
Setelah dua Minggu lebih sejak saya mengirimkan Curiculum Vitae untuk Ta'aruf , Ummi Aisyah tidak perna lagi memerintahkan ku datang ke ruangannya . Saya membaca buku pelajaran tanpa minat , fikiranku tak fokus. Suara guru juga tak masuk di pendengaran ku .
'Mungkin saya tidak masuk kedalam kriteria nya' . Batinku sembari menggarisi buku dengan spidol hijau di tanganku . ' Mungkin saya terlalu banyak maunya' Tambahku lagi sambil menekuk wajah .
Di Asrama saya sudah berkali-kali memancing Umi Aisyah memanggilku dengan berjalan slow motion didepan ruangannya , namun saya tak dipanggil sama sekali . Saya juga tak berani to the point bertanya .
Saya tidak ingin melukai perasaanku , hatiku tak karuan , saya akan menjadi malu jika saya ditolak karena buruknya menulis Curiculum Vitae. 'Apa saya seburuk itu untuk diterima?' , 'Bagaimana saya akan menghadapi Ummi Aisyah lagi?' . Hembusan nafas kasar keluar dari mulutku , saya menatap jendela kelas dengan bosan, hanya hijau daun yang yang ada dipohonnya .
"Hatoloh ! Lagi melamun apa ?" tegur Iffah yang kini sudah duduk di bangkuku, saya duduk dipojok dekat jendela , ku tengok seluruh kelas yang mulai kosong .
"Udah selesai? , kapan pak Dian keluar kelas " tanyaku membuat iffah geleng kepala .Pak Dian adalah guru sejarah dikelas kami yang mengajar tapi tak kuperhatikan , saya merasa bersalah karna mengabaikan sampai tak sadar sudah jam istirahat .
" Dorr" .
__ADS_1
"Vania !! Ngagetin tahu " . Ucapku kesal , gadis itu hanya tersenyum tanpa rasa bersalah .
" lagian saya gak diaajak ", Keluhnya membuat kami terkekeh . "Ayo" kugandeng tangannya .
Kantin sekolah kami berada di tengah tengah , antara sanri Ikhwan dan akhwat . Kami tidak akan bertemu satu sama lain karena kami memiliki jam istirahat yang berbeda . Saya mengelilingi meja kantin . Dan ikut mengantri membeli cimol pedas , itu jajanan kesukaan ku .
Satu bungkus cimol dengan es teh , dan wafer dan susu kotak . Yang akan menemani ku di jam istirahat pertamaku .
kuedarkan pandanganku di sisi belakang mencari temanku . Ketemu! , Iffah masih menunggu minumannya dan Vania masih menunggu kue cubit ya matang.
Saya duduk disalah satu bangku sembari menunggu , iffah selesai lebih dulu ketimbang Vania .
Selesai membeli jajan dikantin , kita kembali ke kelas . Jajan yang dibeli memang sengaja untuk dimakan disekolah . Jika dimakan dikantin rasanya sesampai dikelas kita akan lapar lagi.
__ADS_1
Langkah ku terhenti melihat seorang pria yang kukenal dengan kemeja putih bercorak tipis , 'A Farhan', Deg! , kakiku lemas , sinar matahari membuatnya cerah dipandanganku .
"Ada Kak Farhan" Bisik Vania membuatku melengos membuang muka . Vania menarik tanganku , menuju ke pria yang tak jauh dari ku .
"Assalamualaikum Kak, Kapan pulang? Kata ustad Firman , Kak Farhan lagi kuliah di universitas Kairo " Sapa Vania yang memberondong dengan pertanyaan .
Wa'alaikum salam , iya saya sudah lulus , akhir tahun kemarin ,, ustadz dimana ya ? tanyanya membuatku ingin berteriak ,didepannya .
'Dikantorlah!! masa dikantin' , Namun saya tak mungkin berteriak seperti itu .
"Mungkin dikantor , eh itu " Tunjuk Vania yang membuatku cepat cepat menarik iffah .
" Kalo begitu kami deluan " .ucapku berlalu pergi . Saya sudah tak tahan , rasanya akan bertemu dengan ayah mertua. Saya melirik sejenak , pandangan kami bertabrakan , Ada seutas senyum diwajahnya. saya menggeleng cepat .
****
Jangan lupa tinggal kan jejak komen , like dan vote Makasih ..
__ADS_1