Jebakan Cinta CEO Baru

Jebakan Cinta CEO Baru
Coba bukan sepupu


__ADS_3

Siang itu, setelah prosesi sungkeman selesai dilaksanakan. Baik Revan maupun Leni di kediaman masing masing bersiap untuk melakukan prosesi selanjutnya, yaitu Siraman. Siraman yang berasal dari bahasa jawa Siram berarti membersihkan. Siraman ini bertujuan agar sang calon pengantin bersih jasmani dan rohani sebelum mereka mengarungi bahtera rumah tangga. Air siraman sendiri berasal dari tujuh sumber mata air berbeda yang dicampur dengan bunga tujuh rupa. Karena keluarga Revan juga mengadakan prosesi tersebut, maka mereka mengutus salah satu kerabat untuk mengambil air siraman Leni dan dicampurkan pada air siraman untuk Revan.


Leni tampak cantik memakai kain jumputan berwarna hijau lumut dengan roncean bunga melati sebagai penutup bahu dan dada serta sebagai bando yang menghiasi rambutnya yang tergerai.


Sementara di paviliun tempat Revan, ia mengenakan kain jumputan yang sama dengan Leni namun hanya sebatas pinggang saja sedang kan ia bertelanjaang dada. sehingga tampak abs Revan yang menambah ketampanannya. Ia juga mengenakan roncean bunga melati untuk slempang.


Prosesi siraman itu berlangsung dengan lancar dan khidmat. Bagi keluarga besar Yoo Ra dari Korea Selatan, hal ini merupakan ritual yang pertama kali mereka lihat. Mereka terlihat sangat antusias mengabadikan momen pernikahan putera Yoo Ra itu. Setelah siraman selesai, Eric dan Mbah Purwo sama sama memecahkan kendi yang telah kosong di tempat masing masing.


"Niat ingsun ora mecah kendi nanging mecah pamor e anakku Meylani Artika/Revan Prince Aditya Sanjaya" begitulah yang diucap kan Eric dan Mbah Purwo saat memecahkan kendi kosong itu.


Prosesi dilanjutkan dengan memotong rambut kedua mempelai untuk disatukan dan dikubur di dalam tanah. Hal ini dimaksudkan agar semua hal buruk yang ada dalam diri mempelai ikut terkubur dengan potongan rambut mereka berdua.


Di Paviliun tempat Leni, acara "BOPONGAN " sedang di laksanakan. Mbah Purwo dengan segenap tenaganya memboponb Leni sampai ke kamarnya.


"Mbah Kung..Leni berat ya?"tanya Leni.


"Ternyata kowe wes gede Nduk...(ternyata kamu sudah besar Nak...)Untung Mbah Kung mu ini dulu tentara jadi sampai sekarang tenaga Mbah Kung masih kuat kalau cuma gendong kamu aja Nduk..hehe..."jawab Mbah Purwo sambil kerengkengan saat menggendong cucunya itu.


"Hadddeeuuuhh...akhirnya sampai juga..."kata Mbah Purwo sambil mendudukkan tubuh Leni di kasurnya. Ternyata, di kamar Aunty Anne,kakak Eric sudah bersiap untuk tradisi ngerik yaitu mengerik rambut halus di wajah mempelai agar auranya semakin terpancar.


Aunty Anne mengawali riasan tipis di wajah Leni sambil merapalkan doa doa jawa dengan nada berbisik.


"Berdoalah sesuai keyakinanmu, Nduk..."kata Aunty Anne kemudian.


Leni pun memejamkan matanya untuk berdoa agar pernikahannya diberi kelancaran dan kemudahan. Aunty anne pun mulai merias wajah Leni dengan paes (kalau readers belum paham, bisa searching gambar pengantin jawa yang pake hitam hitam di dahinya) yang masih tipis karena mereka belum melaksanakan upacara pernikahan. Sore itu, Leni mengenakan kebaya kuthu baru warna peach dan kain jarit warna coklat. Ia tampak begitu cantik.


Saat ia menunggu untuk prosesi selanjutnya, ponsel Leni berbunyi dan ada nama Revan di layarnya.


Anne yang melihat Revan menelepon Leni hanya tertawa kecil.


"Angkat dulu Nduk..paling tuyul itu sudah kangen sama kamu..."kata Anne sambil terkekeh.


"Iya Aunty..Leni angkat telepon dulu.."jawab Leni.

__ADS_1


Leni menggeser icon hijau di ponselnya.


"Halo...."kata Leni.


"Halo Len....."jawab Revan di seberang.


"Ada apa Mas?"tanya Leni.


"Udah makan?"tannya Revan.


"Sudah Mas..tadi disela acara. Mas sendiri?"tanya Leni.


"Ini lagi makan makanya keinget kamu.Keiko baik baik aja kan?"tanya Revan.


"Hehe...dia baik kok mas..nggak rewel...."jawab Leni sambil mengelus perut ratanya.


"Syukurlah kalau gitu..kan udah dua hari nggak ketemu daddy nya..kali aja Keikonya kangen..."jawab Revan.


"Aku yang aneh kalau nggak ada kamu Mas..."batin Leni.


"Len...."panggil Revan.


"Kamu masih disitu kan?"tanya Revan.


"Eh..iya Mas..."jawab Leni.


"Tuh kan ngelamun lagi..jangan kebanyakan ngelamun nggak baik...kata Mbah Uti sama Kakung bisa kena sawan..hehehhe..."kata Revan.


"Apaan sih Mas garing tau nggak....Udah ah..Leni mau dirias dulu nih sama Aunty."kata Leni.


"Eh..kasih dulu sama Aunty."kata Revan.


Leni pun memberikan ponselnya kepada Aunty Anne dan mengatakan bahwa Revan ingin berbicara.

__ADS_1


"Opo Le..cah sing ganteng e koyo budheng...(Apa Nak..yang paling ganteng kaya monyet)?"tanya Aunty Anne dengan keusilannya.


"Aunty tau aja kalau Revan ganteng.."kekeh Revan.


"Ya taulah..orang yang tiap hari ngemong kamu dari masih masih bayi sampai dibela belain nggak rabi(nikah)." jawab aunty Anne.


"Bukannya karena broken heart sampai gagal move on ya..kok malah Revan yang dibawa bawa."ledek Revan.


"Sudah..ada apa?to the point aja...nggak usah bongkar aib!"kata Aunty Anne kesal.


"Aunty...merias Leni nya jangan cantik cantik ya...Revan nggak bisa lihat.."kata Revan.


"Hahaha...rupanya sudah rindu anak ini...tenang Boy...Leni itu anaknya sudah cantik. nggak diapa apain juga tetap cantik kok...hehe..sudah sana kamu juga siap siap. Sabar dulu besok pagi juga sudah ketemu kok.."kata Aunty Anne yang berakhir dengan menutup teleponnya sepihak.Ia pun menyerahkan kembali ponselnya pada Leni.


Di tempat Lain, Revan sudah terlihat sangat tampan memakai beskap warna peach dan kain jarit dengan blangkon warna coklat. Malam ini di paviliun masing masing akan diadakan doa bersama. Sedang di paviliun timur, tempat Leni diadakan prosesi tantingan dan Midodareni. Ia tampak sangat cantik dengan riasan tradisional yang natural namun elegan. Loey yang notabene sepupu Leni pun tak bosan bosan memotret setiap momen adik sepupunya itu.


"Andai aja loe bukan adek sepupu gue Len..pasti udah gue lamar dari loe bayi.."batin Loey.


Diam diam Loey memotret Leni dan mengirimkannya ke pesan Chat milik Revan.


Revan.


[Anjir bini gue cantik banget!]


Loey


[emang udah cantik dari jaman orok, coba bukan saudara sepupu gue...😁😁😆😆]


Revan


[😤😤😡😡👊👊👊]


Loey pun tertawa melihat balasan dari sahabatnya itu.

__ADS_1


__ADS_2