
JKA. Teman A Farhan
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Putri tersenyum senang mendapati Farhan yang tersenyum yang begitu manis kepadanya sembari membawa troli. Berlanjaan mereka cukup banyak , Putri memilih dan menyimpan dalam lewati pendingin , sementara Farhan kini sibuk dengan handphone nya . Grub chatnya benar-benar ramai .
mereka semua sibuk dengan rasa penasaran Istri Farhan yang mulai tinggal hari ini di rumahnya.
,Elang: Bro kita main ya?
Andri: Bilang aja main PS seperti biasa
Elang: Iya, bolehin dong penasaran bangat asli
Farhan: Rese bangat kalian pada , terus kalau udah liat mau apa?
Elang: Ayo! Gue gas nih kesana
Andri: Jemput gw Lang!
Farhan: Malam aja
Andri: Gaskeun!
Farhan segera menghapus pesan chattingnya, ia selalu menghapus pesan chatting, di letakkan ponselnya di atas meja dan bergegas menyusul istrinya . "Jadi mau masak nih" Tanya A Farhan yang di balas Anggukan kecil, "Aa suka apa aja kan?" Putri mengerjap dan dibalas anggukan kecil olehFarhan .
"Ibu gak nitipin HP Putri ke Aa " Tanya Putri yang di balas hanya gelengan oleh Farhan. "*Sayang banget , masa aku pinjem hp Aa terus?"
"Buat apa emang?"
"Buat liat resep masakan , buat chatting"
"Pake HP ku saja dulu gak papa, besok ku ambilkan*" Mata Farhan tersenyum serta bibirnya yang melengkung naik , Putri menyukai itu. "Ku ambil yah" Ucap Putri dengan sedikit berlari mengambil ponsel suaminya yang terletak di meja .
"Aku ke atas dulu yah" Ujar Farhan Putri hanya mengangguk . Fokusnya hanya belajar masak saat ini . Putri mengambil buku kecilnya yang sengaja di belinya untuk menulis resep masakan. Seniat itu ia akan membahagiakan suaminya .
__ADS_1
"Gak ada resep paling mudah selain sup" Putri membuka kulkasnya mengecek bahan yang kembali dengan resepnya. Ia bahkan membeli ayam Frozen. Jam baru menunjukkan pukul setengah dua , ia akan memulai masak pukul empat nanti.
Ia pindah ke ruang tamu, duduk di atas karpet sembari menulis resep-resep mudah yang akan dibuatnya untuk beberapa hari ke depan. Menu beragam. Sayur , lauk dan beberapa cemilan sederhana yang bisa di buatnya
"Ayam teriyaki, sayur sup, garamasem, udang pedas, cumi lada hitam, mendoan, apa lagi ya?" Putri terus menuliskan resep, sementara di kamar Farhan merebahkan tubuhnya sembari memijit pelipisnya.
Perasaan rasa bersalah dan rasa syukur saling beradu dalam pikirannya sendiri, Ia memikirkan istrinya yang begitu muda, dan begitu antusias dengan kehidupan yang baru. Helahan nafas berat, tidak bagi Farhan bersikap dewasa di usianya masih tergolong muda untuk seorang pria.
"Tidur dulu" Ujar Farhan pada akhirnya ia memilih tidur setidaknya untuk menghilangkan rasa pening yang mendera akibat pikirannya yang tak lelah berkelana.
Sore menyapa Farhan terbangun pusing di kepalanya telah berkurang. Seperti biasa, ia akan pergi ke lapangan untuk bermain bola dengan teman seusianya . Ia mematut diri di cermin, rambutnya sedikit basah setelah berwudhu.
Farhan menuruni tangga dan terkejut melihat istrinya tertidur dengan keadaan yang tak terlihat nyaman. "Dek Putri" Panggil Farhan menepuk pundak istrinya pelan. mengambil ponselnya dan buku kecil yang sudah penuh dengan coretan.
"Kenapa berusaha sekeras ini?" Gumam Farhan pelan membalikkan lembar demi lembar . Di setiap lembarnya diakhiri gambar love kecil, Farhan menggelengkan kepala melihat tingkah istrinya . "Dek Putri.. bangun.." Panggil Farhan lagi, kini ia mengusap pelan pipinya. Jantungnya berdebar, Putri menyedip pelan menyadari seseorang menyentuhnya.
"Dah bangun?" Tanya Farhan yang berjongkok di sampingnya Putri membelalak melirik jam dinding dan mengedarkan pandangan pada meja makan, "A.. Putri ketiduran" Ujarnya memalas dan malu "Iya gak papa, mandi dulu gih biar segar".
"Aa mau kemana?" Tanya Putri melihat suaminya memakai baju bolanya Farhan tersenyum kecil "Diajak teman main futsal" Jawab Farhan dan bangkit duduk di kursi sofa .
Gak tahu ah Putri mandi dulu" Putri segera bangun tubuhnya terasa remuk, tidur sambil duduk, belum selangkah Farhan mencegahnya . Deg!! " Ke.. kenapa A?" Tanya Putri tergagap membuat Farhan tergelak.
"Kenapa gugup gitu sih nitip ya chargerin" Farhan meletakkan ponselnya pada tangan Putri Membuat semburat merah malu di pipi muncul "Ah iya nanti Putri charger"
Farhan bergegas menuju pintu keluar dengan membawa sepatunya. 'A Fathan suka Futsal noted' Tulis Putri di buku kecilnya Ia ingin mengenal sedikit demi sedikit kebiasaan suaminya.
Farhan mengeluarkan motornya dan pergi menyusul temannya yang akan mengajaknya futsal. Andri Elang dan beberapa teman lainnya sudah berkumpul.
"Habis ini kerumah Farhan ya"
"Ngawur kalian ngapain juga sih"
"penasaran dibilang kita penasaran"
"Dalam keadaan bau keringat? No! Sayang dirumah" Jawab Farhan tegas "Malam aja" Pinta Farhan lagiyang disetujui oleh teman lainnya. permainan futsal pun berlangsung selama satu jam setengah, cukup membuat punggungnya basah baklari maraton.
__ADS_1
"pokoknya malam ya kalau datang lebih awal serius gak bakal kubukain pintu" Ucap Farhan sebelum pulang kerumahnya langit sudah hampir gelap, Farhan mengendarai motornya sedikit mengebut. Citra baiknya akan terus dijaga .
"Assalamualaikum" Ucap Farhan membuka pintu rumah , bau masakan menyapanya.
"Wa'alaikum salam, Aa dah pulang kok bisa bajunya basah gitu A" Tanya Putri sembari mendekat ke arah suaminya.
"Disembur air biasa teman iseng, Aa mandi dulu" Ucap Farhan ke lantai atas meninggalkan Putri kembali ke dapur, masakannya sudah tersaji rasanya juga cukup enak untuk seorang pemula. Sepuluh menit suaminya kembali dengan baju kokohnya , ia akan menunaikan ibadahnya, Putri juga pergi ke ruangan kecil yang ada di samping kamar tamu . Setiap lantai punya ruang untuk sholat.
Farhan kembali setelah lima belas menit "Makan A" Sapa Putri belum sempat Farhan mengucapkan salam "Putri udah masak menurut putri sih masakannya enak" Putri mengandeng tangan suaminya membawa ke meja makan.
"Cicipin" Ujar putri menyendokkan makanannya, Farhan mencicipinya sedikit dan mengangguk menilai rasanya .
"Beli dimana?"
"Aa.. Putri masak tahu" Rajuk Putri tak terima , Farhan tergetak melihat ekspresi istrinya. "Enak kok makan sekarang boleh?" Tanya A Farhan yang di balas Anggukan oleh Putri. Farhan memandang istrinya yang menyiapkan piring untuknya .
Benar kata Abi Gumam Farhan lirih ingatan Farhan kembali pada ayah dan ibu yang Terus menerus mendesaknya untuk menikah .
"Setidaknya setelah kau menikah ada orang yang merawatmu dengan penuh cinta , kau tak tahu bagaimana khawatirnya kami melihatmu tinggal sendiri dirumah dengan teman-temanmu yang .." Ucap ayahnya yang kala itu terpotong oleh ibunya yang menyahuti dan berkata "Kau tak boleh melangkah lebih jauh lagi nak" .
Farhan menghela nafas berat. "Kenapa A?" Tanya Putri yang hanya dibalas senyum tipis . "Gak apa-apa cuma agak capek aja tadi" . Kelit Farhan " Putri, nanti malem teman-teman Aa mau kesini , ga papa kan? tanya Farhan membuat Putri menimang pelan.
"Ga papa emang ada alasan Putri untuk ngelarang ya?" Tanya Putri memamerkan senyum manisnya . "Nanti Aa minta tolong buatin kopi ya , habis itu Putri langsung ke kamar juga gak papa , barangkali gak nyaman" .
-
-
-
Terimakasih yang masih setia baca karyaku ππ Semoga suka ya ππ
Jangan lupa baca juga karya lainnya berjudul The Ex's Betrayal , Dijamin gak kalah romantis nya juga .. Makasih ππ
Jangan lupa tinggalkan jejak hehehπππ
__ADS_1