
>>> Aa Farhan Mau Ngapain <<<
Farhan membuang muka , menyembunyikan mukanya yang memerah , detak jantungnya yang tak beraturan , itu yang masuk ke Indra mendengaranku . "A ke dokter sana" Ledekku puas , kesempatan langkah melihat tingkah malu-malu nya seperti ini . Aku menggeser sedikit tubuhku mendekat , berusaha melihat wajah merah yang disembunyikan .
"Aa" Godaku, ekspresi ku memang gelisah sejak tadi tapi detak jantungku tidak secepat miliknya .Dalam helaan nafas berat yang dihembuskan , dia menoleh cepat kearahku dengan santai ku balas tatapannya , aku sudah bisa nyaman dengannya , prasangka ku terhadapnya sudah terpatahkan .
"*Kamu tuh kalau mau meluk bilang-bilang "
"Lah kenapa ? katanya suami sendiri ini , gak perlu canggung "
" Sakit tahu di tubruk tiba-tiba "
"Ya sudah sih, kan udah lewat ini* " Refleks ku sampaikan kerudungku ke kepalaku tanpa di jarum dan kembali mengambil komik yang tak pernah selesai dibaca . "Emang ada yang deg-degkan kalau di peluk kayak gini ?" Tangan besar itu mengalung di leherku , dengan dagunya yang menusuk di bahuku . Tubuhku menegang .
"Gimana deg-degkan gak? " Bidiknya tepat di telingahku , membuat tubuhku bergidik . "Enggk deg-degan ya?" Tanya A Farhan lagi melepas pelukannya . Aku bernapas lega , ku Sunggingkan senyum terbaikku. *Nggak tuh, gak deg-degan " .
__ADS_1
"Berarti ga normal*" Deg !! Apa katanya ? Nggak normal ? apa kenormalan seseorang dinilai dari cepat detak jantungnya . Dia memerosotkan tubuh nya . Puk!! Dengan nyaman dia menidurkan diri di pangkuanku yang sedikit geli namun aku menahannya atau dia akan semakin jahil .
"*Kan ada bantal "
" Gak ada yang seempuk ini "
"A.."
"Bantalnya buat guling* " Dia meraih bantal dengan kakinya dan dipeluknya erat . "Adzan dhuhur nanti di bangunin ya " Pintanya membuatku menggeleng , aku juga akan tidur sepertinya . Namun matanya sudah nyaman terpejam . Aku sudah melupakan buku bacaan ku . Memandangi ciptaan-Nya yang begitu sempurna ... di mataku .
Akad baru dilaksanakan pagi tadi , tapi rasanya seperti sudah lama sekali , bertemu baru kemarin namun begitu akrab . " Gak bisa tidur , diliatin terus "
Eh? dia sadar aku terus memandanginya ? aku hanya menyengir bagai tak bersalah . " Makanya jangan tidur disini , dikasur aja , aku mau baca " Ucapku berani namun sepertinya ia tak membiarkan ku dengan jawaban yang ku lontarkan .
"*Kau juga ngantuk kan? sini tidur "
__ADS_1
"Beneran mau tidur ? besok putri bakalan sekolah lho , nanti gak ketemu dua Minggu " Ucapku sedikit kesal , memang tidak ada yang melarang dia untuk tidur , tapi setidaknya bukankah ini hari pertama kami ? terlebih aku harus kembali ke pesantren untuk menjalankan tugasku sebagai santri* .
" Iya, iya Aa gak tidur " Ia merubah posisinya , duduk di depanku namun aku tak bisa bicara apapun lagi , aku udah terlanjur kesal olehnya . Bukankah akan sangat menyenangkan di asrama jika seperti ini , aku kesal . " Aa suka aja liat muka kesal Putri " Ucapnya lagi .
" Okey , pertama sulap dulu ranjangnya menjadi sofa , aku lemah kalau udah sama kasur" Aku menatapnya tak percaya . " Bercanda , Aa memang agak capek beberapa hari ini , berdiri dulu " Pintanya dan aku hanya menurutinya , ia melipat ranjangnya menjadi sofa . Dia duduk terlebih dulu , dan aku menyusul duduk di sampingnya . Banyak pertanyaan yang ingin ku lontarkan sebenarnya.
.
.
.
Bersambung
Tinggalkan jejak , makasih
__ADS_1