
Saya tidak tahu bagaimana dia bisa tersenyum cerah disaat saya ingin menangis , pernikahan mewah didalam gedung dengan iringan music dan foto ria bersama teman seangkatan . Saya harus menepisnya dengan cepat .
"Jangan bilang , ga biasa dibonceng dengan cowok ? " Tanya A Farhan saat saya terdiam , saya menggaruk telingaku yang gak gatal . " Seringko sama ojek online beberapa kali". Elakku yang tak mau bilang Sholehah banget . saya naik jok motornya , motor matic .
"Kalau mau pegangan , Udah sah kok " Ucapnya , mau tidak mau memukulnya . Dia sangat pandai membuat orang lain emosi.
"Ga papa, Ga usah malu malu "
"Putri turun aja kalau begini " Ancam ku kesal karena terus menerus digoda dengan caranya menyebalkan.
Tawanya begitu renyah , sederhana sekali padahal saya tidak berniat melawak , tapi tawanya begitu lepas . ' Ini tidak beruk ' Batinku meyakinkan diri. Orang yang menjadi suamiku bahkan sudah berbicara nyaman denganku .
__ADS_1
"Laper ga ? " Tanyaknya membuatku menggeleng , tapi saya sadar kalo saya duduk dibelakangnya ." Enggak , A Farhan lapar ? , Ga papa beli makan dulu gih " .
"Iya laper bangat , tadi pagi belum sempat makan karena gugup " Gugup , dia bisa merasakan gugup rupanya , Mungkin ini alasan ibu gak memberitahu ku , tak ingin membuatku gugup sampai tak makan .
A Farhan memberhentikan motornya di tempat makan yang tak begitu ramai, hanya kedai chicken yang bisa ditemui , makan olahan ayam memang trend dan berjejer .
" Benar ga mau beli ? " Tanyanya membuatku ragu , memang saya tak lapar tapi aroma ayam bakarnya sangat menggoda di Indra penciuman ku untuk mengangguk .
"Boleh " .
Keheningan kembali dijumpai kami yang entah harus apa selagi menunggu makanan masak , A Farhan sedari tadi sibuk dengan ponselnya . Mengabaikan saya yang sedang menggambar meja dengan jariku renyah .
"Kenapa diam aja ? " Tanyanya Membuatku mengendus kesal , Diam ? tentu saja saya diam karena dia dari tadi sibuk dengan hp ditangannya . Saya hanya mendumai dalam hati .
"Cerita aja, saya dengarin kok " Ucapnya yang masih memegang ponselnya , apa yang mau saya cerita yang saya sendiri enggan untuk bicara . Haruskah saya menceritakan hantu Asrama yang Vania ceritakan beberapa waktu lalu.
__ADS_1
'Kenapa menyebalkan sekali rasanya ' Batinku , seharusnya saya diasrama saja , tidur dengan tenang . Hibernasi panjang .
"Selesai " Ucapnya meletakkan ponselnya yang sedari tadi digenggam nya . Saya sendiri tidak bisa bertanya , terlanjur kesal .
"Kenapa , jengkel ya ? " Tanyanya yang membuatku tak sadar tersenyum miring . "Mau minjem ? tadi ada pesan dari kantor " . Ucapnya membuatku tersenyum tipis . Saya mengira mengabaikanku namun dia memang ada kesibukan yang sedang dijalaninya .
"Ada gamenya ? " Tanyaku akhirnya , A Farhan memberikan ku gawainya kepadaku . Game tembak-tembakan saat ini yang sedang tenar dan saya juga menyukai. Kini anggapla saya balas dendam , membiarkannya kebingungan mencari topik pembicaraan yang tak mudah .
Namun pada akhirnya saya gak bisa fokus , pria dihadapanku terus mengamatiku . Saya mengakhiri gamenya setelah musuh menembakku .
"Udahlah ga seru " .
"Bilang aja , gak hebat main " ledekknya yang tak membuatku sakit hati sama sekali . saya merasa kesal saat ini .
Saya mengusap wajahku berkali-kali karena penat . " Ya udah atuh , cerita sama Aa " . Ucapnya dengan lembut , sorot matanya begitu manis .
"Bahkan sekalipun anak ustad , saya yang nikah sesederhana itu , ada yang bilang ke gitu sama putri . Putri kesal tapi Putri juga gak bisa ngelak saat itu " , Saya mengelak nafas panjang , meliriknya yang mungkin saja tersinggung . Namun dia tak menjawab padahal saya sudah menunggu jawabannya . Apa mungkin dia sangat tersinggung .
Jangan lupa like komen dan vote sebanyak banyaknya .. Makasihh
__ADS_1