Jodoh Karna Allah

Jodoh Karna Allah
persiapan ujian part 2


__ADS_3

JKA . Persiapan ujian part 2


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Yah, apa aja deh ? Aa lagi ngapain sekarang?


Lagi dimana? Terus habis ngapain aja? " Menggelikan memang namun apa yang salah , aku sudah lama tak bertemu dengannya .


"Gak habis ngapa-ngapain dan cuma duduk aja sambil nelpon Putri" Jawabnya tak membuatku puas , aku hanya ingin tahu kegiatan ia hari ini namun balasannya membuatku sangat ingin mematikan ponselku .


"*Jawab yang benar"


"Habis bahas desain untuk yayasan yang mau Aa bangun sama kawan taruna*" Jelasnya , Kali ini aku puas . Sejenak. Ya , karena setelahnya dia tidak mengatakan apapun padaku.


Tak menanyakan bagaimana hariku hari ini, tak menanyakan apa yang kulakukan saat ini , bagaimana aku menjalani kehidupan ku sekarang dan kabar pun nggak .


"*Kok diam? Padahal Aa nelpon pengen dengar suara Dek Putri lho" , Ucapnya sedikit membuat ku luluh , dia ingin mendengar suaraku , begitupun aku yang ingin mendengar suaranya.


Rasanya* seperti dunia milik kita berdua , mungkin itu istilah tepat untukku saat ini , aku merasakan kebahagiaan , kerinduanku yang tertahan terbalaskan .

__ADS_1


"Aku udah bisa masak telur gulung lho dengan sempurna", Pamernya tak bisa membuatku berhenti tertawa. Aku membayangkan bagaimana canggungnya saat berapa di dapur . Memasak dengan menjaga jarak agar tidak terkena percikan minyak .


"Putri jadi gak sabar mau pulang " Entah apa yang kini ku rasakan . Aku cukup banyak bicara dan mengungkapkan perasaan . Rasanya memang kerinduan yang tak terbendung .


"Aa punya permintaan buat Putri gak ? Doa apa yang pengen Aa amiinkan dari Putri , maksud Putri, Putri masih banyak kurangnya , Putri pengen jadi istri yang baik buat Aa Farhan , jadi kebanggaan Aa Farhan" Aku memejamkan matanya rasanya minder sekali bersanding dengannya meskipun dia mengatakan menyukai puluh kali, aku masih merasa kecil di sampingnya .


"Apa ya? Jadi Istri Aa yang biasa-biasa saja , buat sekarang fokus belajar dulu buat ujian , Aa senang kok kalau Dek Putri bisa mendapatkan nilai yang bagus"


"Siap kalau gitu , Putri bakal belajar lebih rajin lagi , A Farhan dulu renking berapa?" Tanyaku penasaran setidaknya aku tak boleh jauh dari dirinya .


"*Aku, eum buat apa?"


"Buat patokan"


"Gimana? aku gak bagus buat jadi patokan , aku gak maksa Dek Putri biar lebih dari Aa kok" Tambahnya lagi Membuatku Terkekeh kecil , cerdas sekali dia menebaknya . "*Putri juga peringkat segitu" .


"Masa! Wah kita beneran jodoh"


"Emang ada jodoh yang di patok dengan renking sekolah ya?" Aku ingin meledeknya namun tak lama seseorang dari jauh mengingatkan ku . Aku tak bisa menelpon lebih lama .

__ADS_1


Sepuluh menit adalah waktu yang maksimal untuk menelpon , karena masih banyak santri lain yang juga membutuhkan panggilan telepon .


"Engga gitu, gak ada istilah pintaran kamu gitu? " Ucap A Farhan membuatku terkekeh canggung.


"A Farhan waktu telponnya udah habis*" Cicitku pelan , aku sangat menyayangkan waktu yang begitu singkat namun tak bisa menyalahkan kesibukan A Farhan.


Yayasan yang di buat . Ia bilang untukku . Aku dan dia pemilik wishlist yang sama . Membangun tempat pemberdayaan yang bisa bermanfaat .


"Ya udah A Farhan matiin ya Putri sayang " Deg!! Apa yang harus ku jawab saat ini ? Aku tak mungkin menjawab sayang juga , saat ada orang lain di dekatku .


"*Assalamualaikum" Jawabku cepat. Deg degan.


"Wa'alaikum salam"


-


-


-

__ADS_1


Maaf ya kalau saat ini karya ku agak membosankan 😊😊 Tapi tenang aja insyaallah dua episode selanjutnya akan menceritakan alur di luar pesantren .. dan bikin baper pada kalian ...


Jangan lupa tinggalkan jejak 😉😉😉😉*


__ADS_2