Jodoh Karna Allah

Jodoh Karna Allah
21


__ADS_3

 


Saya tidak tahu bagaimana dia bisa tersenyum cerah disaat saya ingin menangis , pernikahan mewah didalam gedung dengan iringan music dan foto ria bersama teman seangkatan . Saya harus menepisnya dengan cepat .


 


"Jangan bilang , ga biasa dibonceng dengan cowok ? " Tanya A Farhan saat saya terdiam , saya menggaruk telingaku yang gak gatal . " Seringko sama ojek online beberapa kali". Elakku yang tak mau bilang Sholehah banget . saya naik jok motornya , motor matic .


"Kalau mau pegangan , Udah sah kok " Ucapnya , mau tidak mau memukulnya . Dia sangat pandai membuat orang lain emosi.


"Ga papa, Ga usah malu malu "


"Putri turun aja kalau begini " Ancam ku kesal karena terus menerus digoda dengan caranya menyebalkan.


 


Tawanya begitu renyah , sederhana sekali padahal saya tidak berniat melawak , tapi tawanya begitu lepas . ' Ini tidak beruk ' Batinku meyakinkan diri. Orang yang menjadi suamiku bahkan sudah berbicara nyaman denganku .


 

__ADS_1


"Laper ga ? " Tanyaknya membuatku menggeleng , tapi saya sadar kalo saya duduk dibelakangnya ." Enggak , A Farhan lapar ? , Ga papa beli makan dulu gih " .


"Iya laper bangat , tadi pagi belum sempat makan karena gugup " Gugup , dia bisa merasakan gugup rupanya , Mungkin ini alasan ibu gak memberitahu ku , tak ingin membuatku gugup sampai tak makan .


 


A Farhan memberhentikan motornya di tempat makan yang tak begitu ramai, hanya kedai chicken yang bisa ditemui , makan olahan ayam memang trend dan berjejer .


 


" Benar ga mau beli ? " Tanyanya membuatku ragu , memang saya tak lapar tapi aroma ayam bakarnya sangat menggoda di Indra penciuman ku untuk mengangguk .


"Boleh " .


Keheningan kembali dijumpai kami yang entah harus apa selagi menunggu makanan masak , A Farhan sedari tadi sibuk dengan ponselnya . Mengabaikan saya yang sedang menggambar meja dengan jariku renyah .


"Kenapa diam aja ? " Tanyanya Membuatku mengendus kesal , Diam ? tentu saja saya diam karena dia dari tadi sibuk dengan hp ditangannya . Saya hanya mendumai dalam hati .


"Cerita aja, saya dengarin kok " Ucapnya yang masih memegang ponselnya , apa yang mau saya cerita yang saya sendiri enggan untuk bicara . Haruskah saya menceritakan hantu Asrama yang Vania ceritakan beberapa waktu lalu.

__ADS_1


'Kenapa menyebalkan sekali rasanya ' Batinku , seharusnya saya diasrama saja , tidur dengan tenang . Hibernasi panjang .


"Selesai " Ucapnya meletakkan ponselnya yang sedari tadi digenggam nya . Saya sendiri tidak bisa bertanya , terlanjur kesal .


"Kenapa , jengkel ya ? " Tanyanya yang membuatku tak sadar tersenyum miring . "Mau minjem ? tadi ada pesan dari kantor " . Ucapnya membuatku tersenyum tipis . Saya mengira mengabaikanku namun dia memang ada kesibukan yang sedang dijalaninya .


"Ada gamenya ? " Tanyaku akhirnya , A Farhan memberikan ku gawainya kepadaku . Game tembak-tembakan saat ini yang sedang tenar dan saya juga menyukai. Kini anggapla saya balas dendam , membiarkannya kebingungan mencari topik pembicaraan yang tak mudah .


Namun pada akhirnya saya gak bisa fokus , pria dihadapanku terus mengamatiku . Saya mengakhiri gamenya setelah musuh menembakku .


"Udahlah ga seru " .


"Bilang aja , gak hebat main " ledekknya yang tak membuatku sakit hati sama sekali . saya merasa kesal saat ini .


Saya mengusap wajahku berkali-kali karena penat . " Ya udah atuh , cerita sama Aa " . Ucapnya dengan lembut , sorot matanya begitu manis .


"Bahkan sekalipun anak ustad , saya yang nikah sesederhana itu , ada yang bilang ke gitu sama putri . Putri kesal tapi Putri juga gak bisa ngelak saat itu " , Saya mengelak nafas panjang , meliriknya yang mungkin saja tersinggung . Namun dia tak menjawab padahal saya sudah menunggu jawabannya . Apa mungkin dia sangat tersinggung .


Jangan lupa like komen dan vote sebanyak banyaknya .. Makasihh

__ADS_1


__ADS_2