
"Kebetulan sekali anak Kelas sebelas mempelajari bab Nikahkan Put , itu lumayan bakal untuk nanti" . Kata Ummi Aisyah Membuatku harus mengangguk.. Sngat tidak mungkin disaat pelajaran Ummi Shofia selalu selalu dinantikan dikelas . Kulihat tawa kecil diantara semuanya .
"Jadi Nak Farhan?" , Tanya Ummi Aisyah terjeda' , membuat detak jantungku berdebar lebih kencang . Saya tahun dengan jawaban apapun yang keluar dari lisannya . Saya akan menjadi lebih buruk kalo dia sampai menolak.
Namun jika dia terima ... Saya tidak tahu kata apa yang harus kuucapkan .
"Farhan juga belum tahu tentang masalah rumah tangga mi' , Tapi jika dia mau belajar satu sama lain lebih dalam mungkin akan menyenangkan" . Menyenangkan kau bilang ? ini pernikahan bukan tempat bermain bagaimana bisa memikirkan kesenangan? .
" Jadi ... Dek Putri Apakah mau belajar bersama membangun sebuah rumah tangga bersama A Farhan ?" .
"Deg!! , ini bukan lamaran ? Seperti ada yang salah , bukan seperti ini alur ta'aruf yang kutahu . Saya melirik Ummi Aisyah sedikit mencondongkan tubuhku . Saya tak ingin suaruku terdengar yang lain .
"Umi, bukannya pertanyaannya gak bisa ditunjukkan langsung pada pihaknya ?" . Bisikku kepada Ummi Aisyah . Saya mengabaikan beberapa pasang mata yang mungkin sedang menatap ku dengan penasaran .
"Jadi Putri keberatan Gak ?" Bisik Umi Aisyah Lagi .
__ADS_1
"Nggak Ummi" Lirihku pelan , Bisikku mungkin terlalu keras karena orang sekitar ku lagi lagi tersenyum tertahannya.
"Dari nak Putri sendiri gak keberatan" Ucap Ummi Aisyah membuatku menoleh cepat , mengapa dijawab dengan selantang itu . "Alhamdulillah ' Ucapnya membuatku menoleh lagi , orang orang di sekitarku mengusap wajahnya . ini belum selesaikan .
"Umi , Apa dari pihak A Farhan tidak keberatan ? " Bisikku merasa semua belum selesai. saya melirik lelaki disamping ustad Firman yang duduk masih dengan tenang .
"Jadi sebelum ada pertemuan disini , Farhan , Anak kami sering berkomunikasi dengan orang tua Nak Putri , terhitung sejak Curiculum Vitae diterima " . Jelas Ustad Firman , membuatku lagi lagi berdelik , suaraku pasti kelewat keras.
"Mamah, Bapak kenapa gak bilang " Rajuk ku dengan nada pelan tertahan .
"Nanti Umi bakal sering jenguki putri umi setelah menikah " Kini suara wanita yang begitu bersahaja dalam kerudung panjang nya . Menikah? jadi saya benar benar akan menikah , Saya hanya membalas angukkan kecil sebagai tanda kesopanan .
"Karena masa ta'aruf tidak bisa berlama-lama jadi sebaiknya putuskan tanggalnya " interupsi Ustad Firman . Dibalas senyum cerah semua orang kecuali saya . A Farhan juga malah tersenyum lebar . ini tidak buru buru kan ? kenapa suaraku tercekat .
"Jadi untuk tanggal nya apa ada ingin mengajukan ? " Tanya Ummi Aisyah membuatku cepat cepat menyela dengan pertanyaan lain .
__ADS_1
"Maaf sebelumnya , Apakah putri bisa mengajukan Syarat? " Ucapku sedikit lantang . Ini pertama kali ucapanku lancar dipertemuan ini.
"Ah , Silahkan " Ummi Aisyah mempersilahkan .
"Jadi begini ummi, Putri masih berstatus santriwati di pesantren Arrahman , Putri akan bersedia, jika putri tetap boleh tinggal seperti santri lainnya di pesantren Arrahman , Tanpa perlakuan spesial meskipun status putri udah menikah nantinya " Ucapku membuat ibuku begitu terkejut , begitupun ayahku .
"Maksudnya , bila ingin tetap tinggal di asrama ? " Kelasku lagi sambil berani menatap ayah dan ibu mertuaku sekarang .
"Farhan gak keberatan "Jawabnya lugas, keperusan final' .
Saya menjadi penasaran Sosok pria berumur 22 tahun , sosok yang begitu tenang , Dia tak terpaksa menikahi kan ? saya sedang menelisik wajahnya namun kuurungkan saat sadar ustad Firman memperhatikan ku .
***
Ikuti trus kisah JODOH KARENA ALLAH 😘😘 Jangan lupa tinggalkan jejak komen , like dan vote nya ya .. Makasih
__ADS_1