
JKA. Haru
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Lembar demi lembar dibalik dari novel yang tengah dibacanya , ia menunggu suaminya selesai berbincang dengan temannya yang begitu banyak .
Cerita romantis masih menjadi kesukaannya dan beruntung Farhan mempunyai cerita yang sesuai dengan genrenya .
"Ga sabar nunggu HP balik" , Gumam Putri merasa bosan dengan keheningan seorang diri di kamarnya, biasanya ada lagu yang menemaninya namun saat ini benar-benar hening hanya ada suara deru nafasnya sendiri yang terdengar di telinganya .
Lembaran yang terbaca semakin banyak dan halaman novel yang telah terbaca semakin tebal .
Ceklek!! Farhan muncul dari balik pintu dengan wajah lelahnya . "Udah pada pulang A?" Tanya Putri berbinar , Ia letakkan novelnya lupakan kisah romantis yang tengah dibacanya . Ia bergegas menghampiri suaminya namun belum sampai dekatpun Putri mundur menjaga jarak .
"Aa bau rokok" Ucap Putri kembali mundur , Indra penciumannya cukup tajam . Farhan menggaruk rambutnya yang tidak gatal. "*Teman-temanku pada merokok, Putri gak suka bau rokok ya" Tanya A Farhan hati-hati , ia melupakan detail yang tercantum dalam CV nya . "Tapi Aa gak merokok kan? Gak sehat tahu, Udah jelas di wanti cover di depannya" Farhan membeku mendengar pertanyaan istrinya .
"Maaf ya? Lain kali Aa gak ijinkan mereka kesini lagi" Tambah Farhan lagi membuat Putri mengangguk kecil " Aa mandi dulu aja , udah di beresin belum ? Biar Putri beresin" Tanya Putri lagi , Farhan menggeleng kecil , "Belum mereka rusuh bangat*"
"Putri beresin dulu kalau gitu" Putri keluar kamarnya , meninggalkan Farhan yang menghela nafas panjang , berbohong bukan sesuatu yang mudah baginya .
Farhan bergegas ke kamar mandi , merasa bersalah yang telah membohongi wanita yang tak lain adalah istrinya "Memang segitu jelas bau rokoknya ya" Gumam Farhan mengendus pelan bajunya dan menggeleng pelan saat tidak menemukan kejanggalannya.
Ia juga langsung mencuci pakaiannya , Sudah menjadi kebiasaannya. Merepotkan istri mungilnya , ia tak berani .
Sementara di lantai dasar Putri mendelik tajam melihat ruangan yang begitu kotor, Bungkus jajan berserakan, Puntung rokok tercecer, gelas kopi juga sudah tidak pada ditempatnya.
"*Kenapa seberankatan ini" Putri mengambil gelas dengan nampannya . Ia memilih mencuci gelasnya lebih dahulu.
"Teman A Farhan juga kenapa sangar-sangar" Keluh Putri lagi, membasuh gelas-gelas dengan sabun yang berbusa . Putri membilas gelasnya dengan cepat . Sendiri di lantai dasar cukup menakutkan.
"Sepi bangat sih" Gerutu Putri yang kini mengumpulkan bungkus jajanan yang berserakan dan meletakkannya ke dalam tempat sampah ."Berantakan bangat yah?" Tanya Farhan menuruni anak tangga, rambutnya masih sedikit basah.
"Aa keramas malam-malam?Emang gak dingin?" Tanya Putri terkejut . Mandi sore aja Putri sering kedinginan apalagi selarut ini. "Dari pada bau rokok" , Ujar Farhan dengan senyum simpul .
"Nice" Puji putri mengacungkan jempol bangga. Tersipu malu Farhan mendapatkan perlakuan sederhana istrinya. Manis dan penuh semangat .
__ADS_1
"A Sapunya mana?" Tanya putri. "Di luar"
"Ih ambillin" Pinta Putri takut, hari sudah semakin gelap. "Padahal gak usah rajin-rajin gak papa kok "
"Bukan masalah rajin , ga enak diliat tahu"Sangkar Putri mengikuti suaminya yang mengambil sapu . "Mau ku pasang banner di depan pintu nanti, Dilarang membawa rokok di dalam rumah" Ucap Putri tegas membuat Farhan terkekeh , Putri menerima sapu dari Farhan.
Putri mulai menyapu dan Farhan berdiri pada dinding rumahnya. "Ga suka bangat ya?"
"Iya bukan ngehate sih, tapi gimana ya , kan udah jelas tuh peringatannya , kalau bahaya ya bahaya , kenapa pada bandel belum lagi asapnya pada sesek" Tutur putri membuat Farhan mengangguk setuju.
"Dalilnya bilang ngilangin stress , itumah sugesti dia saja , Aa juga jangan gitu ya, kalau ada masalah cerita aja ke putri, pasti di dengerin" Jawab putri panjang lebar, senyumnya cerah . Tersentuh Farhan mendengarnya . Wanita yang jauh lebih muda darinya justru bisa dengan santai bisa mengucapkan hal yang lembut di telinganya .
Putri melanjutkan kegiatannya, menyapu mengabaikan Farhan yang tersipu dengan ucapannya , sembari menanti istrinya menyelesaikan pekerjaannya.
"Ini putri gak dianterin ke luar nih? Tanya putri membuka pintunya dan merasa merinding , Farhan melangkah maju dan meraih sapunya ,"Padahal gak ada apa-apa" Ujar Farhan menyapu teras , putri menunggunya dibalik pintu .
"Ga takut sih, biar Aa ada kerjaan saja dari pada berdiri doang, melamun" Ledek Putri membuat Farhan gemes , di banding istrinya , rasanya seorang adik manis yang datang untuk mewarnai hidupnya .
"Ini masih kotor" Ledek putri lagi
Farhan menggantung sapunya, dan bergegas masuk . Udara diluar cukup dingin ." Mau kubuatkan minuman? Coklat, Susu, kopi', teh," Tanya Farhan membuat Putri melirik curiga.
"Cokelat aja kalau begitu" Ucap Farhan , Putri bergegas ke dapur Farhan hanya mengamati istrinya , rasanya rida kehidupannya berjalan dengan begitu baik , namun selalu saja ada yang mengganggu hati dan pikirannya .
"Silakan di minum tuan"
"Jangan ngeledek terus" Tarik Farhan membawa istrinya duduk disampingnya. Putri yang tak siap dibuat berdegup dengan jarak yang tipis di antaranya .
"Besok aku kerja di tinggal sendiri gak papa kan?" Tanya Farhan membuka topik pembicaraan , banyak topik sensitif yang belum berani di bahas dengannya . "Kalau Putri bilang gak boleh, emang Ada gak akan pergi?" Tanya Putri mengesap cokelat hangatnya.
"Nyender boleh?" Izin Putri yang dibalas anggukan, Putri menyender pada bahu lebar suaminya. "Besok pilang jam berapa A?"
"Jam empat biasanya udah nyampe dirumah"
"Dari jam?"
__ADS_1
"Jam delapan tapi biasanya berangkat setengah jam lebih awal , suka macet soalnya"
Delapan jam bukan waktu yang singkat , akan sangat membosankan jika terus menerus sendiri di dalam rumah .
"Ambilin HP Putri ya? Putri gampang bosan kalau cuman diam aja di rumah" Malas putri "Iya, nanti aku pulang telat ya?" Putri mengangguk kecil .
Hening Putri memilih menikmati aroma coklat hangat yang memenangkannya Farhan melirik istrinya yang tampak damai. "Putri.." Panggil Farhan pelan.
"Eum" gumam Putri tanpa sadar .
"Kalau Aa gak sesepurna yang Putri pikirkan gimana?" Tanya Farhan membuat putri tercekat , merasa lucu dengan pertanyaannya .
"Memangnya siapa yang anggap Aa sempurna?" Ledek Putri membuat Farhan menghebuskan nafas berat membuat Putri terdiam ,"Aku serius Putt.." Tambah Farhan lagi meraih kedua tangan istrinya, membawa dalam genggamannya .
"Gimana kalau aku lebih buruk dari yang putri banyangin?" Sorot mata Farhan membuat Putri kesusahan mengatur nafasnya yang tercekat.
"Lepas dulu" Ucap putri pada tangan yang di genggamnya , memalingkan wajah sebentar dan mengambil nafas dalam . Putri kembali menggenggam balik tangan Farhan dengan sentuhan lembutnya. "Putri ga cari yang sempurna kok , Putri maunya sama Aa yang mau belajar bareng sama Putri , Ga papa kalau gak sempurna, kalau ada nanti kesalahan perbaiki barang-barang" Tutur Putri lagi , Tersentuh Farhan dibuatnya.
"Aku tadi ngerokok" Jujur Farhan membuat genggaman tangan Putri menegang , ia tak siap dengan penuturan suaminya .
"Besok-besok jangan ulangi lagi ya" Usap Putri pelan pada Surai rambut suaminya , tak peduli jika ia akan dikatakan tak sopan , tangganya ingin bergerak menuju puncak kepalanya .
"Makasih bangat sudah mau jujur, kalau gak bisa berhenti , kurang-kurangin aja dulu , Putri bantu kok" Terhenyak hati Farhan . ini masih kesalahan sederhana dan dia dapat perlakuan selembut ini dari istrinya .
Biasanya ia akan mendapatkan Omelan besar dari Abinya , namun istri kecilnya bisa menyadarkannya hanya dengan kata-kata . Farhan memeluk erat tubuh istrinya , dadanya merasa sesak . "Makasih Ya" Ucapnya dengan nada yang bergetar menyisakan keterkejutan Putri yang berada dalam pelukannya .
-
-
-
Bagaimana dengan bab ini?? Apakah kalian puas ??
Jangan lupa tinggalkan jejak Ya...
__ADS_1
Jangan Ki juga lupa baca novel baruku dijamin bakal banyak pelajaran-pelajaran penting yang bisa kita dapatkan di sana !!! Berjudul "Kaulah Jodohku"