
JKA. Aa Udah Siap
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Keduanya saling melempar senyum, genggamannya tak pernah lepas sejak keduanya memilih untuk berkeliling. 'Pasangan yang manis'. Itu yang ada di pikiran orang-orang saat dilewatinya. Mereka kini menuju stand makaroni telur. "Mbak makaroni telurnya 2 porsi, satu rasa kari pedas satunya lagi rasa balado" Pesan Putri.
"Tunggu ya neng , masih ada antrian" Jawab penjaga stand Farhan dan Putri mengangguk setuju. "Sambil cari yang lain, Ayo" Ajak Farhan.
Jika putri yang memilih stand, kini Farhan memilih, ricebowl menjadi pilihan karena perutnya yang keroncongan dan perut istrinya yang belum terisi makanan.
"Putri mau lauk apa?" Tanya Farhan menunjuk menu yang ada, Rice bowl chicken katsu, beef , ayam teriyaki, ayam balado, ayam lada hitam menjadi menu dengan bintang lima di aplikasi yang di tunjukkan oleh penjual melalui layar laptopnya.
"Laptop buat apa mang?" Tanya Putri penasaran dengan laptop yang terpajang di tengah-tengah menu. "Biar costumer percaya kalau bowlme itu produk yang aman teh, di produksi sesuai standar kebersihan dan di masak dengan layak" Jelas penjual itu dengan panjang lebar .
"Kami pesan 2 mang, ayam lada hitam dan ayam teriyaki" Ucap Farhan kali ini , penjual itu dengan senang hati membuatkan pesanannya. "Sambil nunggu, sekalian nonton ini ya Akang, teteh, gak kalah beda kok kualitas tayangannya dengan film negeri ginseng" Candaannya tak membuat mereka tertawa, namun seulas senyum menghormati di ujung wajah keduanya.
"Ih dedenya cantik sekali" Ucap Putri tiba-tiba membuat Farhan menoleh, seorang ibu muda membawa putrinya dalam dekapannya dan Putri dengan gemes mengajaknya mengobrol meski tidak kenal. Ia suka anak-anak.
__ADS_1
"Nama dedenya siapa teh, cantik sekali" Puji Putri tulis setelah bermain cilukba hingga orang-orang yang ada disekitarnya memperhatikan mereka .
"Safa Zakiyatunnisa teh, di panggil Safa" Jawab ibu muda itu, "Pengen ngemban boleh?" Tanya Putri lagi membuat Farhan mendelik, begitupula wanita itu.
"Kalian pengantin baru ya" Tebak ibu Safa itu yang di balas anggukan. "Iya teh".
"Semoga di beri momongan ya, ngurus anak walaupun kadang pening kalau rewel, tapi lebih banyak senangnya"
Putri tersenyum tipis, doanya baik namun ia masih belum siap menjadi ibu muda, ia masih harus kuliah, Putri tak jadi mengembannya dan memilih memainkan pipi gembilnya .
"Ini pesannya teh" Ucap penjual dari ibu dedek Safa. "Kalau begitu duluan ya Teh A" Pamitnya meninggalkan keduanya .
"Ibunya lebih gemesin" Jawab Farhan dengan matanya yang mengerling nakal, membuat nafas wanita di depannya tercekat .
"Awas aja ya, entar malam aku mau tidur dikamar Abi dan umi aja"
"Yakin? Udah lama gak di tungguhin lho, banyak penghuninya" Farhan puas meledek istrinya . hingga raut nggungnya terlihat jelas diwajahnya.
__ADS_1
"Ini pesanannya dik"
Suara penjual mengalihkan perdebatan kecil keduanya. Farhan membayar pesanan makanannya dengan uang pas. "Ayo" Tangan Farhan meraih lengang istrinya dan merangkulnya pelan "Makanya ga usah mancing ya".
"Siapa yang mancing, terus salah Putri gitu" sensitif Putri saat ini ekspresi kesalnya, Farhan senang melihatnya "Yang ini paling gemesin" cubit Farhan pada hidung pendek istrinya .
"Ga usah di tarik ga bakal jadi panjang"
"Siapa yang mau panjang, Putri hidupnya kayak gimana sih, kenapa bisa gemesin begini"
Mendengar nada suaminya yang alay membuat Putri mengernyit kaget, suaminya biasanya bersikap tenang walau jahil. "Aa salah makan ya?"
" Belum makan, jadi ga salah makan"
"Ke psikiater yuk, kayaknya Aa banyak masalah" Ajak putri lagi membuat Farhan semakin merajuk . Bermanja dengan istri kecilnya juga kebahagiannya .
"Rata-rata yang kesini pada bawa pasangan ya A"
__ADS_1
******
Sampai disini dulu ya .. Jangan lupa tinggalkan jejak 🤗🤗🤗