
JKA. Ga Papa
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Terpaku Putri melihat keterkejutan suaminya, pria di depannya sempat terdiam beberapa saat sebelum akhirnya kembali bersuara. Tatapan khawatir pria di depannya, terhadap dirinya begitu kentara .
"Bandel juga manusiawi kok, ga papa"Ujar Putri menyunggingkan senyum manisnya. Putri wanita itu selalu mengatakan tidak apa-apa disaat Farhan merasa ia melakukan kesalahan .
"Jadi orang kelewat baik juga gak bagus, buat pengalaman saja" Tambah Putri lagi, Putri menatapnya lembut, hingga lengkungan bibir suaminya naik, ia tersenyum mendengar ucapannya. Farhan . Pria itu memang pendengar yang baik .
Putri juga memahami Ayah mertuanya yang menginginkan Farhan Perfect dalam segala aspek, Orang tua memiliki harapan tinggi untuk anaknya, menjadikan anaknya lebih berhasil dari orang tua yang bisa dibanggakan .
"Aa pernah balapan, sambil nabrak orang juga lho" Kini Farhan bersuara kejadian sudah berlalu lama namun entah kali ini Farhan ingi. mengungkitnya, Farhan menunggu reaksi istrinya yang sempat terkejut namun akhirnya ia hanya mengangguk tanpa respon lebih .
"Putri kok ga jawab?" Rajuk Farhan membuat putri mendongak, ia tak tahu jika suaminya udah selesai bicara .
"Bukannya ada lanjutannya? Padahal putri lagi fokus mau dengarin" Ujar Putri beralasan dan bahan menghela nafas berat . Ia mengira istrinya mengabaikannya.
"Terusin, Putri dengerin"
"Aku cuman mau bilang itu doang" Ujar Farhan kemudian, menceritakan dengan tuntutan pun ia sudah tak mengingat dengan jelas karena ia sudah mencoba melupakan dari ingatannya bercampur dengan khayal pikirannya .
"Orangnya luka?" Tanya Putri setelah selesai dengan ponselnya. Ponsel yang sekarang selalu di genggamnya .
"Ngga"
"Syukurlah"
"Udah gitu doang" Tanya Farhan yang tak puas dengan respon istrinya, ia mengharap respon yang histeris. Ia melupakan pembawaan Putri yang lebih tenang .
"Aa gak baik-baik aja yah, jangan di ingat jika tidak ingin di ingat, selagi udah mencoba berubah yang lebih baik , ingatan itu kubur aja gak papa" Tambah Putri lagi. Berhenti karena masa lalu yang terus mengejarnya. Putri benar-benar tak menyukai itu .
__ADS_1
"Putri orangnya lurus bangat yah, bersyukur Aa dapat Putri", Lurus! Itulah Putri, Hampir 6 tahun terkurung penjara suci bersama orang-orang yang baik di sekelilingnya, tanpa tahu kejamnya dunia luar. Semua tampak baik begitu pula dengan pola pikirnya .
Ia tak mempercayai adanya orang jahat, Ia selalu mempercayai ada alasan dibalik segala tindak tanduk perilaku orang lain.
"Lurus? tegak gitu? gak bungkuk?" Tanya Putri dengan polos membuat Farhan tertawa geli, wanita didepannya memang dewasa namun sifat polosnya masih melekat, sesuai dengan lingkup dan sekitarnya.
*****
Liburan berlangsung secara menonton, Farhan berangkat bekerja , Putri menemani bibinya di salon hingga esok menjadi hari terakhir liburannya dan bertepatan weekend.
"Biasanya bawa apa buat kepondok?" Tanya Farhan kini ia membantu istrinya berkemas, sedikit tidak rela namun menunggu 3 bulan lagi bukanlah waktu yang lama . Tiga bulan lagi , Putri akan ujian kelulusan dan libur panjang akan kembali menyapanya. Farhan akan bersabar menunggu hal itu.
"Alat mandi sama jajan banyak-banyak" Jawab Putri penuh semangat . Putri memberikan list yang akan di belinya. Mereka memang memutuskan untuk berbelanja hari ini.
"Nanti aku bakal rajin main kesana kok" Ujar Farhan berkeliling dengan rak makanan di kanan kirinya. Mereka tengah berbelanja untuk kebutuhan Putri.
"Jangan terlalu rajin, Putri rada risih ditanyain terus tiap hari teman-teman" Jawab Putri sambil memegang mie celup ditangannya. Ia tak melihat raut sedih suaminya mendengar penuturan istrinya.
"Aku boleh kesana kapan?" Tanya Farhan merasa keberatan. Walaupun kini dirumah keduanya jarang berbincang karena kesibukkan masing-masing dan lelah Farhan setelah bekerja . Namun Farhan memiliki senyum berarti setiap melihat istrinya yang datang membukakan pintu sembari menanyakan kabar darinya .
"Seminggu sekali? Tiap hari Sabtu gimana? Minggu boleh jika Putri gak perijinan, Putri juga mau jalan-jalan bersama teman sebelum lulus dan pada pulang, kan rumahnya pada jauh-jauh" Jawab putri dengan tenang, memasukkan beberapa cup mie kedalam troli yang di dorong suaminya .
Waktu kerja Farhan padat Senin sampai Jumat, ia selalu pulang sore dan putri gak tega jika harus melihat raut lelah suaminya namun berbeda dengan Farhan yang selalu ingin melihat istrinya setiap hari sebagai charge energinya.
"Jadi gak boleh tiap hari lagi yah?" Tanya Farhan yang tak bisa mengelak , melihat istrinya sepulang kerja dan bersamanya menjadi candu baginya . Putri menggeleng .
"Teman-teman Putri suka ngindir, gitu ya yang sudah punya suami, ditemuin terus" Jawab Putri lagi dengan langkah ringan . Kali ini rak alat mandi , ia sedikit berjongkok untuk melihat harga dan mencari produk termurah .
"Mereka lebih penting ya?" Tanya Farhan membuat Putri tercekat. Ucapan suaminya terdengar menyedihkan. Putri melirik suaminya yang kini menatapnya dengan tatapan melas.
"A, ih jangan gitu, emang Aa kira Putri bisa jauh dari Aa?" Tanya Putri dengan jujur, berpisah tak pernah menyenangkan namun menanti untuk kembali bertemu selalu mendebarkan.
__ADS_1
"Mereka teman putri A, mereka udah lama kenal sama putri, tapi Aa surga Putri, jika disuruh milih tentu milih Aa, tapi mau gimana? Aa pasti bakal capek tiap hari nungjungin Putri" Jelas Putri akhirnya membuat Farhan mengerti .
"Gitu ya? Kirain karena gak mau ketemu, tapi kalau ternyata Aa tiap hari kesana Putri bakal nemuin?" Tanya Farhan lagi meminta ijin , perasaan kalut dirinya selalu hilang saat istrinya datang menyapa sambil berkata .'Gimana kerjaan hari ini? Capek gak? Mau dibuatin apa?' Pertanyaan seperti itu selalu menyenangkan di Indra pendengarannya.
"Emang Aa mau datang tiap hari?" Tanya Putri membuat Farhan mengangguk semangat . "Putri malu A, merasa buruk gitu , kan gak boleh pake ini itu"Jawab putri. Dilarang dandan dengan menor. Dilarang memakai parfum dengan menyengat .
"Putri tahu hal yang paling menyenangkan disaat kita bersama?" Tanya Farhan tiba-tiba membuat putri menggeleng. Ia tak tahu .
"Lihat wajah polos Putri saat tidur, lihat wajah baru baru dengan rambut singa" .
"Ih kok rambut singa?! Emang berantakan bangat ya?" Mendelik putri mendengar penuturan suaminya yang terdengar begitu menyebalkan . Farhan tertawa lepas melihat bibirnya mengerucut kesal.
"Ga sadar yah?"
"Jahat"
"Wajah manis Putri saat bangun tidur" Ralat Farhan membuat Putri kini mengerjap mata, ia suka kalimat ini, bangun tidur ia selalu merasa Cantik. "Dan wajah Putri yang menyambut Aa di depan pintu".
Tiga moment yang paling disukai, walaupun semua yang ada pada Putri, Farhan mulai menyukainya, sifat baik dan buruknya. Ia menerimanya .
"Kalau Putri sih- " Putri menggantungkan kalimatnya, sengaja membuat suaminya penasaran dulu . Farhan mencondongkan tubuhnya tertarik dengan ucapan istrinya , ia menajamkan pendengarannya membuat Putri terkekeh . Ia senang melihat raut penasaran suaminya.
"Lanjutin" Ucap Farhan tak sabaran, Putri tertawa puas .
"Kalau Putri sih.. suka kalau Aa ngeluarin dompet sambil nyodorin kertas merah" Jawab Putri dengan serius .membuat Farhan menghela nafas berat dan menyandarkan kepalanya pada sisi tembok . "Padahal udah serius mau di dengerin" Keluh Farhan .
"Moment paling menyenangkan ya kalau lagi ngobrol kayak gini sama Aa , Hadap-hadapan , pandang-pandangan. Gemes banget liatnya" Putri menutup wajahnya .Farhan . Kali ini ia puas dengan jawabannya.
-
-
__ADS_1
-
Bagaimana dengan Alurnya ,, Suka? Jangan lupa tinggalkan jejak 😉😉😉