Jodoh Karna Allah

Jodoh Karna Allah
Menggoda A Farhan


__ADS_3

JKA. Menggoda A Farhan


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Aku terkekeh geli melihat suamiku, A Farhan yang telinganya merah hanya karna ucapan sepele ku . Siapa yang mengira ucapan sederhana yang kukatakan dapat membuat rasa malunya menculat . Sejauh dia selalu menggoda ku , aku hanya merona pada dua pipiku "A Farhan cerita dong ke buru telinganya terbakar menahan malu" Ledekku lagi membuat dia memberengut kesal . Menggemaskan.


'Ya udah kita makan-makan aja , tapi gak usah suap-suapan ya , soalnya ini di pesantren" . Godaku lagi , Aku bisa menang menggodanya disini , karena ini tempat umum , berbeda dengan ia yang sering membuatku kikuk saat hanya berdua bersamanya .


"*Aku bantuin Ummi buat ini tahu "


"Masukin ke wadah ya*?" Tanyaku cepat , aku akan membalas dendam disini . "Aku masak , ummi ajarin aku masak , jadi kalo Dek Putri belum bisa masak , nanti bisa ku masakin " Paparnya membuat ku mengangguk dan tersenyum remeh , entahlah Ucapannya membuatku sulit di percaya , aku tak boleh terlena , karena aku juga akan belajar memasak untukknya.


"Aku besok gak bisa datang" Ucap A Farhan tiba-tiba membuat ku terdiam cukup lama , jujur saja aku tak rela jika aku tak melihatnya lagi , namun aku juga tak bisa bersikap kekanak-kanakan . "Sibuk ya A? gak papa , putri dukung , Aa kan dompet putri sekarang" Aku menutup wajahku malu saat tak sengaja melemparkan kerlingan mata ke arahnya . Wajahnya terkejut dan aku melakukannya lebih terkejut . Aku benar-benar tidak sadar . "Aku suka telur gulung" Ucap A Farhan tiba-tiba sambil mengambil telur gulung dan menguapkan ke mulutnya.

__ADS_1


"Kalau Putri suka semua sih " Aku menunjuk semua makanan yang tersaji di depan kami , aku menyukai semuanya namun pria di depanku menatapku dengan kesal , aku melakukan kesalahan? Tapi apa? Aku tak merasa melakukan hal yang keliru.


"Kenapa"


"Enak, ini enak" Ucapnya sambil mengunyah telur gulungnya , "Makan gak boleh sambil bicara tahu" Ledekku lagi , aku puas sekali melihat raut kesalnya yang beragam hari ini.


"Dek Putri suka yang mana , nanti Aa buatin" Ucapnya membuatku menggeleng " Aku suka masakan Ummi A"


"Di pesantren main sama siapa aja ? suruh ke sini semua teman-teman mu , kayanya kudu di ceramahin " Ku tatap wajahnya , ia juga masih kekanakan sepertiku . "Gak mau nanti malah di tikung" .


Jder! Apa yang salah dengan telingaku , aku mendelik mendengar ucapannya ,aku yang salah , aku menyadari itu . "Harus jadi satu-satunya A Farhan" Aku mengembungkan pipiku , bertingkah sok imut adalah jalan ninja yang di sering di lakukan oleh seorang wanita kepada kekasihnya. "Tadi kenapa mau muntah begitu?" Tanyanya sanksi membuat ku cemberut.


"*Ga kedengaran So sweet soalnya , malah kayak anak pacaran alay gitu"

__ADS_1


"Kitakan udah nikah"


"Umur Aa Farhan berapa? Kok jadi gemes sih" Ledek Putri sangat puas melihat raut suaminya yang meliriknya tajam , "Gemes banget tahu"


"Iya , boleh kok kalau mau di selundupin ke asrama putri juga*"


Kami sudah bisa melemparkan candaan , ini benar-benar layaknya seorang remaja yang berpacaran . Aku belum merasakan perihnya pernikahan yang seperti teman-teman ku ucapkan .


-


-


-

__ADS_1


Terimakasih banget sudah support karya ku , jujur saya merasa senang banget sudah banyak yang suka dengan karyaku ,, Sebagai gantinya sebentar upload lagi deh 😁😁😁


Jangan lupa tinggalkan jejak ,, Lovyou kalian 😘😘😘


__ADS_2