
"Tes Satu, dua , tiga , Kepada seluruh santri Wati pesantren Arrahman diharapkan berkumpul di lapangan , untuk bersenam pagi" .
"Sekali lagi Untuk kepada seluruh santri Wati pesantren Arrahman diharapkan berkumpul di lapangan , untuk menjalankan senam pagi . diberikan waktu 5 menit untuk bersiap siap.
"kegaduhan terjadi di asrama putri , selepas subuh sebagian santri memilih untuk tidur kembali hingga membuat Kelabakan sendiri .
Putri sendiri masih begitu tenang diatas ranjang sambil mengayunkan kakinya, menyimak kegaduhan yang ada .
"Kaos kaki ku hilang "
"Nih kupinjam kan"
"pinjam jilbab ya"
"Bawa uang ga ?"
__ADS_1
Sampai waktu terhitung tinggal satu menit lagi , para santri sudah berkumpul di teras asrama , berjejer memakai sepatunya , dibelakangnya berjubel antri dan langsung berlari saat hitungan sudah dimulai , atau akan push up 10 kali kita terlambat .
"Waktu tinggal 10 detik lagi"
"Sepuluh" Beberapa santri berlari hanya memakai kaos kaki menuju gelombolan kedisplinan yang tengah terjaga , jika sudah melewati kedisplinan berarti sudah dianggap aman , bahkan masih ada di dalam kamar yang baru bangun .
"Sembilang" hitungan terus berjalan , para santri berdusal untuk keluar ,
"Delapan" Tak ada sepatu , sendal pun jadi menjadi alternatif santri yang tak ingin berlama , lagi pula tidak ada kewajiban untuk memakai sepatu .
"Enam" divisi kedisplinan yang dibantu OSIS yang lain mulai berpencar untuk berkeliling kamar untuk beroperasi , selalu ada santri yang pandai bersembunyi .
"Lima" Beberapa santri mulai baru saja keluar kamar dengan santai , santri kelas dua belas tidak ada melawan , setegas apapun OSIS bertugas , Meraka takkan mempan dengan point ancaman . " Ayo semuanya kelapangan " Teriak OSIS dilorong sembari membuka satu persatu pintu kamar santri .
"Wajah wajah malas kakak kelasnya dengan sepatu dijinjing nya keluar dengan santai , mereka tak takut hukuman dan OSIS takut pada mereka .
__ADS_1
"Tiga" Kamar mandi sudah dipastikan kosong karena sudah dicek satu persatu .
"Dua.... Satu " beberapa santri yang terlambat terkena hukuman push up , anak kelas dua belas memilih untuk scouthjump karena engga berkotoran . Pintu asrama dikuci dengan seluruh lampu dimatikan . menyisakan ruang gelap diseluruh lorong . Tak banyak yang berani terdiam diasrama sepi yang memiliki banyak kisah mistis didalamnya .
Senam pagi dilaksanakan dengan ceria , gerakannya ditata dimulai dengan gerakan jalan ditempat , untuk menriles kan menjalar ke gerakan ringan tangan dan gerakan kepala toleh kanan dan kiri , lima lagu diputar menemani senam pagi hari . kantuk yang mendera santri hilang dengan keceriaan lagu pagi hari ini , tiga puluh menit tak terasa dengan gerakan ringan hingga lagu berakhir diputar dan salam ditutup . Para santri berlari dengan cepat bak meraton menuju mat'am (tempat makan ) .
Hari Minggu , harinya nasi goreng dengan penuh harta karum didalamnya , sosis goreng yang bersembunyi dalam lima bakul untuk santri dan 5 toples kecil yang dengan cepat berkurang . Putri termasuk yang kini mencari harta Karun bersama iffah disampingnya , mengabaikan antrian dibelakangnya . Sistem balas dendam memang ada , keduanya dibuat lelah mengantri karena antrian sebelumnya . Dua genggam kerupuk di taburka. di atas nasi goreng .
"Itu Adik kelas membaca bancabe , minta gih" Ujar putri membuat iffah mengangguk . Mereka memang penyuka pedas .
"Boleh minta bancabe?" tanya iffah pada adik kelas yang tak perna gagal ditolak . Mereka terlalu penurut . Ya tentu saja .
....
Jangan kemana-mana masih ada lanjutannya ..
__ADS_1