
JKA. Tetangga A Farhan
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Tak ada sarapan pagi ini yang putri buat pagi ini, ia ingin memasak namun kepercayaan dirinya menurun saat mencoba bereksperimen sore kemarin . Ia tak ingin mengambil resiko gagal masak yang akan membuat suaminya tak jadi makan .
"A beli bubur ayam yuk, di sekitar ini ada gak?"Ajak putri mengindari dapur , ia sedang tidak ingin menyentuh dapur , tak mengapa jika sarapannya yang ia buat menjanjikan namun ia kurang yakin .
"Putri lagi pengen bubur ya?" Ucap Farhan sambil meneguk air hangatnya .
"Ia, jauh ga sih A?"
"Biasanya depan gerbang ada sih, Putri mau?" Tanya Farhan yang dibalas anggukan oleh putri .
"Mau, jalan kaki aja ya, gak jauh kan? Sekalian kenalin putri ke tetangga hehe, biar pada kenal"
keduanya berjalan tanpa alas kaki, melangkahi jalanan aspal menuju tukang bubur geng depan, Putri celingukan merasa senang sekaligus sedikit malu, ia tidak terbiasa dengan situasi di rumah ini . Komplek rumahnya cukup ramai .
__ADS_1
"Aku tadi udah buka HP Putri" Ujar Farhan tiba-tiba , nafas Putri tercekat mendengarnya, memikirkan berbagai hal di kepalanya.
"Masa? Lihat-lihat galery?" Putri berjalan lebih depan dan membalikkan badannya, berjalan mundur berhadapan dengan suaminya .
"Iya, fotonya banyak banget"
"Aa gak ilfil kan sama Putri? Putri suka koleksi foto opa-opa soalnya cakep, nanti kutambahin foto Aa deh, atau ku hapusin sekarang aja?" Putri langsung mengecek galery fotonya .
"Foto ternyata" Farhan mengulum senyumnya , sisi polos istrinya mudah sekali di pancing , ia tak benar-benar membuka ponselnya, karena ia tahu batasan privasi.
"Aku gak buka kok , gak pa-" Aku Farhan membuat langkah Putri terhenti , ia sudah siap untuk mengomeli namun suara tetangganya menginterupsinya ." Wah, pacarnya dek?" Ibu berdaster motif bunga dengan tangannya memegang cucian yang hendak di jemur sesekali dikibaskan untuk mengurangi air di pakaian basahnya . "Bukan Bu" Sangkal Farhan .
"Istri Farhan Bu"
"Wah, udah punya istri" Ibu itu bergegas menghampiri keduanya, tangan basahnya di lap sembarangan ke daster yang tengah dipakainya. Wajahnya nampak terkejut dengan mata yang berbinar , senyumnya begitu lebar . "Walah, kok gak di undang-undang sejak kapan emang?"
"Udah tiga bulan yang lalu bu, baru akad belum resepsi" Balas Farhan menyunggingkan senyum simpulnya , ia merasa sedikit merasa bersalah tak memberi tahu lebih awal , sedang usianya sudah cukup lama .
__ADS_1
"Cantik istrinya, namanya siapa teh, masih malu-malu kayaknya?" Goda ibu tetangga sebelah .
"Putri Salsabila Bu" Ucap Putri , ada perasaan senang mendapat sapaan yang begitu baik . "Kalau butuh apa-apa bilang saja ke ibu , panggil aja Bu Dini, Putra saya mengaji sama dek Farhan"
"Ah, iya Bu mohon bantuannya" Jawab putri dengan nada canggungnya , beradaptasi dengan orang baru bukan keterampilan putri. "Sekarang mau kemana?"
"Cari sarapan Bu , lagi pengen bubur ayam" Jawab putri dengan cepat , jika Farhan yang menjawabnya ia akan terlihat seperti istri yang pemalas yang tidak menyiapkan sarapan untuk suaminya . Putri cukup peka tentang omongan yang bisa saja keluar nantinya.
"Oalaha ya udah ibu lanjut jemur , gemes banget liat pasangan muda serasi gini jadi ingat waktu ibu muda soalnya, ya udah keburu abis"
"Kalau begitu kami permisi Bu" , Ucap Putri dan menarik tangan suaminya cepat, jantungnya berdegup kencang . Resmi diperkenalkan sebagai istri di kompleks di perumahannya ternya butuh tenaga yang tinggi
-
-
-
__ADS_1
Sampai disini dulu ya , semoga kalian suka 😉😉😉