
JKA. Ketemu Dengan Aa Farhan.
Langkahnya pelan dan ragu , ia merasa tak yakin jika suaminya akan menjenguknya secepat ini , tapi ia juga tak mungkin mencurigai temannya yang bisa saja berbohong .
"Kalo beneran datang aku kudu apa?" Gumam Putri menaiki anak tangga yang ada di luar Asrama . Penghubung menuju gazebo. Deg! Benar, pria yang tak lain suaminya kini tengah duduk dengan ponsel ditangannya. Ia menunduk fokus pada layar gawai yang di miringkan .
"A" Panggil Putri membuat Farhan menoleh dengan senyum manisnya , cengkraman pada ponselnya menguat namun hanya sesaat karna putri mengulurkan tangan untuk berjabat, "Kirain nggak mau Salim" Ucapnya saat Putri mengecup hormat punggung tangan suaminya . Grogi, itu yang dirasakan Putri saat ini , bagaimana pun juga pertemuannya kali ini akan kembali menjadi heboh di asrama . "*Aa Farhan kok kesini? Di Jakarta berapa lama?" Tanya putri penasaran belum setengah bulan Mereka kembali bertemu . Padahal Putri membayangkan pertemuannya akan sangat jarang .
"Kok kayak nggak senang sih ketemu aku?"
"Senang , tapikan*" Putri mengerucutkan bibirnya, disekitarnya juga ada wali santri yang sedang menjenguk putrinya sambil berbisik anak pada orang tuanya . "Ini santriwati kelas berapa yang udah menikah dengan anak ustad disini" Beberapa santri kembali membahas topik , tidak lagi dengan temannya namun juga dengan orang tuanya .
"Wah kapan?" Bisik-bisik seperti itu membuat Putri gelisah dalam duduknya . "Padahal baru kemarin reda ga di omongin lagi" keluh Putri membuat suaminya tertawa lucu .
__ADS_1
"Padahal aku datang gara-gara kangen lho" Ucapnya kini membuat Putri menoleh menatapnya."*Benarkan?" .
"Emang Dek Putri nggak kangen gitu?"
"Engga*"
Bukan karena tak cinta hingga ia tak merindukannya ,namun ia memiliki teman berbincang , kegiatan yang padat , Memikirkan suaminya hanya saat dirinya enggan terlelap dalam tidurnya .
"Kegiatan Putri lumayan padat, daripada ngelamun kangen sama Aa Farhan , Putri mending tambah hafalan, Putri kena terus teguran sama teman putri" . Kekeh putri membuat suaminya gemas , namun tangannya menahan diri untuk tidak merangkulnya .
"Ih gak mau lupa juga*" Senggol Putri pada lengan suaminya ."Sayang banget ya, nggak boleh keluar, padahal pengen di ajak jalan" Ucap Aa Farhan yang disetujui oleh Putri. "*Mau merangkul aja Canggung" yang Tambahnya lagi membuat merah pada wajah putri .
"Sesuka itu ya*?" Tanya Putri yang di balas Anggukan oleh Farhan. "Kalau bukan istri , gak akan sesuka ini " Tambah Aa Farhan mengayunkan kakinya yang menggantung . "Aa gak bawah apa-apa gitu, buat putri?"
__ADS_1
"Nggak lagian memang kudu bawah apa ?"
"Cuman bawa jajanan doang buat teman Putri , ga papa kan?" Putri mengangguk , ia memang tidak mengharap apa-apa , Bertemu hari ini pun ia merasa sudah sangat senang .
"Tahu gak sih A' , hampir seminggu tiap Putri lewat di Cie cie in terus sampai kemarin ada santri ketahuan bawa alat elektronik , pengurus santri sih lebih tepatnya , topik pembicaraan udah beralih , Putri udah bak di omongin lagi , tapi kenapa A Farhan sekarang ..." Menunduk putri mengatakan nya , tentu saja ucapannya bisa menyakiti hatinya .
"Berarti aku datang tepat waktu ya?" Dengan bangga A Farhan mengatakan itu, tendangan cukup keras membuat A Farhan mengadu kesakitan , siapa lagi pelakunya kalau bukan istrinya.
"Istri Aa terkenal yah , Jadi makin sayang deh" Ledek Aa Farhan tiada henti membuat wajah Putri merah , karena kesal .
-
-
__ADS_1
-
Sampai disini dulu Yah , insya Allah' kalau nggak ada halangan author akan up lagi ... Jangan lupa Tinggalkan jejak 😊😊 Makasih