pun sama sama melakukan pelepasan secara bersamaan dan langsung mandi bersamaan di kamar mandi dekat dapur mereka.( Ingat cuma mandi nggak lebih 🤭).


"Tadi katanya mau masak buat suami..tapi kenyataannya kok malah kebalik ya...?" sindir Revan sambil tersenyum melihat Leni yang makan begitu lahap.


"Hehe...kan kamu sendiri mas yang tiba tiba ngerjain semuanya.."jawab Leni dengan mulut penuh.


"pelan pelan makannya..."kata Revan sambil sesekali mengusap kepala Leni yang duduk disampingnya.


"Kok bisa?"tanya Revan.


"Udah tajir, pinter masak,ganteng, hidup lagi...pokoknya perfecto deh.."kata Leni. Revan yang awalnya tersenyum seketika langsung luntur.


"Nggak enak banget di akhir...zombie kali kalau nggak hidup."kata Revan sedikit kesal.


"Hehe...nggak apa apa kalau zombie nya kaya kamu Mas...aku rela digigit..."Kata Leni sambil cengengesan.


"Oh My God istriku...kamu semenjak hamil kok jadi aneh gini sih....?"kata Revan,menepuk jidatnya.


"Kamu anggap aku aneh Mas?Emang kamu nggak suka ya aku kaya gini?Ya udah nanti malem kamu tidur aja di luar.Aku mau tidur dulu."jawab Leni ketus. Ia langsung menuju kamarnya.


Brrakkkk.


Pintu tertutup dengan keras.


"ya ampun...aku salah lagi..sabar..."kata Revan sambil menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


Revanpun memutuskan ke ruang kerjanya untuk mengecek email pekerjaan yang sudah ia tinggalkan beberapa hari.


"Huft..baru ditinggal 5 hari saja sudah numpuk gini. Padahal sisa libur masih seminggu lagi."Gumam Revan seraya memakai kacamata yang selalu ia pakai saat bekerja di depan komputer.


Perhatiannya langsung tertuju pada email dari orang kepercayaan yang ia tugaskan untuk memantau proyek salah satu mall tempo hari. Orang itu mengirim bukti bukti penyelewengan dan penggelapan dana konstruksi, serta pemalsuan data suplier bahan bangunan. Dan yang membuat Revan sangat terkejut, semua bukti itu mengarah pada direkur keuangan baru yang direkrut saat ia juga direkrut menjadi CEO REXCorp.


Saat itu juga, Revan langsung menghubungi sang ayah.


"Halo..ada apa Van..?"tanya Eric di sebrang.


"Dad..aku sudah dapat semua bukti penyelewengan di perusahaan kita. Dan pelakunya juga salah satu petinggi di perusahaan kita Dad.."kata Revan.


"Bisa kamu kirim lewat email Daddy?"pinta Eric.


"Iya sebentar lagi segera aku kirimkan Dad.."kata Revan.


"Eh..Van..ngomong ngomong kamu kok sudah ngurus pekerjaan?kan baru kemarin nikah.."kata Eric yang curiga dengan sang anak.


"Jangan bilang kamu disuruh tidur diluar sama istri kamu...!" ledek Eric.


"Bagaimana Daddy bisa tahu?"tanya Revan sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Daddy lebih berpengalaman dari pada kamu Son..."jawab Eric sambil terkikik.


"Udah..udah..Daddy sok tahu banget."kesal Revan


"Hehe..ya sudah selamat malam Son..ingat bujuk tuh mantu Daddy biar nggak kelamaan si junior dikurung"kata Eric seraya menutup panggilan ponselnya sepihak.


"Ih...dimatiin lagi..udah ah..lanjut aja..."kata Revan. ia pu melanjutkan pekerjaannya yang tertunda.


Saat jam hampir menunjukkan pukul sebelas malam, Leni terbangun. ia merasakan kram di perutnya. Namun ia tak menemukan Revan di sampingnya. Ia pun turun perlahan dari tempat tidur dan mencari Revan ke ruang kerjanya.


"Mas...kamu masih kerja?"tanya Leni saat ia melihat Revan sedang sibuk di depan komputernya.


"Loh..Len..kamu nggak tidur?"tanya Revan.


"Kebangun Mas..tiba tiba perutku kram..."kata Leni yang kemudian ia jatuh pingsan.


Kira kira Leni kenapa Gaeess...?

__ADS_1


Maaf kemaren seharian author nggak up satu bab pun, karena migrain ku kambuh berat. Terus nafas juga kaya senin kemis kayanya efek asam lambung naik. Makanya sehari kemarin aku benar benar istirahat. Ini udah agak mending walaupun rasanya dadaku masih sedikit panas. Jadi aku sempatin buat up.


__ADS_2