Jodoh Karna Allah

Jodoh Karna Allah
36


__ADS_3

>>>> Pengantin baru <<<<


"Ini namanya nafkah, Masa di tolak .


Pria di depanku menekuk wajahnya merajuk kepadaku , "Traktir temanmu juga boleh , pasti mereka akan minta pajak jadian . Jika ini setara dengan nafkah maka aku tak punya alasan untuk menolaknya .


"Makasih ya A , nanti buat beliin jajan buat teman putri " Ucapku akhirnya , sejauh ini aku belum tahu pekerjaan tetapnya . Namun yang jelas hubungan kami akan berubah menjadi LDM- Long Distance Marriage , Menyedihkan membayangkannya .


"Ayo nanti telat " Ajaknya meraih tanganku , tak lupa mengecek seluruh akses masuk rumah sudah terkunci dengan aman . Aku memboncengnya dengan memeluknya erat .


Dia bersenandung selama di perjalanan , aku hanya mencoba mendengarkan namun sepertinya sangat sulit . Namun suaranya sangat bagus . Farhan bergabung dalam vokalis di Grub Acapella di pesantren saat ia masih SMA . Aku pernah melihatnya di Vidio yang di upload di YouTube .


Motornya berhenti di warung burjo , aku yang memintanya berhenti , Karena tiba-tiba perut ku menginginkan bubur kacang ijo . "Mang Burjo 2" Pesanku tanpa meminta persetujuan A Farhan dan duduk di salah satu bangku yang kosong . "*Emang cukup ? Nanti kalau lapar di kelas gimana?"

__ADS_1


"Porsi diasrama lebih sedikit dari pada ini, begini udah kenyang banget " Ujarku menyakinkan suamiku . "Padahal pengennya ke tempat yang paling bagus gitu" Ucap Farhan Membuatku menggeleng .


"Resto atau cafe gitu ? mana ada yang buka jam begini* " Aku ketawa kecil , menggemaskan sekali pria di depanku ini .


"Tapi memberi kesan yang baik apa salahnya , apalagi nanti bakal nggak ketemu lama " Ujarnya yang kubalas anggukan mengerti , kesan memang paling terpengaruh .


"Ya penting makan, iyakan ... sayang " Aku menutup mulutku kaku , lidahku merasa Kelu dengan ucapan asing yang ku ucapkan . Farhan hanya mengulum senyum , apa dia menghargai usahaku sejauh ini .


"Makasih ya" Ucapnya membuatku mengerutkan dahi tak paham , kenapa dia harus berterimakasih pada sesuatu yang sangat sederhana .


.....******.....


Gerbang sekolah sedah mulai terlihat , perasaan sedih itu mulai kembali mencuat , apa aku akan menangis ? Ku harap tidak , aku sudah sedikit merias mawah ku agar tidak pucat .

__ADS_1


"Aa nanti bakal sering jengukin Putri gak?" Tanyaku saat sampai di depan gerbang sekolah , dia mengangguk namun kenapa rasanya tak bisa di percaya , di satu sisi ia ingin selalu bersamanya , namun jika terus di jenguk , rasanya akan malu sekali jika menjadi sorotan santri lain .


"Mas bakal sering datang kok , emang cuma dek Putri yang bisa kangen " Dia meraih pipiku dan mengecup lama keningku . Untung saja lingkungan pesantren kami sepi , jika dekat dengan pemukiman warga dan para santri juga dilarang keluar gerbang . Asrama, sekolah , kantin dan fasilitas lainnya sudah ada pada dalam satu lingkungan.


"Udah , sana ke kelas , nanti Aa nelpon putri " Aku mengangguk kecil dan menyalami suamiku . Dia mengelus puncak kepalaku . "Belajar yang benar ya , kayaknya Aa tahu deh materi pelajaran fikih Minggu ini " Ah! tidak ! Dia kembali menggoda ku .


"Kalau begitu Putri duluan ya , A, Assalamualaikum " Salam ku tak rela , "Wa'alaikum salam" Jawabnya dan langsung pergi , sedangkan aku terus melangkah masuk ke lingkungan pesantren . Ku sapa para penjaga lingkungan pesantren dalam menyerahkan surat perijinan .


"*Eh , Neng Putri , Pengantin baru ya"


-


-

__ADS_1


-


Terimakasih ya udah mampir ke ceritaku . Jika ada masukan di terima dengan suka hati . Dukung author dengan like , komen dan vote 😍😍😍 Bigg Luvv buat para pembaca . 😘😘😍😍*


__ADS_2