
"*Tapikan ...-"
"Udah ah gak mau ngomong*" Dia merajuk , sisi menakjubkan yang tak pernah saya bayangkan sebelumnya
"Aa kan bukan remaja lagi" Terus ku yang sempat terpotong , namun dia hanya berdelik kesal . Tatapan ku bahkan dihindari olehnya . "Ingat umur " Pintaku yang tak mempan , dia terus merajuk . "Ya udah ayo ke rumah" Anakku akhirnya dan dia mau . Kami pamit terlebih dulu kepada orang tua kita dan juga bibi Aa Farhan . Namun sepanjang jalan dia masih bungkam mendiamkan ku? Atau mungkin dia mengajak ku berbicara namun saya tidak dengar? .
" Aa , udah beli rumah udah sejak kapan ? kan baru lulus?" Pertanyaan bodoh yang terus ku lontarkan hanya karena ingin dia tidak mendiamkan ku . Dia tak menjawab . Sudahlah saya menyerah. Motornya berhenti di rumah dua tingkat, cukup asri pemandangan hijau tanaman yang menyapaku . Saya meletakkan helmnya di kaca spion dan antusias melihat kolam ikan . Aku suka kolam ikan.
"*Gak mau masuk?"
"Marah sama putri ya? Ya udah putri bakal diam lagi" aku mengejapkan mata. Riasanku masih belum sepenuhnya hilang, wajahku masih cantik sampai sekarang . " Pria dewasa mana boleh marah sama perempuan*" Ucapannya yang begitu lembut , ia merangkul ku tanpa risih dan aku dengan mudah bersandar.
"*Assalamualaikum"
"Ada orang di dalam" Sontak saya menjauhkan diri melepaskan rangkulan suamikuh yang kini terkekeh , apa yang lucu? " Emang ngucap salam kalau ada orang doang*" Aku menggeleng kepala, memang tidak harus.
"Duduk dulu , kuambil kan minum " Layaknya tamu , Aku hanya menurut , padahal mengikutinya pun tidak ada yang larang . Dia kembali dengan dua air dingin di atas mempan nya.
__ADS_1
"Rumahnya bagus" Pujiku dengan jujur , interior rumah minimalis klasik yang mendominasi kayu dan dengan beberapa aksen daun , udaranya terasa sejuk mesti tanpa AC .
"Dulu rumah Abah, tapi sudah ku renovasi"
"Aa panggil Ustad Abah ya"
" Kadang juga manggilnya tads' hehe"
Aku bahkan sekarang bisa berduaan bersama lelaki , aku bahkan tidak pernah seperti ini sebelumnya, aku bahkan merasa kikuk tidak tahu harus berbuat apa .
"Tapi ini sekarang rumahku kok, jadi dek Putri gak usah ngerasa gak enak atau gimana" Aku hanya mengangguk kecil tak paham maksudnya, "Anggap rumah sendiri?" Tanyaku memastikan dan dia hanya menggeleng membuatku semakin tak paham .
"Katanya mau cari buku, ayo" Ku genggam pelan telapak tangannya yang mengarah ku arahku , aku tersenyum tipis, ada getaran yang merambat masuk ke tubuhku . 'Geteran cinta ' aku tak bisa menertawai pikiranku sendiri . Tahu apa aku tentang cinta .
Dia membawaku ke lantai dua dengan balkon dan teras yang luas , dua kursi dan satu meja yang terpajang di sana . Hiasan tanaman hijau yang mengelilingi Pajar . Kami hanya melewatinya karna dia mengajakku menuju ruangan yang sedikit gelap .
Ceklek !! Lampu dinyalakan, rupanya kamarnya. Eh!? Kamar? , Langkahku terhenti , aku ragu untuk masuk sedangkan suamiku udah satu langkah masuk kedalam .
__ADS_1
"*Kenapa?"
"Putri tunggu disini aja"
"ini masih siang , apa yang kau takutkan sih*?" Langkahku kembali melangkah masuk , lemari besar dengan kumpulan buku yang membuatku lupa . Aku melepaskan tautan ku dan menyelusuri buku-buku yang begitu menarik di mataku .
"Dek Putri kalau mau ganti baju , paku bajuku gak papa" Tunjuk ya pada lemari yang ada disebelah rak buku . Aku hanya mengangguk asal , aku tak tertarik untuk berganti baju , aku hanya tertarik pada buku .
.
.
.
.
Terima kasih udah pada mampir baca kenovelku , maaf baru permulaan dan mohon kritik kalau ada yang kurang . kasih like komen dan votenya supaya karyaku banyak yang baca ..
__ADS_1
Jangan lupa baca karya satu ku juga yang berjudul >>> The Ex's Betrayal >>> Makasihh