Jodoh Karna Allah

Jodoh Karna Allah
LIBURAN : NYALON


__ADS_3

JKA. Liburan Nyalon


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Tak diperbolehkan tidur lebih awal, kini putri dan Farhan memutuskan untuk menonton film yang ada di flashdisknya , suaminya tak ada waktu untuk sekedar ke bioskop ya memang belum ada di kotanya.


Film dengan genre action Putri pilih , lampu utama sengaja dimatikan untuk menikmati sensasi bak menonton di bioskop, namun belum setengah jam suara dengkuran terdengar dari Farhan yang menyandar pada bahu Putri. Putri mengeluh kecil.


"Harusnya aku lebih perhatian" Gumam Putri mengelus Surai rambutnya pelan. Suaminya pasti kelelahan dan keegoisannya memilih Farhan untuk bertahan .


Putri menjangkau kakinya dengan kaki berusaha untuk tidak membangunkan suaminya. Ia mematikan laptopnya.


"A.." Panggil Putri Pelan , Farhan melenguh kecil, matanya menyergap, tangan kirinya menutup mulutnya yang menguap jelas sekali jika ia kelelahan. "Aku ketiduran, maaf ya?" Ucap Farhan mengucek matanya. "Filmnya dah selesai?" Tanyanya lagi yang dibalas anggukan oleh putri. Setengah dari film bahkan belum di tontonnya.


"Udah, baru aja selesai, Aa tidur ya, Putri naroh laptop dulu" Ucap Putri yang dibalas anggukan oleh Farhan, tubuhnya langsung melorot turun menyamankan tidurnya, matanya kembali terpejam .


'Kamu egois Put', batin putri berteriak, ia sangat ingin terus bersama suaminya yang bahkan sudah selelah ini, Putri dengan perlahan menaiki sisi ranjangnya, membelakangi suaminya yang ia yakini sudah tidur.


dekapan hangat di dapatkannya, suaminya belum sepenuhnya tertidur .


Farhan memeluknya dari belakang . "Lain kali Aa temani Putri begadang", Bisik Farhan dengan suara seraknya , tubuhnya menegang saat tangan kiri Farhan melingkar di perutnya.


Deru nafas Farhan mulai beraturan, menandakan ia sudah terlelap kembali kedalam tidurnya, dan Putri hanya menatap lurus. Ia masih tak bisa merutuki kebodohan dirinya.


Lewat tengah malam Putri memejamkan matanya, membalikkan tubuhnya dan tidur dengan nyaman dalam pelukan suaminya .


******


Salon itu masih tutup namun pemiliknya sudah keluar karena dua insan yang menggangu paginya. Farhan mengantarkan ke salon bibinya agar tidak kesepian.


"BI, nitip Putri ya" Ucap Farhan penuh harap, Bibinya tersenyum cerah. "Pasti Bibi jagain, Bibi senang bangat ada teman bicara akhirnya"


Emang karyawan lainnya mana Bi?" Tanya Putri penasaran, saat ia datang untuk foto studio ia melihat banyak karyawan yang membantu namun pagi ini tidak terlihat satupun.

__ADS_1


"Masih pagi, jelas belum ada yang datang atuh Put" Sahut Farhan gemes dengan pertanyaan istrinya , Farhan tidak bisa lama karena jam kerjanya terus mengejarnya. "Aku berangkat dulu ya" Pamit Farhan , Putri menyalimi , Farhan tersenyum tipis , ia mendaratkan bibirnya ke puncak kepala istrinya.


"Nanti kalau ga betah, pulang deluan juga gak papa" Ucap Farhan yang mendapatkan pukulan dari bibinya . "BI, kan barangkali aja Putri gak betah" Ujarnya beralasan .


"Dah sana berangkat" Ujar bibinya mengusir membuat Putri terkekeh lucu. Farhan ragu dengan keputusannya, Farhan melirik istrinya sekali lagi. "Assalamualaikum" Pamitnya sembari melambaikan tangan.


"Dek Putri udah sarapan?" Tanya Bibinya membuat Putri terdiam, mereka belum sempat sarapan pagi tadi, karena gasnya habis. Putri hanya terkekeh kecil alih-alih memberi jawaban "Belum ya? Sarapan dulu yuk, masih satu jam lagi bukanya" Ajak bibinya. Putri hanya mengikuti, mengekor dari belakang. "Farhan gak iseng kan dirumah?" Tanya bibinya mulai khawatir, Putri hanya tersenyum tipis .


"Nggak kok, A Farhan perhatian bangat, ngalah terus sama putri, putrinya aja yang malah kelewat gak perhatian sama Aa" Jawab Putri mengingat semalam ia memaksa Farhan menonton disaat ia kelelahan.


"Bagus deh kalau Farhan dah baikan, dulu bandel bangat soalnya, makanya ustadz minta Farhan suruh cepat cari istri, supaya tahu bagaimana rasanya bertanggung jawab" Jelas bibinya tanpa diminta, ucapannya cukup membuat Putri kepikiran.


Farhan meminta karena Abinya yang meminta. "Tapi A Farhan sekarang pasti jadi kebanggaan ustadz, lulusan dari Mesir, lulusan universitas ternama, siapa sih orang tua yang gak bangga sama prestasi anaknya" Putri terus mencoba membanggakan suaminya.


Ia tak melihat celah dari suaminya, sisi Farhan selalu terlihat sempurna sekalipun beberapa kali ia mendapati suaminya terus-menerus mengeluh.


"Gimana ya, ustadz orangnya agak keras dan tipe perfeksionis gitu, kalau bukan karena balap liar yang bikin Farhan luka parah mungkin Farhan ga sekolah disana, kata ustadz itu hukuman buat anak yang bandel"


"Berarti keputusan ustadz untuk nikahin Farhan itu berdampak baik"Ucap bibinya, Putri terus mencerna ucapan bibinya .


"Mungkin karena lingkungannya ya Bi"


"Iya, temannya itu bandel semua, ada yang tukang mabok la, taruhan,, tawuran, gak tahu sama jalan pikir Farhan bisa berteman bersama mereka".


Putri ingat tentang jiwa muda yang Farhan ceritakan dulu, ia juga baru menyadari beberapa topik tentang Abi yang selalu ia alihkan.


"Tapi syukurlah kalau sekarang Farhan nurut, jadi bibi agak tenang" Ujarnya lagi memberikan menu sarapan untuk Putri.


Rasanya ia sangat ingin menemui suaminya saat ini, pasti sulit baginya dianggap jadi pembuat onar oleh keluarganya .


"Putri sarapan dulu ya, bibi mau buka beresin toko dulu" Ujarnya dan bergegas keluar, meninggalkan putri dengan segala lamunannya.


Tangannya bergerak menarik pada touchscreen ponselnya. Mengetikkan pesan untuk di kirim ke suaminya.

__ADS_1


Putri: Semangat kerja Sayang๐Ÿ’–.


Kirim Putri diakhiri dengan emoticon hati, ia ingin menyemangati suaminya. Tak butuh lama pesannya terbalas .


Farhan: Ada untungnya Aa ambil ponselmu jauh-jauh, makasih ya Sayang ๐Ÿ˜˜


Putri menyelesaikan makanannya dengan cepat, Ia juga mau membantu bibinya. Salonnya tak begitu ramai hari ini, hanya beberapa orang yang datang untuk menghias tangannya dengan hena.


Putri hanya mengamati dari sisi, membaca katalog untuk mengurangi rasa sepinya. "Emang kayak gini ya Bi, Putri pikir bakal sibuk bangat nantinya" Putri memang sudah menyiapkan diri, ia membayangkan betapa ribetnya saat ada pengunjung, namun uang datang hanya satu dua orang. Bahkan karyawan yang ditunggunya tidak ada yang datang. "Kalau hena kan sendiri juga bisa, nanti kalau rias pengantin atau foto studio baru ada yang bantuin bibi" Ucapnya menjelaskan kebingungan keponakannya.


"Bibi kursus atau otodidak, Putri suka banget liat foto-foto waktu disini" Puji Putri dengan tulus, di kamarnya bahkan terpajang besar foto dirinya dengan suaminya..


"Bibi ambil kursus, waktu itu bibi bingung mau kerja apa, jadi bibi ambil jurusan kecantikan. Gini-gini dulu bibi suka dandan banget lho, sampai banyak yang naksir juga" Pamernya membuat putri tertawa kecil, nyaman sekali rasanya berbicara dengan bibinya .


"Bibi kepedean kali" sangkal Putri, mencoba menjatuhkan ekspetasi bibinya, namun tak di gubris, bibinya terus bercerita hingga langit senja mulai menyapa dan pangeran bermotor matic datang menjemput.


"Asyik banget ya ngobrolnya , sampai aku ngucapin salam gak ada yang nyahutin" Ucap Farhan membuat Putri berbinar karena melihatnya, tanpa sadar ia sedikit berlari, menghambur dalam pelukannya. "Putri kenapa? Bibi nakal ya? Bibi ga ngomong macam-macam kan?" Ucap Farhan yang tak di gubris bibinya. "Padahal lagi seru bangat ceritanya" Keluh bibi, membuat Putri terkekeh kecil.


"Farhan bawa pulang Putri ya Bi" Pamit Farhan yang tak berlama-lama. Karena kedatangannya memang untuk menjemputnya. Putri sudah siap dengan helmnya . "Bibi gak ngomong yang aneh-aneh kan?" Tanya Farhan membuat Putri terkekeh kecil. "Bibi lucu ya A, cerita terus , ada aja bahannya buat bercerita", Kagum Putri , karena dirinya sangat payah mencari topik pembicaraan.


"Langsung cari makan aja yah" Tawar Farhan dibalas anggukan oleh Putri. Sesampai di tempat makan , Farhan kembali bertanya. "Ngobrol apa aja dengan bibi?" Tanya Farhan lagi, membuat putri menggaruk-garuk kepalanya. "Ngomongin aku yah?" Tebak Farhan yang dibalas anggukan kecil. "Cuma nanya, Aa sekarang kayak gimana? Katanya dulu bandel bangat" Jawab Putri, membuat Farhan membeku .


"Aa.." Panggil Putri saat merasa suaminya tak menggubris ucapannya.


"Aa.." Panggil Putri lagi, kali ini sambil menyentuh tangannya. "Aa gak bandel Put.." Ucapnya tiba-tiba.


-


-


-


Sampai disini dulu ya .. Jangan lupa tinggalkan jejak๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜‰

__ADS_1


__ADS_2