Jodoh Karna Allah

Jodoh Karna Allah
17


__ADS_3

Aula saat ini dipenuhi santri akhwat dan Ikhwan yang berkumpul dengan papan triplek yang menjulang tinggi sebagai membatas keduanya. berbagai macam pertanyaan terlontar mana kala semua Sudah berkumpul namun belum ada suara pengumuman, sedangkan dibilik ikhwan mereka merasa tenang.


" Ada apa ya? " Ujarku yang ikut penasaran, saya tak gelisah seperti temanku yang lain, mereka pasti sangat ingin perizinan keluar, saya bisa tenang karna orang tuaku datang.


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu" Suara Ustad Nanda yang terdengar memenuhi ruangan membuat sontak seluruh santri menjawab dengan lantang .


"Wa'alaikum salam warahmatullahi wabarakatu " Jawabku dan santri akhwat dengan begitu lantang karena tidak sabar untuk pergi perijinan yang datang 2 minggu sekali . saya terkekeh melihat raut wajah kesal mereka .


"Mohon maaf sebelumnya karna informasi dadakan, apa semua santri sudah berkumpul OSIS? " Ucap Ustad Nanda pada petugas ketertiban asrama sepertinya , selalu ada petugas yang mengawasi asrama dan memastikan bahwa semua santri berkumpul .


"okey, karena sudah berkumpul semua , langsung saja disini Ustad firman ingin memberikan kabar gembira, silahkan Ustad " .


"kabar gembira apaan , emang ada untungnya buat kita" Ucap Vania yang terlihat begitu kesal . Ia sudah rapi dengan setelan baju berwarna hitam dan kerudung putihnya, style perijinan pesantren.


"ngumpulin kita maksudnya apa coba" keluhnya lagi , membuat ku menggigit bibir bawahku tak sadar . Saya selalu berdebar jika nama ustad Firman dipanggil .

__ADS_1


' Jangan bilang mau mengumumkan pernikahan' batinku kacau membayangkan itu . saya kemarin meninggalkan forum diskusi karena membahas tanggal pernikahan, dengan alasan kegiatan pesantren namun pada kenyataannya saya merasa malu .


" Teh Putri dipanggil Ummi Aisyah" seru seseorang dibelakangku, adik kelas yang tidak kuingat namanya . saya belum hafal semua nama adik adik dipesantren , tentu saja selalu bertambah hampir dua ratus lima puluh anak pertahunnya .


"Put, dipanggil tuh " saya menoleh ke arah dimana Ummi Aisyah tengah melambaikan tangan kearahku . saya menatap seluruh aula yang kini sudah Punuh. akan sedikit sulit untuk berjalan, saya sedikit menunduk memotong jalan dan menghampiri Ummi Aisyah . bahkan hari Minggu pun Saya harus menumuinya .


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu "


"wa'alaikum salam warahmatullahi wabarakatu "


"Baru kemarin kita bertemu membahas pernikahan, kali ini bertemu lagi, Ummi Aisyah mengajakku ke kantornya .


"Ada acara apa mi " tanyaku setiba sampai dikantornya, saya tak dapat duduk tenang dikursi ku , penasaran.


" Putri gak tahu? "

__ADS_1


"Emang apa mi "


" Hari ini kan Akadnya"


Deg Akad' , bukan akad itu kan ? Oh ayolah, kemarin bahkan baru bertemu satu kali , tak mungkin kan langsung Akad . Ini terlalu membingungkan .


"Mi ... Bukan itukan? " saya menatap ngeri Ummi Aisyah yang hanya mengulum senyum tanpa menjawabku , jantungku berdebar tak karuan karna dugaanku ternyata benar .


"Assalamualaikum" saya menoleh ke arah pintu dimana ibu dan Umi A Farhan Datang bersamaan. kenapa jantungku tak karuan .


"Wa'alaikum salam" jawabku sambil menyalami keduanya dengan hormat .


"Akhirnya anak ibu menikah juga " nafasku tercekat melihat ibu yang mengungkapkan dengan begitu riang. saya melirik sejenak disekilingku yang masih diam tak menjawab ku . membuat ku menggeleng cepat .


"Ibu bercanda kan ? " Masa cepat banget , kan baru kemarin ketemu" Ucapku dengan senyum lebar yang kupaksakan .

__ADS_1


Masih ada lanjutan ....


__ADS_2