
JKA. Have A Lunch Part 2
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Iya Sih Vampir kan cenderung pucat wajahnya , taringnya tajam"
"Bilang aja Putri kusem"
"Cantik kok kan udah dandan" Ledek A Farhan lagi, matanya mengerling . Kali ini Putri kembali diam, Ia sudah bercermin berkali-kali dan setuju jika ia cantik . Farhan tak jauh berbeda dengan pria biasa seusianya , suka bercanda dan jahil . Titel putra ustad cukup mempengaruhinya, Putri sendiri langsung mempertimbangkan tawaran menikah, karena status A Farhan sebagai anak ustad.
"Sudah selesai, kita kemana lagi A?" Pulang tentu saja bukan yang Putri inginkan saat ini , ia ingin menghabiskan waktu dengan suaminya . Karena Farhan sendiri bilang ia akan berkerja besok . "Aa Kerja apa sebenarnya? Bukan Gurukan?" Putri tentu saja tidak yakin kalau A Farhan seorang guru , potongannya sangat jauh dari guru .
"Pernah jadi guru kok , tapi gak lama" Farhan tambah canggung , ia menuliskan diri pada riwayat biodata diri saat masa perkenalan . "Kenapa karna galak ya? Jadi anak-anaknya gak betah?" Putri terus menghujani suaminya dengan pertanyaan yang memojokkan . Ia ingin mendapatkan celah kesalahan suaminya . "Karena Aa ingin pulang, Aa pernah mengajar anak-anak di sekolah dasar di Mesir" Jawab A Farhan menjawab sesantai mungkin. Kebanyakan orang akan curiga dan mengatakan sombong saat memamerkan luar negri .
__ADS_1
"Wah.. kalau sekarang dimana?" Tanya Putri lagi penasaran. Farhan tersenyum kecil mendapatkan banyak sekali pertanyaan istrinya, bukankah itu bentuk suatu ketertarikan? Farhan tentu saja dengan senang hati menjawabnya. "Di departemen agama" Jawab A Farhan serendah hati Mungkin , ia tidak ingin di pandang sebagai orang yang hebat disaat ia masih banyak memiliki kesalahan .
"Eh? Masa? Jangan bilang disana Aa yang paling muda" Mendelik Putri mendengarnya , suaminya bekerja di kantor yang cukup besar , ia tahu kantor departemen agama itu Sebasar apa . "*Kok tahu Aa yang paling muda? Starker ya?".
"Beneran? Ya Allah jauhkan Suami Putri dari godaan ibu-ibu yang punya anak seumuran sama Putri Ya Allah*" Harap. Putri membuat A Farhan tertawa lepas. Kekhawatirannya yang berlebihan baginya.
"Putri Sayang, Putri mikir apa sih, Putri satu-satunya kok" Farhan tergelak dengan ketakutan istrinya yang kini mengulum senyum malu, Putri hanya mencoba bercanda. Namun tetap saja sedikit kekhawatiran itu tetap ada . "*Gak mikir apa-apa sih , heheh" Kekeh Putri.
"Udah yuk, Putri mau kemana lagi sekarang*?" Tanya A Farhan menyeruput minumannya minumannya hingga tak bersis , Putri juga melakukan hal yang sama. "Belanja gimana? Uang Aa banyakan?" Putri mengerjap matanya berkali-kali. Dalam novel yang sering dibacanya, suami istri yang berbelanja bersama sangatlah romantis. Tak hanya itu, ia sering iri dengan pasangan yang datang ke mall membawa troli sambil bicara satu sama lain di setiap langkahnya ia juga ingin merasakan moment itu.
"Kalau masih khawatir gimana?" Tanya Putri ingin tahu jawaban suaminya ..
"Aa sih pengennya Dek Putri yang mengatur keuangan Aa, tapi sayang banget ya Dek Putri lagi di pesantren Aa gak mau Dek Putri jadi kerepotan " Farhan tersenyum memandangi istrinya yang tersenyum miring kepadanya .
__ADS_1
"Tapikan ini hari libur"
"Ya udah habis ini kita buat kesepakatan bersama dan kita hitung-hitung uang bulanan dan lainnya" Ujar A Farhan menyudahi makan siangnya dan berdiri . Istrinya sangat bersemangat untuk berbelanja . Putri mengambil tasnya dan meraih lengan suaminya . Ia akan mencoba membuat masakan untuk makan malam nanti . Ia harus belajar memasak .
"A Farhan ko semua yang Putri mau di Iyain sih? Rangkul putri pada tangannya yang manja .
"Kalau gak di Iyain , nanti ngamuk gimana?"
-
-
-
__ADS_1
Terimakasih udah mampir ke ceritaku , Mohon maaf kalau author akan jarang upload , karna rencananya author akan Payet baju pengantin tapi insya Allah akan upload minimal 1 bab ya .. Doain supaya cepat selesai 😊😊😊😊
Jangan lupa mampir juga ke novelku yang lain berjudul The Ex's Betrayal makasih ..