Jodoh Karna Allah

Jodoh Karna Allah
06


__ADS_3

" kisah ini terjadi saat tengah malam , tahukan kalo kita mau ambil minum dilorong tersimpan diujung" . Tanya Nisa yang dibalas dengan angukkan semuanya .


" suatu hari kak Dion yang mau tidur merasa haus dan berniat untuk mengambil air minum , sebelumnya kak Dion menglongok di lorong ujung yang nampak sudah gelap karena beberapa sudah dimatikan" ,


" Namun Dion tidak bisa tidur kalo dia tidak minum". tambah Widya sejauh yang belum menakutkan dan cenderung membosankan. Widya tidak sepandai Vania yang mendramatisir sebuah adegan cerita.


"Dion yang mulai kehausan mengambil botol minumannya dengan niat dan tekad yang tinggi , jujur saja dia sedikit takut melihat gelapnya lorong , namun sekali lagi , ia harus minum".


"Dion mulai jalan pelan , Tap ... tap... tap .. Langkahnya ragu, namun ia meraih beberapa kontak dan menyalakan lampunya, sedikit lebih terang, Dion berjalan dengan penuh tekad dan berusaha untuk menghilangkan ketakutannya" .


"ketakutannya Dion berangsur hilang , saat melihat pria sebayanya jalan mendahului nya dengan gelas di tangannya ,- masih ada yang belum tidur syukurlah- pikir Dion " Widya mulai masuk kedalam cerita dengan teman-temannya , yang mulai bergidik melihat sorok mata Widya yang dalam .


"Dion mengantri dibelakangnya , hening , tanpa suara" Widya memegang botol memperagakan Dion mengantri ." Untuk mengisi segelas air, rasanya terlalu lama dan Dion mulai menegurnya karena mulai lelah berdiri" semua mulai menciut mendengar cerita Widya . pegangan satu sama lain mulai mengerat . Ceritanya mulai menyeramkan.

__ADS_1


Segelas air tak perlu membutuhkan waktu sepuluh menit , semua orang mulai merasakan ketakutannya. Dion menegurnya pelan namun tergesa, Lama bangat sih , cepat dong saya juga haus ". Widya memperagakan Dion saat adiknya menceritakan beberapa waktu yang lalu dengan gaya yang sama.


"Anak Sebayang itu tidak menggubris, tubuh besarnya semakin mengecil... makin kecil .. semakin kecil... mulai membungkuk , menyaksikan itu Dion mulai bergidik ngeri merasa ada yang salah " . point cerita sudah mulai masuk , Widya maju mulai dekat dengan temannya karena ia mulai merinding.


"Permisi , saya juga mau mengambil minum, ucap Dion lagi membuat sosok itu menoleh cepat!". Napasnya tercekat , begitu pula dengan teman-temannya merasa hal yang sama .


" Sosok itu Menoleh , Dion terkejut melihat sosok kakek kakek yang ada didepannya , makin membungkuk .. Membungkuk .. dan Menghilang saat ada suara anak lain di belakangnya " . Ucap Widya mengakhiri ceritanya. Ceritanya terasa menggantung membuat yang lainnya bertanya lebih.


" Kenapa ceritanya selesai , siapa anak-anak itu yang dimaksud ? , Setan juga?" Tanya Vania yang tak terima ceritanya selesai begitu saat , Widya terkekeh pelan mengdengar ocehan temannya.


"kelanjutannya dikit lagi" , Tambah Widya Menyambung lagi ceritanya setelah sesi tanya jawab.


"Adik kelasnya menatap kak Dion dengan pusat pasif , ia melambaikan tangannya beberapa kali namun Dion tak masih menatap lurus tak berkedip . Adik kelasnya menepuknya, Kak Dion kenapa ? - Kak Dion langsung sadar ia menatap adik kelas yang dikenalnya".

__ADS_1


"Nafasnya Memburu ketakutan - saya mau ambil minum , temani bentar ya- Lalu mengisi air dan setelah itu Kak Dion berlari kencang menuju kamarnya yang da diujung berlawanan , selesai" .


"Adik kelasnya itu aslikan ? bukan setanx jawab Icha merinding dengan fikirannya . Widya menggeleng " Keesokan harinya Kak Dion menceritakan kepada adik kelasnya" .


"Rasanya jadi semakin seram kalo ceritanya di pesantren kita sendiri ya" . Ucap Putri menyimak dengan baik . Tentu saja dia ketakutan tapi sayang kalo ceritanya dilewatkan .


Tok ... tok ... tok ...


Semua terjengit saat mendengar pintu yang terketuk . .


.


.

__ADS_1


.


Punya pengalaman kisah horor gak ? kalau di rumah author ada none belanda katanya . Kalo ada share mengalaman horor kalian dong , di kolom komentar dan jangan lupa like dan vote ya teman-teman supaya author nya makin bersemangat.. Makasih


__ADS_2