Jodoh Karna Allah

Jodoh Karna Allah
Candu


__ADS_3

JKA. Candu


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Dalam balutan selimut keduanya kini melupakan pepatah orang tua, 'Jangan tidur habis subuh, rejeki di patok ayam'. Keduanya kini terlelap setelah olahraga paginya di kamar, tirai kamar bahkan masih tertutup rapat, hanya lampu tidur yang menyala sedang lampu utama di matikan. Jarum jam terus berputar hingga perut keroncongan membangunkan wanita yang berada dalam dekapan hanya suaminya .


"Katanya gak boleh tidur pagi, hihihi" Gumam Putri mencubit pelan hidung mancung suaminya. Ia bermaksud membangunkannya untuk menuntaskan rasa laparnya. Jam dinding sudah menunjukkan pukul sembilan. Sinar matahari bahkan bersinar terang melewati tirai, belum lagi panas yang membuat Putri bangun dalam kehausan.


"A Farhan bangun?" Panggil Putri menarik-narik hidungnya. "Aa Putri lapar" Manja Putri saat suaminya tak kunjung bangun "A..." Bisik Putri lagi tepat di telinganya sembari meniup pelan daun telinga suaminya, memberi sensasi geli dan Farhan berhasil bangun .


"Sayang Aa capek, order aja ya, terserah mau pesan apa, dompetnya ada di lemari" Ucap Farhan dengan mata yang terpejam namun tangannya melingkar kuat mendekap istrinya. Tangan istrinya mengepal.menahan kekesalannya, ia tak bisa keluar dari kungkungan tangan besarnya, sementara perutnya sudah berdemo minta diisi .


"Lepasin tangannya atuh A" Ucap Putri kini mengambil ponsel suaminya yang ada di atas meja, mencari aplikasi pesan antar dan memesan makanan."Tahu rasa! Aku hanya memesan 1 porsi" Desis Putri kesal. Setelah nasihat tak boleh tidur pagi, suaminya menjadi orang yang paling tidur lama , Putri bergegas ke kamar mandi, setelah memesan makanan. Ia harus mandi setelah pagi panjangnya.


Putri bergegas mengecek ponselnya setelah mandi, Ia cemas jika mandinya terlalu lama, membayangkan pak kulir menunggu lama di depan pintu. Tak lama ia menghela nafas lega saat melihat peta kulit yang baru berjalan dari warung yang di pesannya. Putri bergegas mengganti pakaiannya dan mengeringkan rambutnya, ia turun menunggu bel berbunyi. Lima menit lamanya masih dengan handuk yang melingkar di kepalanya bel rumahnya di tekan., disambarnya kerudung lansungan dan setengah berlari membuka pintu gerbang.


Senyum ramah kulir datang membawa pesanan yang dipesannya sembari berkata. "Ini pesanannya Mbak , Ayam kuah spesial dengan es teh lemon. Totalnya dua puluh ribu".


Putri tersenyum senang sembari memberikan uang pas pada kulit pengantar. Putri mendengus wangi kuah ayamnya, ia mengambil mangkok dan piring, matanya berbinar cerah hingga senyumnya lentur kala melihat suaminya keluar dengan santainya, muka bantal tanpa basah sekalipun tanda ia belum mandi ataupun cuci muka.


"Ayo makan" Seru Farhan senang, perutnya memang sudah lapar setelah bangun terlalu siang dan itu membuat Putri mendelik mendengarnya. "Aku cuma beli seporsi" Jawab Putri memberikan deathglare , terkekeh putri mendapati suaminya yang membeku di tempat.


"Kok gitu? Akukan juga lapar" Rajuknya sambil mengusap perut ratanya, tubuh Farhan memang tidak atletis.


"Habis Aa ngeselin"


"Aa kan capek"


"Ya udah Aa mandi dulu sana, Putri pesenin lagi"

__ADS_1


"Oke Sayang" Farhan yang baru melewati beberapa anak tangga kembali ke kamarnya. Putri menjeda makannya. Memesan kembali makanan untuk suaminya. "Kalau di tunggu lama, makannya nanti keburu dingin" Putri menimang. Ayam kuah harus dimakan cepat, atau tak lagi enak jika disantap dingin .


"Oke makan dulu" Putus Putri akhirnya. Ia menyendokkan nasi berisi potongan ayam dan kuah segar yang menyapa Indra mengecapnya rasa segar dan hangat di perut benar-benar pilihan sarapan terbaik. Belum selesai Putri makan, suaminya sudah turun dengan pakaian kaos dan celana pendeknya. "Curang makan deluan"


"Yang pesan juga aku"


"Yang bayarkan aku"


"Perhitungan! Masa cowok perhitungan" Sinis Putri membuat suaminya bergegas ke dapur mengambil gelas berisi teko air putih dan sendok. Farhan membawa nampannya ke ruang tengah dimana istrinya berada. Tangannya yang memegang sendok langsung menyendok kan nasi dan ayam kuah membuat istrinya mendelik kesal.


"Barengan Ya, aku gak bisa nahan lapar" Ucap Farhan mengunyah makanannya tanpa rasa bersalah. Istrinya mendecih, satu kakinya menendang kaki suaminya geregetan. "Aa kan kalau makan porsinya banyak, nanti bagian Putri diambil terus gak kenyang gimana?".


"Bawel nanti beli lagi ya" Kerling Farhan kini menikmati sarapannya semangkok berdua.


Ting Nong! Bel rumahnya berbunyi. Kulir delivery makanan pasti udah datang dan tebakannya tidak meleset saat Farhan menerima makanan itu. "Ayo makan lagi" Ajak Farhan sedang istrinya kini asyik dengan siaran anak di televisi. "Inget umur masa nontonnya kartun".


"Ga mau makan lagi?" Tanya Farhan yang masih menjinjing makanan yang dibawanya, "Habisin aja".


"Jangan ngambek dong, kusuapin ya?" Tanya Farhan duduk di samping istrinya. Rasanya Putri ingin ketawa keras mendengar penuturan suaminya. Ia sama sekali tak ngambek. Suaminya tampak begitu khawatir.


Dengan mandiri Farhan menuangkan makanannya, kehidupan rumah tangganya memang mandiri , selagi bisa diselesaikan sendiri, ia tak bisa memberatkan istrinya. Putri adalah ratu di kehidupannya. "Enak nih masih panas" Ujar Farhan menyendokan makanan dan menyuapkan pada istrinya. Putri tak menolah, "Gimana? Enak?" Tanya Farhan setelah berhasil menyuapi istrinya .


"Enak A, Apa Putri kudu di siapin tiap hari ya?"


"Hei.. Keenakan itu mah" Farhan tak setuju, ia melanjutkan makannya sesekali menyuapi istrinya .


"Hari ini dirumah aja ya A, Putri lagi malas keluar" Ucap Putri masih memandangi layar depannya. "Kirain mau jalan-jalan, bosan ya?" Tanya Farhan yang dibalas gelengan, ia hanya merasa tidak enak kakinya melangkah. Namun jika ia mengatakannya bisa saja suaminya menjadi khawatir. "Pengen nonton TV aja, udah lama gak pernah nonton TV" Kilah Putri mengulum senyumnya.


"Tapi aku bosan kalau dirumah" Ucap Farhan yang masih menikmati makanannya. "Ga punya game ya?

__ADS_1


"Mabar gitu, ayo!" Seru Farhan senang. "Mabar apa?"


Deg! Farhan mencelos mendengar pertanyaan istrinya. "Mabar, Main bareng. Mabar, Main game bareng" Papar Farhan lagi.


"Oh ngapain disingkat sih, jadi Aa biasanya main apa?" Putri menunjukkan ponselnya, dimana aplikasi gamenya. "Ular tangga, atau Ludo?" Tanya Putri membuat Farhan mendelik . "Main tembak-tembakan aja, bisa gak? Nanti ku ajarin" Ucap Farhan semangat, ia mengambil ponselnya yang masih menampilkan layar loading.


"Nah kayak gini gamenya" Farhan menyelesaikan makannya tepat saat makanannya telah habis. "Nah nanti inti permainannya tembak-tembak, yang kiri ini untuk jalan dan yang kanan buat senjata. Farhan dengan semangat mengajari istrinya. Putri yang awalnya gak tertarik, kini berfokus pada game yang terlihat cukup menyenangkan untuk dimainkan.


"Coba, Putri coba dulu" Ucap putri sambil merebut ponsel ke tangannya .


"Yuhuu!" Senyumnya lebar kala berhasil membidik lawan yang ada di depannya .


Dan tak lama senyumnya luntur saat lawan berhasil menembaknya. "Oke Putri suka, Putri install dulu" Ucap Putri meraih ponselnya dan mencari aplikasi yang di minta suaminya.


Menunggu loading, Farhan menimang untuk berbicara. Ada yang sangat ingin ditanyakan, namun keberaniannya terhalang. Farhan mengamati istrinya intens, ia ragu tapi rasa penasarannya tak bisa diberhentikan jika tak terjawab .


"Putri" Panggil Farhan membuat Putri menoleh, "Kenapa A?"


"Eum.. Penanggalan itu ... Potensi akuratnya tinggikan?"


-


-


-


Kira-kira Putri jawab apa ya??


Jangan lupa tinggalkan jejak dengan cara Like, vote dan rate 5 bintang 😊😊 Makasih

__ADS_1


__ADS_2