
>>>> Iqob <<<<
Putri melirik kotak yang tengah dipegangnya , kenapa harus di berikan sekarang ,tidak saat dirinya berapa di asrama , kenapa harus di depan kelas yang membuat seluruh perhatian tertuju kepadanya . Putri dengan cepat meletakkan bingkisan itu kedalam tasnya .
"Hayoo Apaan?" Tanya teman-temannya yang menjadi sangat kepo terhadap dirinya Putri menggeleng kecil . "Cuma barang ketinggalan kok" Elak Putri yang juga sama-sama tidak tahu barang apa yang tengah di pegangnya. Iffah yang ada di sampingku dengan baik hati membubarkan kerumunan .
"Udah duduk lagi , ga ada apa-apa " Keluhan dari temannya terdengar membuat iffah terkekeh kecil. "Bukan aib udah nikah duluan , jadi percaya diri aja, seminggu juga paling udah bersikap seperti biasa kok ". Nasihat Iffah "Makasih Ya"
"Elah, kek ke orang lain aja bilang terima kasih"
__ADS_1
"Kan sopan santun" Sewot Putri membuat keduanya terkekeh . Iffah dan putri memang pasangan yang klop bermula dari bangku duduk , kursi kedua di ujung selalu menjadi tempat keduanya dan permanen tanpa di patenkan .
"Jangan lupa hafalannya" Ingat Iffah yang membuat Putri terkekeh , pagi tadi dia membolos karena belum datang di pesantren dan besok ia harus menghafal doubel jika ingin mencapai targetnya.
Pelajaran selanjutnya di mulai , siklus mengajar dalam seminggu selalu sama di mulaikan dengan salam , doa , dan ucapan selamat untuk Putri . Bahkan saat pelajaran ustad Firman semua santri di kelas mengalihkan pada proses ta'aruf yang di lalui Putri .
Putri hanya terdiam di kelas dengan rona yang tak berhenti hingga pelajaran selesai .. Ustad firman menceritakan semuanya , proses ta'aruf dengan perantaraan , hendak persiapan akad yang terkesan mendadak namun ustad Firman menekankan jika putranya memang sudah siap untuk menikah . Pelajaran yang seharusnya di isi bahasa Arab justru berubah menjadi materi bab nikah .
"Sabil aku siap" Ucap seseorang yang tidak lain adalah Vania , Putri meninggalkan cuciannya yang sudah selesai dan meninggalkan Iffah yang masih berjuang menunggu antrian kamar mandi .
__ADS_1
-----------
"Kepada Seluruh santri di tunggu kehadirannya di lorong lantai satu asrama lama" Pengumuman itu di ulang dua kali untuk menegaskan tempat , dalam waktu sepuluh menit seperti yang di tetapkan oleh petugas ketertiban . Semua berkumpul dengan berjajar dan beberapa yang menumpuk di pintu .
"Doa sore hari ini ,akan di lakukan di sini ?" Ucap seorang petugas keamanan , seluruh santri yang sebagian besar sudah membawa alat shalat kini di buat keheranan . Akan ada pengumuman besar . Itu yang biasanya terjadi . Pengumuman yang akan menggemparkan doa sore itu di mulai lebih cepat setengah jam dari biasanya .
Putri melirik teman-temannya yang sebagian terpencar sesuai dengan ruangan kamarnya namun ia selalu memiliki satu teman yang tak lelah bersama dirinya . Padahal Putri termasuk orang yang pendiam dan jarang bicara .
"Kira-kira bakal ada apaan ya? Kayaknya berita yang tak mengenakan hati deh" Tebak iffah yang sudah bisa di tebak oleh hampir sebagian santri , biasanya mereka akan membaca doa sore di mesjid dan di lanjut dengan magrib bersama .
__ADS_1
"Surprise yang ngangetin semua orang sih " Putri setuju dengan pendapat tentang iffah . Raut wajah penasaran sangat terlihat pada sebagian santri dan sebagiannya lagi hanya memasang wajah yang tidak tahu .
~Bersambung