
JKA . Persiapan ujian part 2
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Yah, apa aja deh ? Aa lagi ngapain sekarang?
Lagi dimana? Terus habis ngapain aja? " Menggelikan memang namun apa yang salah , aku sudah lama tak bertemu dengannya .
"Gak habis ngapa-ngapain dan cuma duduk aja sambil nelpon Putri" Jawabnya tak membuatku puas , aku hanya ingin tahu kegiatan ia hari ini namun balasannya membuatku sangat ingin mematikan ponselku .
"*Jawab yang benar"
"Habis bahas desain untuk yayasan yang mau Aa bangun sama kawan taruna*" Jelasnya , Kali ini aku puas . Sejenak. Ya , karena setelahnya dia tidak mengatakan apapun padaku.
Tak menanyakan bagaimana hariku hari ini, tak menanyakan apa yang kulakukan saat ini , bagaimana aku menjalani kehidupan ku sekarang dan kabar pun nggak .
"*Kok diam? Padahal Aa nelpon pengen dengar suara Dek Putri lho" , Ucapnya sedikit membuat ku luluh , dia ingin mendengar suaraku , begitupun aku yang ingin mendengar suaranya.
Rasanya* seperti dunia milik kita berdua , mungkin itu istilah tepat untukku saat ini , aku merasakan kebahagiaan , kerinduanku yang tertahan terbalaskan .
__ADS_1
"Aku udah bisa masak telur gulung lho dengan sempurna", Pamernya tak bisa membuatku berhenti tertawa. Aku membayangkan bagaimana canggungnya saat berapa di dapur . Memasak dengan menjaga jarak agar tidak terkena percikan minyak .
"Putri jadi gak sabar mau pulang " Entah apa yang kini ku rasakan . Aku cukup banyak bicara dan mengungkapkan perasaan . Rasanya memang kerinduan yang tak terbendung .
"Aa punya permintaan buat Putri gak ? Doa apa yang pengen Aa amiinkan dari Putri , maksud Putri, Putri masih banyak kurangnya , Putri pengen jadi istri yang baik buat Aa Farhan , jadi kebanggaan Aa Farhan" Aku memejamkan matanya rasanya minder sekali bersanding dengannya meskipun dia mengatakan menyukai puluh kali, aku masih merasa kecil di sampingnya .
"Apa ya? Jadi Istri Aa yang biasa-biasa saja , buat sekarang fokus belajar dulu buat ujian , Aa senang kok kalau Dek Putri bisa mendapatkan nilai yang bagus"
"Siap kalau gitu , Putri bakal belajar lebih rajin lagi , A Farhan dulu renking berapa?" Tanyaku penasaran setidaknya aku tak boleh jauh dari dirinya .
"*Aku, eum buat apa?"
"Buat patokan"
"Gimana? aku gak bagus buat jadi patokan , aku gak maksa Dek Putri biar lebih dari Aa kok" Tambahnya lagi Membuatku Terkekeh kecil , cerdas sekali dia menebaknya . "*Putri juga peringkat segitu" .
"Masa! Wah kita beneran jodoh"
"Emang ada jodoh yang di patok dengan renking sekolah ya?" Aku ingin meledeknya namun tak lama seseorang dari jauh mengingatkan ku . Aku tak bisa menelpon lebih lama .
__ADS_1
Sepuluh menit adalah waktu yang maksimal untuk menelpon , karena masih banyak santri lain yang juga membutuhkan panggilan telepon .
"Engga gitu, gak ada istilah pintaran kamu gitu? " Ucap A Farhan membuatku terkekeh canggung.
"A Farhan waktu telponnya udah habis*" Cicitku pelan , aku sangat menyayangkan waktu yang begitu singkat namun tak bisa menyalahkan kesibukan A Farhan.
Yayasan yang di buat . Ia bilang untukku . Aku dan dia pemilik wishlist yang sama . Membangun tempat pemberdayaan yang bisa bermanfaat .
"Ya udah A Farhan matiin ya Putri sayang " Deg!! Apa yang harus ku jawab saat ini ? Aku tak mungkin menjawab sayang juga , saat ada orang lain di dekatku .
"*Assalamualaikum" Jawabku cepat. Deg degan.
"Wa'alaikum salam"
-
-
-
__ADS_1
Maaf ya kalau saat ini karya ku agak membosankan 😊😊 Tapi tenang aja insyaallah dua episode selanjutnya akan menceritakan alur di luar pesantren .. dan bikin baper pada kalian ...
Jangan lupa tinggalkan jejak 😉😉😉😉*