
" Okey , pertama sulap dulu ranjangnya menjadi sofa , aku lemah kalau udah sama kasur" Aku menatapnya tak percaya . " Bercanda , Aa memang agak capek beberapa hari ini , berdiri dulu " Pintanya dan aku hanya menurutinya , ia melipat ranjangnya menjadi sofa . Dia duduk terlebih dulu , dan aku menyusul duduk di sampingnya . Banyak pertanyaan yang ingin ku lontarkan sebenarnya.
"Maaf ya sifat Aa memang agak menjengkelkan , di ingatin aja ya " Ucapnya tiba-tiba .
"*Bukan agak tapi sangat "
"Iya sayang iya sifat Aa memang sangat menjengkelkan* "
Dia memiringkan duduknya menghadap ku "*Kenapa dek Putri mau sama Aa "
"Takdir"
"Aku tidur nih* " Ancaman nya membuatku terkekeh kecil. tidak , kau tidak boleh tidur . Karena aku sangat menyukai momen yang tercipta saat kita berbicara .
" Ngobrol diluar aja yuk Aa " Pintaku yang sedari tadi tertarik pada balkon yang ada di depan itu . Farhan menggeleng, menolak ajakan ku .
__ADS_1
'Allahu Akbar ... Allahu Akbar' Azan berkumandang di mesjid dekat lingkungan kami " Alhamdulillah " Gumam ku kecil , Bersyukur diberi kesehatan dan usia saat ini . "Dek Putri tahu Apa jadi imam disana , Mau ikut ?" Ajaknya membuatku terdiam , aku hanya cengengesan memamerkan deretan gigi putihku .
"Putri sholat di rumah aja ya Aa" Pintaku yang dibalas anggukan . " Iya dirumah aja , nggak papa " . Telapak tangannya mengelus puncak kepalaku " Jangan marah sama Aa ya " Deg! Wajahku kembali memanas . Mataku terpejam saat jarak di antaraku dengannya sangat tipis .
Cup ! Kecupan ringan dibibir , "Aa Siap-siap dulu " Ujarnya berlalu begitu saja , rasanya aku lupa bernapas , dia ke kamar mandi . Lalu apa yang harus ku lakukan ? Bukankah sudah jam makan pula ? Apakah aku harus memasak ? .
"Aa makan siangnya mau masak atau bagaimana " Tanyaku saat ia sudah keluar dari kamar mandi , rambutnya basah karna air wudhunya . Ketampanan naik berkali-kali lipat . Ia mengacak rambutnya untuk mengeringkannya.
"Kalau mau masak , tunggu Aa pulang , Dek Putri juga sholat dulu , kalau gak kita beli di luar juga nggak papa " . Ujarnya lagi dia membuka lemarinya mengambil baju Koko yang bergantung . Kenapa ada pria Serapi ini . Mataku! Aku mengerjap berkali-kali . Dia bisa membuka baju dengan santai meski ada aku didepannya . memang ada kaos single yang terpakai namun tetap aja dia membuka tanpa aba-aba.
Bahunya lebar , nyaman di pelukan . Pria di depan mataku adalah suamiku . Aku terus memandanginya hingga penampilan dia berubah menjadi Farhan yang kukenal untuk pertama kali ku kenal " Aa berangkat dulu , Assalamualaikum "
>>>~<<<<
Hari sudah menjelang malam , kami kini sedang berada di taman kota, aku yang menyeretnya karena bosan di dalam rumah , Aku tidak malu dengan tangan ku yang berada genggamannya , aku juga nggak malu untuk bergelayut manja di lengangnya . ' Ini menyenangkan aku ingin seperti ini setiap hari' . Aku melirik pria yang menjulang di sampingnya . Aku mencintainya , dengan begitu cepat . Namun tak masalah , dia sudah menjadi kekasih halal ku .
__ADS_1
"*Rasanya Putri ingin begini terus "
"Ke alun-alun?"
"Ih bukan* " Aku mengembung kan pipi ku kesal , kenapa harus itu yang dia tangkapnya .
"Belajar yang benar yah di pesantren , Aa juga besok ingin ke Jakarta "
"Aa mau ngapain?"
-
-
-
__ADS_1
Kira-kira Aa mau ngapain ya di Jakarta ?? 🤔🤔🤔
Simak terus Author nya dan jangan lupa tinggalkan jejak 😊😊😊 Makasih