Jodoh Karna Allah

Jodoh Karna Allah
UJIAN KELULUSAN


__ADS_3

JKA. Ujian Kelulusan


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Jabwal menjelang ujian kian memadat , pertemuan dengan suaminya bahkan tak bisa lagi rutin. Setiap habis Ashar ada materi tambahan selama empat puluh lima menit. Materi Tes Potensi Skolastik yang akan membantu untuk tes jenjang perguruan tinggi.


Materi yang sekilas nampak mudah, namun cukup membutuhkan logika yang matang untuk mengerjakannya.


Putri mengerjakan latihan dengan tenang, tiga bulan bukan waktu yang lama. Suaminya yang awalnya memaksa untuk terus datang akhirnya mengerti istrinya setelah diberi jadwal pembelajaran.

__ADS_1


Seminggu 4 kali, Selasa, Rabu, Jum'at, dan Sabtu. Alasan Senin Kamis tidak dilaksanakan karena santri banyak yang berpuasa dan kelas dua belas keberatan dengan alasan membeli takjil.


Putri menyelesaikan beberapa soal setelah banyak bertanya pada murid terpintar di kelasnya . Dari empat puluh soal ia bisa menaklukkan tujuh belas soal. "Sudah banget ini mah, Gimana cara menyelesaikannya?" Tanya Putri pada Risma, siswa tiga besar di kelasnya namun bukan menjadi nomor satu . "Ah ini, liat polanya ya, jadi angka pertama ke angka kedua selisih lima, dan angka kedua ke angka tiga selisih minus tiga. Jadi angka selanjutnya polanya juga sama, pasti ketemu hasilnya" Jawab Risma membuat Putri mengacungkan jempolnya takjub .


"Kok bisa kepikiran sih?" Tanya putri terkagum , Risma yang di puji berlebihan hanya tersipu malu . "Sering-sering ngerjain nanti juga bisa kok" Ucap Risma , Putri mengakui usahanya kurang dari sehari ia hanya mengerjakan soal yang dikuasai tanpa mempelajari materi yang rumit . "Yang ini gimana?" Tanya Putri masih dengan tipe soal yang mirip .


"Kalau ini kita kudu rinci lagi , mungkin sekilas kita bisa nebak jawabannya dua puluh dan dua tiga , tapi engga. Jadi di soal ini ada dua pola yang harus kita perhatiin, pertama kelipatan tiga dan kelipatan delapan, terus kerjain kayak tadi" Jawab Risma lagi membuat Putri tercekat, ia tak bisa untuk tidak kagum dengan penjelasan temannya .


"Kerjain dulu, nanya Mulu" Kesal Risma , akhirnya membuat Putri terkekeh, di sampingnya tak jauh iffah mencuri kesempatan melihat cara mengerjakannya. "Padahal makannya sama kayak kita, Kon bisa yah pintar bangat" Iffah tak jauh berbeda, sama-sama kagum .

__ADS_1


"Kerjain soal seadanya dulu, nanti dilingkari dan nanyanya ganti-gantian. Aku nanya ke Maya dan kamu nanya ke Risma" Ucap Putri merencanakan strategi, Iffah dengan polosnya menyetujui. Menganggap ide licik Putri suatu kebenaran. Walaupun tujuannya mereka mencari jawaban yang benar. "Doi jadi jarang jenguk ya? Gak kangen?" Goda Iffah membuat Putri mendelik.


Di ingatkan tentang Farhan selalu membuatnya uring-uringan. "Kerjain soal lagi" Ucap putri dengan semangat. Ia sudah bertekad mencari beasiswa untuk kuliahnya. Tak peduli dimanapun tempatnya. "Soal Academic aja ya?"


"Tapikan seruan soal Skolastik" Ucap Iffah, membuat Putri Bimbang. "Ya udah Skolastik dulu" Ucap putri akhirnya, namun belum selesai mengerjakannya, guru yang pengajar sudah lebih dulu datang .


Semua langsung terfokus pada guru yang memberikan penjelasan . "Tipe soalnya berubah lagi, mana tipe soalnya lebih rumit lagi" Gumam Putri sembari memutar penanya dengan jengah. Tidak muda menebak dengan pola yang benar . Putri menghela nafas sebelum akhirnya ia mengerjakan soal.


*****

__ADS_1


Sampai disini dulu ya .. Maaf banyak kerjaan jadi belum sempat up yang rutin ..


__ADS_2