Jodoh Karna Allah

Jodoh Karna Allah
Lantunan doa A Farhan


__ADS_3

JKA. Lantunan doa A Farhan


Lantunan doa kali ini, terdengar berbeda dari nada yang biasa terdengar oleh para santri "Suaranya bagus" Ucap dari bilik akhwat saat mendengar lantunan doa . Putri tersenyum suaminya benar-benar memimpin doa . Mesjid pesantren Arrahman ummah memang hanya satu untuk seluruh santri yang di sekat dengan papan yang menjulang tinggi .


"Ciee Putri , di jengukin yayang embeb" Ledek Vania membuatku mengkode Vania untuk diam . A Farhan sedang memimpin doa disana . Suaranya begitu teduh . Berbeda sekali dengan dirinya yang sangat jahil ketika kami bersama . Mataku mengedar kecil, doa kali ini tak ricuh dan sangat tenang , biasanya akan banyak yang berbisik namun kali ini sangat tertib , A Farhan memang sangat mengejutkan.


"Yang lagi baca doa itu suamiku" Bisikku membuat Vania Mendelik tajam ke arahku . Menunduk aku agar bisa lebih khusyuk dalam berdoa dan bisa menghindari teman kamarku . Lantunan doa . Mengalung dengan lembut menyapa Indra pendengaran ku . Menyenangkan sekali membayangkan membangun keluarga bersamanya , kapan aku lulus. Pikiran ku bahkan sudah kacau .


****


Seperti biasa , tak ada tugas namun seluruh santri di minta untuk keluar dari kamarnya , aku menenteng salah satu untuk formalitas belajarku , aku harus terlihat baik di depan adik kelasku bukan? Setidaknya sebagai contoh yang baik , setelah kejadian ponsel teguran kami dapatkan membuat rapat evaluasi di gelar secara mendadak . Seluruh santri keluar dengan buku dan cemilannya masing-masing.


Beberapa orang menghampiriku perasaan ku sudah tak menentu , dari kilat matanya aku sudah tahu kearah mana mereka akan mengajakku berbicara . "Hayo yang habis kencan" Risma teman kelasku dari pojok kamarnya datang ke gerombolanku untuk bertanya, ini bukan geng hanya berkumpul untuk bercerita .

__ADS_1


"Jangan keras-keras " Pintaku membuat mereka terkekeh , namun aku tersenyum lebar , aku belum meneruskan Ucapanku . Mereka menggodaku semakin kencang . "Jadi suamiku bakal kesini tiap hari?" .


"Iya nih Gimana? Nggak pengen ya? Enak lho? " Ujarku mencoba untuk membuatnya iri namun itu hanya ekspetasi , karena bukan itu yang ingin mereka dengar . Aku menralat jawabanku .


"*Ga tahu sih , mauku iya tapi gak enak sama omongan "


"Gak usah dengarin omongan orang lain"


"Iya, Yang pacaran aja kudu PDKT lama buat mastiin perasaannya" Terkekeh geli aku mendengarnya, beberapa dari mereka memang banyak yang sedang PDKT entah dengan siapa karena kau tak terlalu penasaran namun mereka selalu tersenyum dan mengatakan nama do'i sebagai Fulan . Mereka benar-benar membungkus rapih kesalahan mereka .


"Ga tahu , Udah bergantung aja , jangan bahas lagi ya ... Kangen tahu" Ledekku lagi membuat beberapa orang menepuk keras pundak ku karena gemas


"Putri Nyebelin !!" Pekik mereka bersamaan sedangkan aku tersenyum puas.

__ADS_1


-


-


-


Hai teman-teman terimakasih banyak sudah mendukung karya author 😊😊 tanpa kalian saya buka siapa-siapa .. Yang biasanya hanya membaca komik and novel tiba-tiba belajar mengarang sebuah novel walaupun tidak sebagus karya-karya yang lain 🤗🤗🤗


Dan jangan lupa baca juga karya author yang lainnya berjudul : The Ex's Betrayal


Jangan lupa tinggalkan jejak dengan cara like Vote dan komen 🙏🙏🙏


Makasih 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2