
Keceriaan memenuhi ruangan foto studio , senyum cerah , canda tawa , semuanya sangat indah . Terlebih pantulan diriku saat ini di depan cermin , sangat cantik , kekecewaan yang kualami kini terpencar , pernikahan yang sesungguhnya kini benar benar terjadi , walaupun tidak semewah orang lain , A Farhan benar disaksikan oleh ratusan santri mengalami lebih mewah dan sangat langkah , jika pernikahanku dilakukan di mesjid dekat rumah pasti tidak sebanyak ini kebahagiaan dan selamat yang kuterima saat ini .
"Ustad, Umi kami pamit ya , mau perijinan hehe " suara Vania menginterupsi setelah puas bersamaku . Galeri HP A Farhan kini memenuhi foto kami ber-selfie ria "Nanti kirim ya , biar ku upload " Vania memang sangat aktiv dengan media sosial , berkat barang haram yang dibawanya .
"Iya nanti kukirim "
"Jangan lupa doanya " bisik Vania , membuat wajahku merah padam , nanti malam , rasanya gak mungkin . Ku lirik A Farhan yang bercengkrama dengan keluarga barunya, sesi foto udah selesai beberapa waktu lalu . Selepas mereka pulang , A Farhan menghampiri ku namun jantungku rasanya berdebar dengan sangat cepat . Kata Vania benar benar mempengaruhi ku.
"Digodain ya ?"
"Jangan bilang A Farhan bisa baca pikiran ya? " Ia mengendikan bahu berkali-kali menyugar rambutnya , memamerkan sisi tampannya -mungkin padaku . "Kan biasanya begitu " . Dia tersenyum , duduk disebelahku sedang tubuhku menegang tanpa alasan .
"Habis ini mau kemana ? " Dibanding suami istri yang kurasakan sekarang layaknya memiliki saudara laki-laki yang sangat perhatian , saya tidak sanggung lagi , ia pandai membuat orang lain nyaman . Atau mungkin saya yang terlalu mudah nyaman sama orang asing , entahlah .
__ADS_1
"Kalau mau pergi sekarang , mereka masih asyik mengobrol ? "
"kemana dulu ?"
"Kerumahku?" Deg!! Tolong pikiranku , jangan kesana ! saya menggeleng cepat .
"didaerah sini tidak ada spot ya g menyenangkan sih " Keluhnya membuatku mau tidak mau mengangguk setuju . Hanya ada tempat makan , toserba dan alun alun namun jam segini cukup panas untuk berjalan jalan .
"Dirumah ada apa ? "
" Ih , beneran putri nanyanya ? "
"Udah nyaman ya " , Hatiku trus berontak , kenapa pria di hadapanku bisa dengan mudah memporak-porandakan hatiku dengan secepat ini , baru kemarin bertemu . Hari ini saya menikah dan sekarang udah senyaman dengannya , saya harus mengelak .
__ADS_1
"Biasanya putri ke warnet , toserba terus balik , tapi sekarang Putri gak ada keperluan yang kudu dibeli " Saya gak bisa berfikir , Rasanya buntu sekali . Terlebih dengan seragam yang siapa pun yang akan dilihatnya sebagai santri . Berjalan bersama lelaki akan dipandang negatif .
"Rumah Aa dimana ? , jauh ga " Saya juga udah rindu rebahan , mungkin ada televisi yang akan menemani ku atau laptop yang akan menemani perdrakoranku . "Mau kerumah? " Tanyanya lagi membuatku sangat ingin berubah fikiran .
"Ke rental buku , ayo A. Ada buku yang putri ingin baca" . Rental buka juga salah satu tempat favorit ku , tempat yang luas dengan buku buku yang berjajar, dikembalikan setiap 2 Minggu sekali karena kami santri namun jika telat kena denda .
"Novel ? Komik ? Saya punya banyak koleksi "
"Boleh gitu , ngoleksi sama ustad? "
"Kenapa mindset mu begitu sih ? jangan liat saya anak ustad .Tapi liat saya juga remaja yang hobi baca . Saya juga ngantri suku ngerental walau sering hilang karena kena sita " .
"Tapikan ..."
__ADS_1
"Udah ah gak mau ngomong " Dia merajuk, sisi menakjubkan yang tak perna ku bayang kan sebelumnya .
Jangan lupa Like dan vote jangan lupa juga komen dan sarannya .. Makasih